Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 57 ~ Tidak Merestui


__ADS_3

Plakkkk


Silvia menampar Xander dengan keras. Dia sangat tidak terima dengan kalimat yang dilontarkan suaminya baru saja. seolah-olah dirinya bukanlah seorang Ibu yang baik buat anak-anaknya. walau memang sifat Michele lebih manja dari adiknya, yaitu Celine. Tapi bukan berarti ia bisa menerima tuduhan seperti itu dari suaminya.


“Cukup Xander!! Jaga mulut kamu kalau berbicara sebelum kamu menyesalinya.” Ucap Silvia lalu membawa Michele masuk ke dalam kamar.


Xander tak bereaksi apapun dengan ancaman istrinya baru saja. dia masih fokus dengan urusan Ken. Padahal jika dipikir-pikir, Xander sama sekali tidak dirugikan dan tidak ada hubungannya dengan perbuatan jahat Ken. Ken hanya berurusan dengan Aiden dan Barrack. Mungkin dia hanya terkejut saat mengetahui fakta kalau Michele berhubungan dengan Ken. Tapi, harusnya pria itu tahu kalau masalah perasaan tidak bisa dipaksakan.


Akhirnya Xander memilih masuk ke ruang kerjanya. Ia akan menghubungi Aiden tentang apa yang dilakukan pria itu pada Ken tadi. Xander juga akan menyarankan pada Aiden agar tidak gegabah dengan melaporkan Ken pada polisi.


Berulang kali Xander menghubungi Aiden, namun sama sekali tidak ada jawaban. Mungkin Aiden saat ini sedang memberikan hukuman pada Ken. Begitulah yang ada dalam benaknya.


Sekarang lebih baik, Xander menyadap ponsel Michele. Bisa dipastikan kalau anaknya masih berhubungan dengan Ken setelah kejadian tadi.


***


Sementara itu, saat ini Ken sedang berada di apartemennya. Pria itu memilih pergi meninggalkan rumah kontrakannya yang dirasa sudah tidak aman lagi. dan hanya apartemen lah tempat yang sangat aman saat ini.


Ken pun tak kalah cerdiknya dengan Xander. Ia bahkan bisa masuk ke apartemen tanpa diketahui oleh siapapun, khususnya Aiden dan Xander.


Sshhhh….


Ken meringis saat ia sedang mengompres sendiri lukanya. Bagaimanapun juga luka yang diberikan oleh Xander tadi harus diobati. Setelah selesai, Ken memilih istirahat sejenak. Namun matanya tidak bisa terpejam.

__ADS_1


Ken memikirkan Michele. Bagaimana nasib kekasihnya saat ini setelah kedua orang tuanya mengetahui hubungannya. Namun Ken tidak berniat menghubungi Michele, karena dia tahu kalau Xander sudah bergerak cepat menyadap ponsel putrinya. Justru Ken memilih menonaktifkan nomornya dan mengaturnya agar tidak bisa dilacak oleh siapapun. Namun ia bisa melacak keberadaan kekasihnya melalui alat pelacak yang ada pada kalung Michele.


Mungkin untuk sementara Ken memilih mengesampingkan urusan percintaannya dengan Michele. Lagi pula keadaan juga masih memanas. sekarang lebih baik ia fokus mencari informasi tentang Hiro.


Ken berniat, dalam waktu dekat akan mendatangi tempat tinggal Hiro untuk mengorek informasi tentang pria itu. kemudian ia mengambil ponsel khususnya yang biasa digunakan berkomunikasi dengan Hiro. Ken mengetikkan pesan untuk membuat janji pertemuan dengan pria itu dengan alasan membahas Aiden.


Ken harus bertindak cepat untuk mengungkap misteri kematian Papa dan adiknya. Karena bisa jadi saat ini Aiden sedang menyusun strategi untuk membalas dendam padanya.


Tak lama kemudian Ken mendapat balasan dari Hiro, kalau pria itu mau bertemu dengannya di tempat tinggalnya yang ada di luar kota. Hiro mengatakan kalau ia sanggup bertemu dengan Ken empat hari lagi, karena pria itu sedang sibuk.


“Ck, sibuk membunuh orang.” Ken berdecak kesal sambil membaca pesan Hiro.


***


Michele baru saja keluar dari kamarnya. Perempuan itu hendak mengambil air minum dengan masih mengenakan pakaian tidurnya. Bahkan matanya masih sembab lantaran menangis semalaman.


“Kamu jangan lagi berharap masih bisa berhubungan dengan pembunuh itu.” tiba-tiba terdengar suara bariton yang mengagetkannya saat hendak membuka kulkas.


Michele diam di tempat dan enggan menatap Papanya.


“Papa pastikan mulai hari ini dia sudah pergi dari negara ini.” lanjut Xander.


Semalam Xander mendapat informasi kalau Ken sudah meninggalkan rumah kontrakannya. Jadi tanpa bersusah payah, Xander lega akhirnya pria itu menyerah begitu saja. dia juga sudah memastikan kalau Ken tidak lagi mengganggu Michele. Karena memang setelah kepergian Ken dari rumahnya, Xander tidak bisa menemukan lagi jejak Ken.

__ADS_1


“Apa Papa lupa, kalau Ken lah yang mengungkap kejahatan di perusahaan kita? Sebenarnya apa yang dirugikan oleh Ken pada Papa? Justru Michele beruntung Om Barrack meninggal.”


“Cukup, Michele!!”


Akkhirnya pagi itu terjadilah kembali pertengkaran dan perdebatan hebat antara anak dan ayah. Michele sudah tidak selemah kemarin. Mungkin inilah saatnya ia membuka mata Papanya untuk mengetahui siapa Barrack dan Aiden itu.


“Tidak, Pa! Michele akan menjelaskan semua ini pada Papa.” Ucap Michele dengan tatapan tajam. Dia tidak peduli jika Papanya akan memarahinya lagi.


“Perlu Papa tahu kalau selama ini Ken telah berbuat banyak pada perusahaan. Selain menangkap si pengedar narkoba itu, Ken juga lah melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Om Barrack menaruh alat penyadap suara di ruang kerja Papa. Beruntungnya dengan cepat Michele mengambilnya. Jadi sekarang Apa yang membuat Papa sangat marah kalau ternyata Ken yang membunuh Om Barrack. Papa mau melindungi musuh Papa?”


Xander terdiam. Dia masih belum bisa mencerna dan mempercayai ucapan Michele begitu saja.


“Tapi sampai kapanpun Papa tidak akan pernah merestui kamu dengan pembunuh itu.” ucap Xander lalu pergi meninggalkan Michele begitu saja.


.


.


.


*TBC


Ihhh... dari dulu Xander selalu buat onar😏😏

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2