
Warningggg!!!!!!!😂😂🔥
Setelah cukup lama menghabiskan waktu bersama Aiden, Ken masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Dia membuka pintu kamar dengan pelan, takut akan membangunkan putranya yang sedang tidur.
“Kenapa belum tidur?” tanya Ken saat melihat istrinya duduk bersandar pada headboard.
“Aku belum ingin tidur.” Jawab Michele dengan santai.
Ken tersenyum penuh arti. Setelah itu ia mengambil baju tidur yang sudah disiapkan oleh Michele dan menggantinya di kamar mandi.
Selesai berganti baju, Ken menarik tangan istrinya dan mengajaknya duduk di sofa tak jauh dari ranjang. Rupanya Ken ingin mengajar istrinya bermesraan di sana.
Michele merebahkan tubuhnya dengan berbantal lengan sang suami. tangannya terulur mengusap rahang kokoh milik Ken yang menurutnya begitu menawan.
“Apa benar kamu tidak ingin pergi berbulan madu?” tanya Ken memastikan.
“Aku ngikut kamu saja. tapi kalau seandainya kita pergi berbulan madu, harus memikirkannya matang-matang dulu. Aku benar-benar tidak tega meninggalkan Tristan.” Jawab Michele.
Ken mengecup kening istrinya. Memang benar yang diucapkan oleh Michele. Tidak mungkin wanita itu meninggalkan Tristan, apalagi dalam waktu lebih dari tiga hari tentunya. Lalu Ken berpikir sejenak untuk mencari solusi. Bagaimana pun juga mereka adalah pasangan pengantin baru. Walaupun sudah ada anak, namun Michele juga berhak menikmati moment bulan madu seperti pasangan pengantin baru pada umumnya.
“Bagaimana kalau kita pergi berbulan madunya ke luar negeri? maksudku ke tempat tinggal Ayah dan Ibu. Bukannya dulu aku pernah berjanji mengajak kamu liburan ke sana?” usul Ken.
“Maksud kamu kita pergi ke rumah Ayah dan Ibu?” tanya Michele memastikan. Dan diangguki oleh Ken.
__ADS_1
“Sepertinya bukan ide buruk. Sekalian kita ajak Tristan. Pasti Ayah dan Ibu sangat senang dengan kedatangan cucunya.” Ucap Michele dengan berbinar.
“Baiklah. Aku atur dulu jadwalnya yang pas. Nanti kalau sudah fix, baru kita bisa pergi.” Ucap Ken.
Michele tampak senang dengan usul suaminya baru saja. meskipun perginya dengan alasan bulan madu. Entah bulan madu sungguhan apa tidak, yang penting ia bisa berlibur. Karena selama ini Michele sangat jarang sekali bepergian jauh. Terlebih sejak hadirnya Tristan dalam hidupnya. Anak kecil itu sudah mengambil semua atensinya dan memenuhi dunianya.
Ahh…
Tiba-tiba saja Michele mengeluarkan suara desahannnya saat merasa ada gigitan kecil pada telinganya.
“Ken!!” lirihnya namun Ken segera membungkam mulutnya dengan ciuman yang sangat lembut.
Michele kembali merasa geli saat suaminya melepas ciuman itu dan menggigit telinganya. Dan kali ini bukan hanya sekadar gigitan kecil, melainkan kecupan basah hingga membuat bulu roma Michele berdiri.
Ken berhasil membangkitkan gairrah istrinya dalam waktu sekejap saja. mereka berdua akhirnya sama-sama sudah terbakar gairrah. Tangan Ken tidak tinggal diam. dengan gerakan perlahan namun pasti, jari jemari Ken sudh aktif menelusup ke dalam baju Michele bagian depan. Ia mencari benda kesukaannya yang mudah sekali dijangkau. Meremaasnya dengan pelan lalu memainkan ujungnya. Sontak saja Michele tak berdaya saat merasakan sentuhan yang diberikan oleh suaminya.
“Aku menginginkanmu, Sayang. Kenapa semua tubuhmu terasa seperti candu bagiku.” Ucap Ken dengan suara parau, lalu segera melahapnya dengan rakus.
Michele yang berada di bawah kungkungan suaminya hanya bisa meremat rambut Ken dan membusungkan dadanya seolah meminta Ken untuk memperdalam aksinya. Lidah Ken bermain di atas ujung aset Michele hingga wanita itu melihat sendiri betapa rakusnya Ken. Bahkan Ken melakukannya sambil sesekali tatapan matanya tertuju pada mata Michele yang sedang menahan suara desahhannnya.
Ahh…
Michele kembali mengeluarkan suara merdunya saat Ken merasa gemas dan menggigit lembut ujung asetnya. Bukannya berhenti, Ken justru semakin bersemangat melanjutkan aksinya.
__ADS_1
Nafas Michele terengah-engah saat Ken melepas lumataannya pada dua aset berharganya. Kemudian Ken melepas semua kain yang menutupi tubuh istrinya. Lalu ia juga melepas pakaiannya sendiri.
Ken melirik sekilas ke arah ranjang dimana saat ini Tristan sedang tertidur pulas. Ia khawatir jika tiba-tiba saja anak kecil itu bangun dan mengganggu kegiatannya.
“Jangan khawatir! Dia tidak akan bangun kalau sudah nyenyak tidurnya.” Ucap Michele seolah paham apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya.
Ken mengangnguk. Setelah itu ia menarik tangan istrinya hingga Michele duduk di sofa. Kini bergantian Ken yang merebahkan tubuhnya di atas sofa. Michele tampak bingung dengan posisi apa yang diinginkan oleh suaminya.
“Kemarilah, Sayang!” ucap Ken dengan menarik tubuh istrinya hingga Michele berada di atas tubuh Ken.
Michele merasa tidak nyaman dengan posisi seperti itu. apalgi dia merasa ada yang mengganjal pada bagian bawah. Apa lagi kalau bukan senjata milik sang suami yang sudah bereaksi.
Mereka berdua berciuman dengan posisi Michele di atas. Lama-lama Michele pun dibuat nyaman dengan posisi seperti itu. tak lama kemudian Ken meminta mengangkat tubuh istrinya dengan pelan, lalu ia bergerak cepat menggapai paha istrinya hingga tepat berada di atas wajahnya.
“Ken!!” suara Michele sedikit berteriak saat tersadar dengan posisinya yang menga****ng.
Ken tidak peduli dengan suara Michele. Pria itu justru sibuk memberikan rang*****n pada inti tubuh istrinya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️