Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 60 ~ Jangan Minta Maaf


__ADS_3

Warninggg!!!!!🔥🔥🔥🔥😂😂


Belum sempat Ken menyelesaikan kalimatnya, Michele segera membungkam mulut Ken dengan ciuman yang begitu rakus.


Ken masih dibuat terkejut dengan serangan mendadak Michele. Namun setelah beberapa detik kemudian, ia sudah bisa mengontrol emosi dan menguasai keadaan.


Saat Michele masih sibuk memberikan lu matan pada bibir Ken, pria itu mengangkat tubuh Michele dan menggendongnya lalu membawanya ke sofa yang ada di ruang tamu.


Kini Ken sudah lebih agresif daripada Michele. Pria itu duduk dengan Michele berada di atas pangkuannya. Keduanya sama-sama menikmati pagu tan yang semkin membuat suasana memanas.


Di tengah-tengah pergulatan lidah dan bibir itu, Ken mencoba untuk berpikir waras. Meskipun ia sudah dipenuhi oleh kabut gai rah.


“Apa maksud Michele meminta bukti adalah dengan cara seperti ini?” batin Ken dengan bibir yang masih sibuk memberi luma tan. Bahkan kini sudah turun ke leher jenjang Michele.


“Michele, sudah cukup! Ini tidak benar, kita tidak boleh melakukan lebih dari-“


Lagi-lagi Michele membungkam bibir Ken sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya. Apalagi kini tangan Michele sudah bergerak aktif mera ba dada Ken, hingga membuat sesuatu yang ada di bawah sana bergejolak.


Ken sudah tidak peduli lagi dengan ucapannya baru saja. Bibirnya pun kini sibuk mencumbu leher jenjang Michele. Tangannya juga sudah bergerak aktif melepas kancing kemeja yang digunakan oleh kekasihnya, hingga nampaklah dua bongkahan besar yang masih tertutup oleh kain penyangga warna hitam. Bahkan isinya seperti hendak keluar dari tempat persembunyiannya.


“Aku butuh pembuktian cinta kamu, Ken.” Lirih Michele dengan nafas terengah.


“Akan aku buktikan.” Jawab Ken dengan suara parau.

__ADS_1


Dengan napsu yang sudah membumbung tinggi, Ken melepas kemeja yang dikenakan oleh Michel. Bahkan dengan gerakan cepat tangan pria itu berhasil melepas kait penyangga aset Michele. Ia pun segera melahap dua buah yang berada tepat di hadapannya dengan sangat rakus.


Michele yang baru pertama kali merasakan hal ini, ada rasa geli dan nikmat bercampur jadi satu. Bahkan tangannya semakin menekan kepala Ken.


Setelah puas melahap dan memainkan ujung buah yang berwarna merah muda itu, Ken merebahkan tubuh Michele di atas sofa. Pria itu kembali mencium dan melu mat bibir kekasihnya dengan sangat rakus. Kemudian Ken menarik celana berbahan kain yang dikenakan Michele hingga nampaklah saat ini perempuan itu hanya mengenakan kain segitiga berwarna hitam yang menutupi intinya.


“Ken!!” Michele semakin geli saat merasakan lidah Ken menyapu pahanya yang putih mulus itu.


Ken semakin terbakar saat mendengar suara desa han Michele. Kemudian ia membuka sedikit kain penutup itu hingga menampakkan pemandangan menakjubkan di mata Ken. Pria itu segera menyapukan lidahnya di sana, Michele semakin menggelin-jang. Rasanya tidak bisa digambarkan. Ini adalah pengalaman pertamanya, begitu juga dengan Ken.


“Aku mencintaimu, Chel!” ucap Ken sebelum menarik melepas kain penutup intinya itu.


Michele menjawabnya dengan anggukan kepala saja, karena nafasnya juga sedang tidak beraturan. Bahkan ia berharap Ken tidak mengakhiri kegiatan mencum_bu intinya. Dia benar-benar sudah ketagihan dengan perlakuan manis Ken yang memabukkan.


Setelah dirasa cukup membuat inti Michele basah, Ken berdiri lalu melepas celana beserta cd-nya. Michele segera memalingkan muka saat melihat benda keramat milik sang kekasih yang sangat kokoh dan besar itu.


Michele mengangguk ragu sebagai jawabannya. Dia juga bingung dan takut akan melakukan itu semua. Walaupun cara ini cara terbodoh, namun ia tidak peduli dengan dampaknya nanti.


“Aku siap.” Dengan nafas memburu, Michele meyakinkan Ken agar segera melakukan penyatuannya.


Ken kembali mencium bibir Michele untuk memberikan ketenangan. Dia juga tahu kalau saat ini Michele sedang ketakutan. Sementara dirinya tidak bisa berhenti begitu saja setelah senjata miliknya menegang ingin melakukan penyatuan.


Perlahan Ken menekan senjatanya ke arah inti Michele. Rasanya sangat sulit untuk menembus inti itu, karena Michele ini pertama bagi keduanya.

__ADS_1


Michele menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa panas dan perih pada intinya. Bahkan tanpa sengaja jari-jarinya mencengkeram kuat punggung Ken.


“Tidak, Ken! Ini sangat sakit. Lepaskan! Aku nggak mau melanjutkan.” Michele akhirnya tidak kuat menahan rasa sakit itu. sementara senjata Ken sudah masuk setengahnya. Tidak mungkin ia menuruti permintaan kekasihnya untuk menyudahi kegiatan itu.


“Sayang, tenanglah! Rasa sakitnya hanya sebentar.” Bujuk Ken dengan memberi rang sangan kembali pada ujung aset Michele.


Saat Michele sudah terlena dengan lidah Ken yang sedang menjilat ujung asetnya, Ken kembali menekan senjatanya agar bisa masuk sepenuhnya.


Sontak saja Michele berteriak saat senjata milik Ken berhasil masuk memenuhi intinya. Bahkan Ken melakukannya dengan cukup kasar, karena sangat sulit dan takut Michele kembali meminta untuk berhenti.


Air mata Michele keluar begitu saja. sedangkan Ken masih berada di posisi yang sama dan membiarkan senjatanya diam di tempatnya.


“Maafkan aku.” ucap Ken dengan penuh penyesalan.


“Tidak. Jangan minta maaf, Ken! Akulah yang menginginkan semua ini.” jawab Michele dengan menahan rasa sakit pada intinya.


Ken mencium bibir Michele dan melu matnya dengan lembut. Setelah itu ia menggerakkan miliknya dengan pelan. Perlahan rasa sakit yang Michele rasakan hilang berganti dengan rasa nikmat.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2