Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 47 ~ Mencari Cara


__ADS_3

Sementara itu saat ini Hiro sangat marah pada Ken karena Aiden gagal dibunuh. Namun kemarahan Hiro tidak langsung diungkapkan pada Ken. Jadi Hiro hanya mengumpati Ken saja. bagiamanapun juga Hiro tahu kalau Ken adalah sosok yang berbahaya. Kalau dia memarahi Ken, dia khawatir Ken akan membocorkan tindak kejahatannya selama ini. apalagi Ken sampai membunuhnya.


Sejak tadi Hiro membiarkan panggilan dari sahabatnya yaitu Alfred. Sepertinya pria itu sudah mengetahui kabar bahwa Aiden gagal dibunuh.


“Biarkan saja saat ini Alfred marah padaku. bukankah Ken juga meminta waktu lama untuk bisa menghabisi Aiden. Jadi lebih baik memberi kesempatan pada Ken saja sampai ia berhasil membunuh Aiden.” Gumam Hiro.


***


Hari ini Michele sudah kembali menjalani rutinitasnya di kantor. begitu juga dengan Ken. Meskipun tangan pria itu masih terbalut perban, tapi ia tidak ingin bolos kerja. Apalagi setelah pengakuan Michele kemarin, Ken akan selalu melindungi kekasihnya dari bahaya.


Seperti biasa, Ken akan standby di pantry sambil menunggu perintah atasannya. Tadi pagi ia sudah bertemu dengan Michele setelah selesai membersihkan ruangannya.


Ken mendapat pesan dari Hiro. Pria itu mengatakan kalau masih memberinya kesempatan untuk membunuh Aiden. Bahkan Hiro juga akan ikut terjun langsung demi membantu melancarkan aksi Ken.


Ken hanya membaca pesan dari Hiro tanpa membalasnya. Lebih baik ia menunggu Hiro datang saja, baru ia akan bertindak. Lagi pula saat ini pikiran Ken sedang fokus pada pencarian pelaku pembunuh adiknya setelah mendapat petunjuk dari Michele.


Tiba-tiba saja terdengar deringan telepon. Dan itu pasti dari Michele. Benar saja Michele meminta Ken untuk membuatkan minuman. Sepertinya kekasihnya itu sedang kedatangan tamu.


Beberapa saat kemudian Ken masuk ke ruangan Michele dengan membawa secangkir kopi pesannya. Ternyata yang datang bukanlah tamu, melainkan mantan presdir perusahaan yang tak lain adalah Xander.


“Silakan, Tuan!” Ucap Ken sembari meletakkan minuman di meja.


“Tangan kamu kenapa, Ian?” Tanya Xander yang tanpa sengaja melihat perban di tangan sebelah Kiri Ken.

__ADS_1


Michele sangat terkejut mendengar pertanyaan Papanya. Kemudian ia melirik Ken yang masih bersikap tenang.


“Oh ini hanya luka ringan saat saya sedang memperbaiki atap kamar mandi yang bocor, Tuan.” Jawab Ken.


“O ya sudah kalau begitu.” Ucap Xander dan segera meminum kopi buatan Ken.


Ken pun segera keluar dari ruangan Michele. Samar-sama ia mendengar pembicaraan Michele dengan Papanya yang sebentar lagi akan pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Aiden.


**


Kini Michele sudah berada di rumah sakit bersama Papanya untuk menjenguk Aiden. Operasi yang dijalani Aiden berhasil dan berjalan lancar. Dan sekarang Aiden tinggal menjalani masa pemulihan.


“Semoga kamu lekas sembuh, Den!” ucap Michele menunjukkan rasa empatinya.


“Kamu jangan khawatir, Den. Om akan tetap membantumu mencari pelaku itu.” Sahut Xander yang tengah berdiri di samping Michele.


Sontak saja Michele sedikit panik. Dia takut kalau Papanya berhasil menemukan pelaku penusukan Aiden yang tak lain adalah kekasihnya sendiri. Dan perubahan wajah Michele berhasil menarik perhatian Aiden yang sedang berbaring di brankarnya.


“Kamu baik-baik saja, Chel?” tanya Aiden tiba-tiba.


“I..iya. aku baik-baik saja. memangnya kenapa?” Michele bertanya balik dan berusaha tetap tenang.


“Nggak apa-apa.” Hanya itu jawaban Aiden. Dia tidak ingin berasumsi kalau Michele seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Sekarang lebih baik dia fokus dengan kesembuhannya, lalu mencari sendiri pelaku penusukan itu.

__ADS_1


**


“Ken, kamu harus berhati-hati dengan Papa. Aku takut Papa mengetahui semuanya kalau penyebab kematian Om Barrack sekaligus pelaku penusukan pada Aiden.” Ucap Michele pada Ken setelah ia dari rumah sakit.


“Kamu tenang saja. aku sangat tahu kalau Papamu memang sangat pintar mengungkap suatu kejahatan. Jika dulu aku membunuh Barrcak karena perintah seseorang, namun kini mengenai Aiden sepertinya bukan tugasku lagi. aku akan fokus mencari pembunuh Angel. Dan untuk Aiden, justru Papa kamu yang harus berhati-hati padanya. Ehm lebih tepatnya keluarga kamu.”


“Apa maksud kamu, Ken? Kenapa aku dan Papa yang harus berhati-hati?” tanya Michele bingung.


“Aiden saat ini mempunyai niat jahat pada keluarga kamu, Chel. Aku nggak tahu bagaimana kamu menceritakan semua ini pada Papa kamu. Asal jangan mengatakan kalau aku yang memberitahu semuanya.” Ucap Ken lalu ia melanjutkan ceritanya tentang keluarga Aiden. Lebih tepatnya tentang kedua orang tua Aiden yang masih mempunyai hubungan masa lalu dengan Mama Michele.


Ken mengatakan kalau Barrack dulunya adalah seorang pria yang pernah mempunyai hubungan asmara dengan Silvia. Nama Barrack dulu adalah Rendy. Lalu ia malakukan operasi wajah dan mengganti identitasnya, hingga tak seorang pun mengenalinya termasuk Silvia. Barrack memang mendekati Xander untuk menghancurkan perusahaannya, setelah itu akan merebut Silvia saat Xander terpuruk.


Michele sangat terkejut mendengar cerita Ken. Entah Ken tahu semua informasi itu darimana, yang pasti Michele sangat percaya dengan beberapa bukti yang ditunjukkan oleh Ken.


“Terima kasih banyak, Ken. Mulai sekarang aku akan lebih berhati-hati pada Aiden. Dan aku akan mencari cara untuk memberitahu semua itu pada Papa.” Ucap Michele.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2