Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 54 ~ Kopi Hitam


__ADS_3

Ken tahu kalau perjalanan cintanya dengan Michele tidaklah mudah. Pasti akan banyak kendalanya untuk mencapai kebahagiaan itu. jadi Ken memtuskan untuk mengikat Michele dulu agar perempuan itu tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Ken sangat percaya dengan ikatan itu bisa menyatukan hatinya dengan Michele dan tidak bisa dipisahkan dengan mudah. Ya, walaupun banyak kejadian di luaran sana, yang menikah saja bisa bercerai apalagi hanya lamaran. tapi Ken tetap yakin kalau cintanya tidak bisa dipisahkan dengan mudah.


Setelah acara makan malam sekaligus lamaran dadakan yang terkesan sangat romantis itu, mereka berdua akhirnya pulang. Ken mengajak Michele ke apartemennya lebih dulu, karena mobil Michele ada di basement apartemen Ken. Dan setelahnya Ken akan pulang ke rumah kontrakannya.


***


Aiden saat ini tengah duduk di kursi kebesarannya. Setelah semalam mendapat informasi dari anak buahnya tentang Ken yang melamar Michele, dia ingin menyusun rencana untuk memberitahu hubungan sepasang kekasih itu pada Xander.


Senyum jahat terbit dari bibir Aiden. Dia ingin melihat bagaimana reaksi Xander kalau selama ini anak sulungnya sedang menjalin hubungan dengan seorang OB. lebih tepatnya OB gadungan. Tidak hanya itu saja. Ken bahkan seorang pembunuh bayaran. Pastinya Xander sangat murka dengan Ken dan menentang hubungan Michele.


Aiden yang tahu gaya hidup mewah Ken yang sengaja disembunyikan. Pria itu jelas mengira kalau harta kekayaan Ken berasal dari gaji fantastis menjadi seorang pembunuh bayaran. Karena sampai saat ini detektif suruhan Aiden tidak bisa mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan Papanya dan juga penusukan terhadap dirinya. Karena hanya ada wajah Ken saja yang menjadi pelaku utama.


Dengan Xander mengetahui hubungan terlarang Michele dengan Ken, di saat itulah Aiden akan masuk menghancurkan perusahaan Xander. Sedangkan masalahnya dengan Ken akan ia selesaikan setelah membuat perusahaan Xander gulung tikar.


***


Saat ini Michele sedang fokus dengan pekerjaannya. Rasanya hatinya masih berbunga-bunga setelah beberapa hari yang lalu dilamar oleh kekasihnya. Namun cincin lamaran yang diberikan oleh Ken sengaja tidak ia pakai agar tidak dicurigai oleh kedua orang tuanya. Michele meletakkan cincin itu pada kalung pemberian Ken. Jika saatnya tiba, barulah Michele akan memakai kembali cincin itu.


Michele teringat dengan ucapan Ken saat itu yang memintanya untuk memberitahukan pada Papanya tentang Aiden. Memang akhir-akhir ini dia jarang sekali memiliki waktu untuk berbicara santai dengan Papanya, karena Papanya sering bepergian ke luar kota.

__ADS_1


Cklek


Tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka. Orang yang baru saja sedang Michele pikirkan kini baru saja datang.


“Papa?”


“Kenapa? Kamu seperti melihat setan saja saat Papa baru saja masuk.” Ucap Xander sedikit kesal saat melihat keterkejutan Michele.


“Papa saja yang berpikiran buruk. Michele hanya kaget saja karena Papa tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.”


“Papa baru saja pulang dari luar kota. Papa ingin meminta laporan perusahaan satu bulan yang lalu. Papa ingin mengeceknya langsung karena ada kesalahan sedikit pada data keuangan perusahaan cabang yang dipegang Om Vano.”


Michele mengangguk. Ia segera mencari data yang diminta oleh Papanya. Tak lama kemudian Michele mendapatkan data itu lalu menunjukkan pada Papanya.


Xander segera menghubungi Vano, adik iparnya setelah selesai mengecek laporan di perusahaan pusat yang kini dipegang oleh Michele. Setelah itu ia bisa bernafas lega karena kesalahan itu sudah bisa teratasi.


“Pa! Ehm, apa Papa masih berhubungan baik dengan Aiden?” tanya Michele hati-hati takut Papanya curiga.


“Maksud kamu apa? Bukankah sejak dulu hubungan kita baik-baik saja? kita juga masih bekerjasama dengan perusahaan milik Barrack.” Jawab Xander agak bingung dengan pertanyaan Michele.

__ADS_1


“Nggak ada maksud apa-apa, Pa. hanya saja Michele menyarankan agar Papa tidak terlalu baik dengan seseorang. Siapa tahu saja orang itu memiliki maksud lain.” Michele benar-benar bingung bagaimana caranya menceritakan semua tentang Barrack dan juga Aiden. Sedangkan Xander tampak mengerutkan keningnya. Dia melihat Michele seperti sedang menyimpan sesuatu dan sulit mengungkapkannya.


“Papa akan mendengarkan cerita kamu. Coba ceritakan apa yang ingin kamu sampaikan pada Papa.” Ucap Xander memberi kesempatan pada Michele.


“Sebenarnya, ada sesuatu yang-“


Tiba-tiba saja Xander menghentikan ucapan Michele melalui isyarat tangannya saat ada panggilan masuk dari seseorang. Xander tampak bicara serius dengan orang itu. bahkan raut mukanya terlihat terkejut. Entah dengan siapa sebenarnya Xander sedang berbicara. Michele tidak tahu.


“Chel, Papa akan pergi sekarag juga. ada hal yang sangat penting. Nanti sore sebelum jam pulang kantor Papa akan kembali ke sini lagi.” ucap Xander setelah itu keluar dari ruangan Michele begitu saja.


Michele hanya menghembuskan nafasnya pelan. Semoga saja nanti sore ia memiliki kesempatan untuk melanjutkan ceritanya pada Papanya sebelum terlambat.


Setelah Xander keluar dari ruangannya, Michele memanggil kekasihnya dengan alasan meminta dibuatkan kopi. Selain suka minum teh hijau, Michele juga suka minum kopi hitam. Apalagi di saat siang seperti ini. selain bisa menghilangkan rasa kantuk, kopi hitam juga bisa meredakan rasa pusing akibat padatnya pekerjaan. (Kaya’ othornya yang demen minum kopi hitam😂😂).


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2