
Saat ini Xander sangat marah dan mengepalkan kuat tangannya. bahkan wajahnya memerah seperti ingin makan orang hidup-hidup. Sedangkan Aiden yang sedang duduk bersama seorang detektif tampak tersenyum licik melihat perubahan wajah Xander.
Ya, ternyata orang yang menelepon Xander tadi adalah Aiden. Awalnya Xander ingin mengabaikan ucapan Aiden dan lebih memilih mendengar cerita Michele. Namun saat Aiden mengatakan ada informasi penting mengenai orang yang telah menusuknya tempo hari, Xander pun memilih pergi menemui Aiden. Karena selama ini ia belum bisa membantu Aiden mencari pelaku penusukan sekaligus pembunuh Barrack.
Kini Xander sangat yakin dan percaya dengan bukti nyata yang ada di hadapannya. Dalam laptop itu menunjukkan wajah seseorang yang sangat tidak asinng baginya. Dan orang itulah yang menusuk Aiden saat ada perayaan pesta itu. dan kuat dugaan kalau pelaku itu jugalah yang telah membunuh Barrack.
Yang membuat Xander masih tidak percaya adalah pelaku itu selama ini berada di sekitarnya. Bahkan bekerja di perusahaannya. Yaitu Ken.
Xander tidak hanya terkejut mengenai pelaku penusukan terhadap Aiden adalah Ken yang notabene seorang pembunuh bayaran. Dia juga dibuat terkejut kalau selama ini pria yang bekerja sebagai OB itu tengah menjalin hubungan dengan putrinya. Xander melihat semua bukti berupa foto-foto kedekatan Ken dan Michele. Bahkan mereka berdua sering menghabiskan waktu berduaan di ruangan Michele.
“Berengsekk!!” Xander benar-benar marah. Saat itu juga ia ingin melampiaskan amarahnya pada Ken. Namun dengan cepat Aiden mencegahnya.
“Om jangan gegabah! Om juga tidak mungkin mencoret nama baik Michele bukan?”
“Apa maksud kamu, Den?” Tanya Xander bingung.
“Nanti saja saat jam pulang kantor dan semua karyawan sudah pulang, Om bisa bertindak langsung. pastinya itu OB gadungan masih berada di sana dan membersihkan ruangan Michele.” Jawab Aiden.
Xander terdiam. Ada benarnya juga ucapan Aiden. Jadi lebih baik ia menuruti saran Aiden. Bagaimanapun juga ini adalah aib bagi keluarganya akibat Michele yang telah menjalin hubungan dengan seorang pembunuh.
Ingatan Xander pun kembali saat melihat ada luka pada tangan kanan Ken. Dan Ken mengatakan kalau luka itu ia dapat karena memperbaiki atap rumahnya. Xander benar-benar tidak menyangka bisa dikelabuhi oleh Ken. Padahal selama ini yang ia tahu kalau Ken adalah pria yang baik dan sopan. Bahkan pekerjaannya juga tidak pernah ada masalah.
***
__ADS_1
Michele sejak tadi terlihat cemas di ruang kerjanya. Pasalnya sekarang sudah jam pulang kantor. Namun, Papanya tak kunjung datang setelah memberikan janji akan kembali sebelum jam pulang kantor tiba.
Michele takut jika terlambat menceritakan semua tentang Aiden pada Papanya. Apalagi Aiden pasti sudah tahu kalau Ken lah yang melakukan penusukan itu.
Cklek
Michele terkejut saat pintu ruangannya terbuka. Ia kira yang masuk adalah Papanya. Namun ternyata dia adalah Ken. Rupanya pria itu masuk dengan membawa alat kebersihan.
“Kenapa, hem?” tanya Ken seperti mengerti kegundahan hati kekasihnya.
“Aku takut, Ken. Aku takut Aiden telah mengetahui pelaku penusukan itu dan mengatakannya pada Papa.” Jawab Michele yang kini sudah berada dalam pelukan Ken.
“Tenanglah. Apapun yang terjadi nanti kamu berjanjilah untuk terus menjaga cinta kita.” Ucap Ken menenangkan hati Michele. Walau sebenarnya ia sendiri sedang kalut dengan pikirannya.
Michele menguari pelukannya. Ia menatap sendu mata Ken. Dia menganggukkan kepalanya atas permintaan Ken baru saja.
Ken menatap dalam mata kekasihnya. Mungkinkah hari ini adalah hari terakhirnya bertemu dengan Michele. Entah kenapa sejak tadi perasaan Ken juga sedang tidak baik-baik saja. Ia merasa seperti akan ada badai besar menghantam hubungannya dengan Michele.
Perlahan Ken mendaratkan bibirnya pada bibir Michele. Cukup lama kedua bibir itu hanya menempel. Kedua sama-sama sedang kalut dengan pemikiran yang berbeda-beda. Tak lama kemudian Ken mulai menyapu lembut bibir kekasihnya. Melu matnya, dan mema gut penuh perasaan. Michele reflek mengalungkan tangannya pada leher Ken. Bahkan ia memberi tekanan pada tengkuk Ken untuk memperdalam ciumannya. Ken memeluk erat tubuh Michele. Dia benar-benar tidak ingin berpisah dengan Michele saat ini.
Ciuman yang awanya lembut penuh perasaan itu kini berubah lebih menuntut dan menginginkan lebih dari ciuman. Ken mulai mere mas pinggul Michele. Bahkan tubuh mereka yang semakin tak berjarak itu telah memberi efek pada sesuatu milik Ken yang mulai mengeras.
Tangan Ken yang tadi mere mas pinggul Michele kini mulai bergerak ke atas menelusup masuk ke baju Michele. Hingga ia bisa merasakan kulit mulus kekasihnya itu. Michele pun juga tampak rakus melu mat bibir Ken.
__ADS_1
Cklek
“Baji***n!!!!! berengsekkk!!”
Xander tiba-tiba masuk ke ruangan Michele dan disuguhi pemandangan yang sangat memalukan. Pria paruh baya itu berjalan cepat dengan nafas tersengal. Matanya memerah dan menatap murka pada Michele.
Bugh
Xander menarik baju Ken lalu memberikan pukulan telak pada rahangnya, hingga pria itu jatuh tersungkur.
“Bangun kau baji***n!” ucap Xander sambil menarik Ken dan kembali memukulinya.
Bugh
Bugh
“Papa, hentikan!!!” Teriak Michele mencoba menghentikan aksi brutal Papanya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️