
“Dia ada di hadapanmu sekarang!”
Alfred kembali tergelak mendengar ucapan Ken baru saja. bahkan Ken juga menunjukkan foto wajahnya sendiri pada pria itu. tetap saja Alfred tidak mempercayainya. Lagi-lagi ia mengira kalau Ken sedang mengajaknya bercanda.
Sedangkan Hiro yang sedang duduk di samping Ken sekeitka wajahnya memucat. Untuk bergerak dan hendak menjauh dari Ken pun rasanya sudah tidak mampu. Mendadak tulang-tulangnya rapuh.
“Hei, kenapa wajah kamu memucat, Hiro?” Tanya Alfred mengabaikan raut wajah Ken yang saat ini sedang menatapnya tajam.
Brakkk
Ken menendang meja yang ada di hadapannya, dan sontak saja membuat Alfred terkejut. Bahkan pria itu hampir saja terkena lemparan meja. Setelah itu Ken mengambil kotak kecil yang ada di bawah meja dengan cepat. Dalam kotak itu ada senjata milik Alfred yang sepertinya memang sudah ia sediakan untuk berjaga-jaga.
Shreek
Grep
Ken menarik baju Hiro saat pria itu hendak berlari, lalu menangkapnya dan menodongkan pistol yang baru saja dia ambil.
Alfred sangat terkejut dengan aksi cepat Ken. Pria itu seketika ketakutan saat mendapat tatapan tajam dari Ken. Tatapan mata Ken mengingatkan pada seseorang yang telah ia bunuh dengan rekayasa kecelakaan, yang tak lain adalah Magana.
“Akulah anak dari Danial Rex Magana, Tuan Alfred yang terhormat. Aku lah pria yang kamu cari dan ingin kamu habisi. Bagiamana? Apa kamu masih menyuruhku untuk membunuh diriku sendiri?” tanya Ken.
“Ken, tolong lepaskan aku! aku bisa jelaskan semuanya.” Hiro berkata dengan suara bergetar. Pria itu sangat takut jika hari ini adalah hari terakhirnya menghirup oksogen di dunia ini.
“Diam kau, baj***an!!! Apalagi yang ingin kau jelaskan setelah kamu mengakui semua kebusukanmu yang telah membunuh adikku dan merenggut kesuciannya?” Ken berkata dengan suara yang sangat menakutkan.
Alfred juga ketakutan. Pria itu berjalan mundur dengan pelan untuk mencari sesuatu. Namun, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan yang diarahkan ke sebuah vas bunga dimana saat vas itu pecah, ada sebuah pistol di dalamnya.
“Kamu mau mengambil pistol itu untuk melawanku, Tuan?” tanya Ken sambil menyeret Hiro mendekati vas bunga yang pecah itu.
Alfred dan Hiro benar-benar terkejut melihat kecerdikan Ken yang mengetahui dimana saja ia menyimpan senjata.
“Tidak. Tolong lepaskan dia. Aku bisa menjelaskan semuanya.” Ucap Alfred dengan wajah pias.
Ken tidak peduli. Ia terus menyeret Hiro untuk mengambil pistol itu. kemudian melemparnya pada Alfred. Dengan tangan gemetar Alfred menangkap pistol itu.
__ADS_1
“Sekarang kamu bunuh aku dengan pistol itu. jangan menyuruh pembunuh bayaran untuk menghabisi anak musuhmu. Aku ingin tahu keahlian kamu membunuh.” Tantang Ken.
Tiba-tiba saja Ken meringis tertahan saat Hiro tiba-tiba saja menginjak kakinya. Setelah itu dia berlari menjauh dari Ken.
Dorrr
Satu tembakan melesat dengan cepat mengenai betis Hiro. Lalu disusul tembakan dari Alfred yang ditujukan untuk Ken. Namun Ken berhasil lolos dari peluru itu. Alfred pun tidak menyerah. Ia kembali menarik pelatuk pistolnya. Namun sayang, ternyata pelurunya tidak ada. Wajah Alfred pun semakin ketakutan.
Ken membuang pistolnya lalu mendekati Alfred. Sedangkan Hiro dibiarkan begitu saja, karena pria itu dipastikan tidak bisa bergerak sedikitpun.
Bugh
Ken meyangkan sebuah pukulan telak mengenai rahang Alfred, sampai pria itu jatuh tersungkur.
“Bangun kau baj***an!!” Ken menarik tubuh Alfred dan kembali memukuli wajah pria itu berulang kali.
“Aku tidak akan membiarkan kamu hidup setelah membunuh semua keluargaku.”
Ken terus menghajar Alfred tanpa ampun. Pria itu sama sekali tidak bisa melawan Ken. Ternyata selama ini Alfred hanya memggunakan kekuasaannya demi menghabisi musuh-mushnya. Tidak ada bakat berkelahi sedikitpun dari pria itu.
Bugh
Bugh
Bugh
“Kamu mau mengambil ini, hah?” tanya Ken lalu mengarahkan pisau itu pada Alfred.
Dorr
Tiba-tiba saja pisau dalam genggaman Ken terjatuh setelah tangannya mendapat tembakan dari atas tangga. Ken melirik di sana ada seorang wanita yang sedang ketakutan sambil membawa pistol.
Alfred pun berhasil meraih pisau yang terjatuh itu dan dengan sisa tenaganya ia berhasil menusukkannya pada kaki Ken.
Argghhh
__ADS_1
Ken dengan cepat menendang Alfred lalu mengambil kembali pisau itu. rasa sakit di kakinya akibat tusukan dari Alfred ia abaikan begitu saja.
“Hei Nyonya, turunlah kesini jika mau membantu suamimu!” ancam Ken.
Wanita yang bernama Siska itu sangat ketakutan. Tangannya yang bergetar memegang pistol, tanpa sadar pistol itu terjatuh dan tergelincir.
Sedangkan di luar Ken mendengar suara tembakan yang bersahutan. Entah siapa yang datang, karena ia sama sekali tidak meminta bantuan siapapun. Dan sepertinya Ken harus menghabisi Alfred sekarang juga sebelum ada orang lain yang berhasil masuk.
Ken men**capkan pi*au itu berulang kali pada dada Afred. Sontak saja pria itu meraung kesakitan, namun suaranya tidak bisa berteriak lagi di saat tubuhnya sudah melemah.
“Ini balasan yang pantas untuk baj***an seperti kau!” setelah berulangkali menusukkan pisau itu, Ken melihat tubuh Alfred sudah tergolek tak berdaya dengan berlumuran darah. Kemudian ia mengambil pistol yang tergeletak di lantai. Ternyata pistol itu hampir berhasil diambil oleh Hiro yang sejak tadi menyeret tubuhnya untuk mengambilnya.
Ken berhasil mengambil pistol itu dan membuat Hiro sangat terkejut. Setelah itu Ken menembakkan ke arah seseorang yang masih berada di atas tangga, yaitu Siska. Ken tidak ingin membunuh wanita itu, dia hanya ingin menciderai saja. setelah itu menembak Alfred yang belum bisa dipastikan pria itu masih hidup atau hampir mati.
Dor
Dor
Dor
Tiga tembakan melesat sempurna pada satu titik, yaitu jantung Alfred. Jadi bisa dipastikan kalau pria itu sudah tidak bernyawa.
“Ken, ampun! Jangan bunuh aku!” Hiro memohon ketakutan saat Ken hendak menarik pelatuk pistol itu.
Dor
Dor
Satu tembakan berhasil menembus perut Hiro, namun satu tembakan lagi berhasil menjatuhkan pistol yang dipegang oleh Ken.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️