Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 43 ~ Kartu Undangan


__ADS_3

Ken dan Michele masih menikmati pagu_tannya. Mereka saling mencecap memberikan kenikmatan. Perlahan tangan Ken mengangkat tubuh Michele hingga perempuan itu berpindah tempat di atas pangkuannya.


Nafas mereka sama-sama terengah. Sejenak Ken melepas paguta_nnya dan memberikan Michele waktu untuk menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Setelah itu Ken kembali menekan tengkuk kekasihnya dan kembali bercumbuu mesra.


“Ken!!!” Michele mengaduh kecil saat lidahnya digigit dengan sengaja oleh Ken.


Suara manja Michele itu tanpa sadar telah membangkitkan sesuatu dari tubuh Ken yang berada di bawah sana. Pria itu semakin terbakar. Tangan Ken yang sejak tadi menekan tengkuk Michele, kini mulai bergera menuju dua buah bongkahan menggoda milik Michele yang masih tertutup blazer.


“Ken!!” lagi-lagi suara Michele membuat Ken seperti hilang akal. Apalagi suaranya kali ini disertaai dengan desa han manja.


Ken melepas pagutannya. Kemudian ia mendaratkan kepalanya pada dua buah segar di hadapannya itu. ia juga sedikit menurunkan blazer Michele lalu meninggalkan gigitan kecil dengan bekas kemerahan di dada Michele.


“Maafkan aku!” ucap Ken yang kini sudah menarik Michele ke dalam pelukannya.


Ken buru-buru sadar. Dia tidak mau kelepasan. Dia juga tidak mau merusak Michele sebelum perempuan itu sah menjadi miliknya. Cukup ini yang terakhir baginya hingga bisa berbuat seperti tadi.


Mengingat kata sah. Ken sampai melupakan pertanyaan Michele tadi. bisa-bisanya dia justru tergoda dengan bibir manis kekasihnya.


“Hmm…” gumam Michele dalam dekapan Ken.


Jujur saja Michele tadi juga sangat menikmati permainan Ken. Dia juga sebenarnya menginginkan lebih dari itu. Entahlah, belenggu cinta Ken membuatnya seperti hilang kendali. Untung saja Ken segera mengakhirinya.


“Kenapa kamu menanyakan sebuah pernikahan? Apakah kamu buru-buru menikah?”


“Nggak. Bukan begitu. Apa kamu sama sekali tidak memikirkan sebuah pernikahan?”

__ADS_1


Ken menurunkan Michele dari pangkuannya. Kini perempuan itu duduk di samping Ken dengan kepala masih bersandar pada dada bidang Ken.


“Sebenarnya aku ini tipe orang yang tidak suka mengobral janji. Aku tidak akan membuat sebuah komitmen jika masih ada sesuatu hal yang belum aku selesaikan. Aku harap kamu paham dengan arah pembicaraanku.” Ucap Ken.


Michele hanya menganggukkan kepalanya. Bukan ia buru-buru menikah ddan meminta Ken segera menikahinya. Dia hanya takut saja jika terjadi hal buruk dengan Ken, dan hubungannya masih samar-samar. Michele berharap pada Ken, jika pria itu memikirkan pernikahan dan hidup berumah tangga, perlahan Ken bisa melupakan balas dendamnya. Dan bisa mengikhlaskan kepergian keluarganya yang begitu tragis. Namun sayangnya sangat sulit.


“Aku yakin dengan takdir Tuhan. Jika memang kita ditakdirkan berjodoh, kita pasti akan dipersatukan. Tak peduli berapa lama dan ujian apa yang menimpa hubungan kita.” Ucap Ken dengan mendongakkan kepala Michele hingga ia bisa menatap netra kekasihnya.


Mata Michele berkaca-kaca mendengar kalimat yang dilontarkan Ken baru saja. memang ia tahu kalau perjalanan cintanya tidak akan mulus. Tapi untuk menghadapi hal buruk itu, Michele rasanya tidak sanggup.


“Hei, kenapa kamu menangis?” Ken terkejut saat Michele sudah meneteskan air mata.


“Aku takut, Ken. Aku takut kehilangan kamu. Aku tidak sanggup jika nanti kita menghadapi kejadian buruk itu.” jawab Michele disertai isakan lirih.


***


Hari berganti hari. Setiap hari hubungan Ken dan Michele semakin mesra. Dan selama mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, tak seorang pun yang mengetahui ataupun mencurigainya. Kecuali Ivan.


Ivan sendiri juga tidak mau ambil pusing dengan hubungan mereka. Dia juga tidak mau kehilangan pekerjaannya hanya karena membocorkan hubungan atasannya dengan seorang OB.


**


Malam ini Ken sedang membaca sebuah pesan dari orang yang biasa memberikan pekerjaan. Lagi-lagi ada tugas berat yang diberikan untuknya. Dan kali ini Ken mendapat perintah untuk membunuh Aiden.


Ken tahu siapa itu Aiden. Karena dari informasi yang didapat dari Hiro, si pemberi pekerjaan. Mengatakan kalau Aiden adalah anak dari Barrack. Dan sepertinya Hiro ingin menghabisi Aiden sekalian. Karena pria itu ingin menghancurkan seluruh keluarga Barrack.

__ADS_1


Tentu saja Ken menerima pekerjaan itu. tapi menurutnya pekerjaan ini paling sulit yang pernah ia temui. Biasanya Ken hanya mendapat tugas membunuh satu orang saja. begitu selesai, ia akan melakukan pekerjaan yang tidak berhubungan dengan orang yang baru saja dibunuhnya.


Dan untuk kali ini, ia harus membunuh anak dari pria yang sudah berhasil ia bunuh. Tentunya Ken harus mencari cara dan menggali banyak informasi mengenai Aiden. Aiden juga pasti berusaha melindungi dirinya sendiri setelah mendapati kejanggalan atas kematian Papanya. Ken tidak ingin sampai gagal membunuh Aiden.


Ken membalas pesan dari Hiro kalau ia butuh waktu lama, setidaknya selama satu atau bisa lebih. Akhirnya dengan berat hati Hiro menyetujui permintaan Ken. Karena Hiro sendiri juga sangat percaya dengan hasil kerja Ken.


***


Michele kini sedang sibuk di ruang kerjanya. Beberapa hari yang lalu ia habis meeting dengan Aiden. Dan pria itu masih sama dengan perubahannya yang membuat Michele sedikit heran.


Tangan Michele membolak-balikkan sebuah kartu undangan acara ulang tahun perusahaan Barrack yang kini dipegang penuh oleh Aiden.


“Aku harap kamu dan kedua orang tua kamu hadir di acara nanti. Kamu tahu sendiri kan kalau selama ini kedua orang tua kita berhubungan baik.” Papar Aiden saat itu setelah meeting selesai.


“Apakah aku harus datang? Atau Papa dan Mama saja yang datang?” gumam Michele.


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2