Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 91~ Memberi Nasehat


__ADS_3

Tengah malam Celine terbangun dari tidurnya. Wanita itu merasa lapar, karena tadi saat makan malam ia hanya makan sedikit. Namun saat ia menggerakkan tubuhnya, Celine merasakan ada lengan kokoh yang memeluknya dengan posesif. Siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri.


Aiden tidur dalam posisi memeluk Celine dari belakang. Pria itu semalaman tidak bisa tidur lantaran sedang didiamkan istrinya. Lalu saat mengintip Celine sudah tertidur pulas, akhirnya Aiden nekat masuk kamar dan ikut tidur bersama istrinya.


“Sayang, mau kemana?” Aiden langsung terbangun saat merasakan sentuhan tangan Celine.


Celine tidak menjawab. Wanita itu perlahan bangun dan memposisikan tubuhnya duduk sebelum beranjak keluar dari kamar. Aiden pun tidak tinggal diam. Ia mencegah istrinya untuk keluar kamar. Aiden juga tahu kalau istrinya bangun karena lapar.


“Apa kamu mau makan?” tanyanya setelah Celine kembali duduk di bibir ranjang.


“Aku mau ambil sendiri.” Jawabnya dan kembali beranjak. Namun lagi-lagi Aiden mencegahnya. Pria itu segera keluar kamar dan mengambil makanan untuk istrinya.


Celine hanya menghembuskan nafasnya pelan setelah suaminya keluar dari kamar. Ia lantas mengusap perutnya dengan lembut berharap anak dalam kandungannya baik-baik saja setelah hatinya sempat terguncang beberapa saat yang lalu.


Tak lama kemudian Aiden kembali ke kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan segelas susu hangat untuk sang istri. Celine langsung makan makanan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Begitu juga dengan Aiden. Pria itu menatap istrinya yang sedang makan. Ada rasa bersalah dalam dirinya setelah kedatangan sang mantan. Ingin menjelaskan kembali pada Celine pun sepertinya wanita itu masih marah dan tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun darinya.


Setelah beberapa menit menghabiskan makananan dan minuman itu, Celine memilih duduk di sofa yang ada di depan ranjangnya. Wanita itu berselonjar kaki di sana dengan punggung bersandar pada sandaran sofa.


Aiden mendekati istrinya dan duduk di tepat di sebelah Celine. Lalu tangannya terulur memijit kaki istrinya. Namun sayangnya Celine menolak. Dia tidak ingin dipijit oleh suaminya, karena hatinya masih sangat kesal dengan pria itu.


“Keluarlah!” usir Celine.


“Tidak. Aku akan tetap di sini menemani istri dan calon anakku.” Tolak Aiden.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Aiden seperti itu, Celine memilih bangun. Biar dirinya saja yang keluar dari kamar kalau Aiden tidak mau keluar. Aiden merasa jenuh dan tidak tahan lagi dengan situasi seperti ini. dengan gerakan cepat, pria itu memeluk istrinya yang hendak keluar kamar.


“Lepaskan aku! biarkan aku pergi! Aku mau pulang saja!” Celine meronta dalam pelukan Aiden.


Aiden semakin mengeratkan pelukannya. Tidak mungkin ia membiarkan istrinya pulang saat tengah malam seperti ini. selain tidak baik untuk calon buah hatinya, Aiden juga tidak ingin masalah rumah tangganya diketahui oleh mertuanya. Cukup Mamanya saja yang tahu tentang ini.


“Sayang, please jangan seperti ini! dengarkan dulu penjelasanku!” pinta Aiden dengan nada lembut.


“Tidak ada lagi yang ingin dijelaskan. Semuanya sudah jelas. Aku ingin setelah anak ini lahir, segera ceraikan aku. setelah itu kamu bisa mempertanggungjawabkan perbuatan kamu pada kekasihmu itu.” ucap Celine berapi-api.


Jelas saja Aiden sangat terkejut mendengarnya. Ingin sekali pria itu marah, namun berusaha kuat menahannya. Karena kemarahan istrinya jika dibalas dengan kemarahan, pasti tidak akan menemui solusi.


“Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu! Aku akan menyelesaikan semua ini. maafkan aku.” ucap Aiden dengan nada pilu. Karena dadanya terasa sesak saat Celine justru ingin berpisah darinya. Wanita yang mati-matian ia perjuangkan, tidak akan semudah itu Aiden melepaskannya.


Aiden sangat khawatir melihat istrinya diam dengan wajah yang seperti menahan sakit. Pria itu duduk di samping istrinya dan mengusap lembut perut Celine.


Celine tidak banyak komentar. Ia memilih menutup matanya saja, karena kram perut yang ia rasakan tadi perlahan hilang setelah mendapat sentuhan dari suaminya.


**


Keesokan harinya Celine bangun dari tidurnya, namun Aiden tidak ada lagi di sisinya. Ada rasa sakit saat membayangkan kalau Aiden benar-benar pergi meninggalkannya.


Cklek

__ADS_1


Celine meilhat mama mertuanya masuk dengan membawa segelas susu yang masih hangat. Wanita paruh baya itu tahu kalau menantunya sedang bersedih.


“Sayang, minum dulu susunya!” ucap Tania dengan lembut.


“Terima kasih, Ma.” Jawab Celine dan langsung meminum susu itu.


“Suami kamu sedang keluar. Ada urusan penting. Mama sendiri juga tidak tahu. Dia tadi hanya bilang titip kamu saja.” ucap Tania seolah mengerti apa yang ada di pikiran menantunya.


Celine hanya mengangguk. Kemudian ia bangun untuk mencuci mukanya ke kamar mandi. namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Tania.


“Mama berharap hubungan kalian berdua baik-baik saja dengan kejadian kemarin, Sayang. Karena Mama sangat yakin kalau Aiden sangat mencintai kamu. Coba kamu lihat Mama yang bertahan selama puluhan tahun menikah dengan pria yang tidak pernah mencintai Mama. Bagi Mama, masalah kamu ini tidak lebih berat daripada masalah Mama dulu. Untuk itu, Mama mohon pertahankan pernikahan kalian!” Tania memberi nasehat.


.


.


.


*TBC


Maap ya guys hari ini cuma bisa up 1bab🙏🙏 Next part akan kembali dg cerita Ken dan Michele.


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2