
Sudah dua kali tangan Ken mendapat tembakan. Tapi kali ini dia terkejut saat melihat siapa orang yang telah menembaknya.
“Kamu juga harus mati sekarang juga!”
Ternyata itu adalah suara Aiden. Dia berjalan mendekati Ken. Sejak tadi ia berusaha masuk untuk menghabisi Alfred. Kini saat berhasil masuk rumah setelah menghabisi anak buah Alfred, Aiden melihat orang yang ingin dibunuh sudah tewas bersimbah darah. Hanya tersisa Ken saja. pria yang membunuh Papanya.
Mendapat todongan pistol dari Aiden, Ken berusaha mencari cara sambil berjalan mundur. Karena saat ini dia tidak memegang senjata. Pistol yang terjatuh tadi pun kemungkinan sudah tidak terisi peluru.
“Kamu mau lari kemana, hah? Kini giliran kamu yang harus mati.” Ucap Aiden lalu menarik pelatuk pistolnya.
Dor
Ken berhasil menghindar. Peluru itu tidak tepat sasaran. Aiden pun semakin marah. Ia mengejar Ken dengan terus menembaknya. Hingga akhirnya Ken terpojok dan tidak bisa lagi menghindar. Luka di kakinya yang terus mengeluarkan darah juga membuat tubuhnya sedikit melemah. Apalagi tangannya yang mendapat luka tembak dua kali.
“Sekarang saatnya kamu pergi ke neraka menyusul dua pria itu.” Aiden berkata dengan senyum sinis.
Dengan jarak sekitar lima meter, Aiden sangat yakin kalau peluru itu mampu menembus jantung Ken.
Dor
Ken sama sekali tidak merasakan sakit. Karena peluru itu melesat pada tubuh seseorang yang ambruk di hadapannya. Dia sangat terkejut saat melihat pria itu adalah Xander.
Dengan mengumpulkan semua kekuatannya, Ken berlari cepat dan mengambil kusri. Setelah itu melemparkannya pada Aiden.
Brakkk
Aiden masih fokus dengan Xander yang baru saja ia tembak, lalu ia pun ikut ambruk setelah sebuah kursi melayang mengenai tubuhnya.
Ken pun segera menyerang Aiden dengan memberikan pukulan bertubi-tubi, namun tidak untuk menghilangkan nyawanya. Setelah dipastikan Aiden tidak mampu membalasnya, Ken segera membawa Xander pergi ke rumah sakit.
***
__ADS_1
Tiga jam kemudian.
Ken berjalan tertatih karena luka pada pergelangan kakinya masih terasa nyeri. Ia baru saja keluar dari ruang perawatan di sebuah rumah sakit tak jauhdari kediaman Alfred.
Ken sudah berdiri di depan ruang rawat Xander. Menurut informasi dari perawat, dua jal yang lalu Xander baru saja menjalani operasi pengambilan peluru yang bersarang pada dada bagian atas.
Cklek
Perlahan Ken membuka pintu dan dan ada sosok pria sedang terbaring lemah di atas bernkar. Ken mendekati Xander untuk melihat keadaannya sekaligus menanyakan maksud kedatangan pria itu ke rumah Alfred.
“Tuan. Bagaimana keadaan anda?” tanya Ken.
“Sudah lebih baik. Ini hanya luka ringan saja. lalu bagaimana keadaan kamu?” Xander bertanya balik.
Ken masih diam. dia sangat heran dengan sikap Xander yang tampak berbeda. Karena terakhir Ken bertemu dengan pria itu, Xander memukulinya hingga babak belur saat dirinya ketahuan sedang bermesaraan dengan Michele.
“Saya juga baik, Tuan.” Jawab Ken.
“Kamu pasti bertanya kenapa tiba-tiba aku berada di rumah Alfred, bukan?” tanya Xander seolah mengerti isi kepala Ken.
Ken menjawab dengan anggukan samar.
“Karena aku tahu kamu sedang berada di sana dan ingin membalaskan dendam kematian Papa kamu.” Ucap Xander.
Ken sangat terkejut. Bagiaman bisa Xander mengetahui itu semua. Setelah itu Xander bercerita kalau dulu dirinya pernah mendapat bantuan dari mendiang Papa Ken. Bahkan kematian Magana akibat kecelakaan membuat semua kalangan pengusaha terkejut, termasuk Xander. Padahal dia ingin sekali membalas budi baik Magana.
Beberapa hari yang lalu Xander berusaha mencari informasi tentang Ken. Tentunya dengan bantuan sahabatnya yang tak lain adalah Sean. Xander mendapat informasi bahwa Ken adalah putra dan satu-satunya anak yang tersisa dari keluarga Magana. Xander juga mendapat informasi bahwa Ken menjadi seorang pembunuh bayaran lantaran ingin mencari pembunuh Papa dan juga adiknya. Dia yang dulu pernah bekerjasama dengan Magana, meskipun sebentar, namun ia juga tahu siapa saja kalangan pengusaha yang dekat dengan Magana. Termasuk Alfred dan Barrack.
Setelah menelusuri beberapa informasi penting, Xander menemukan keberadaan Ken yang tengah berada di kota kecil tempat Alfred tinggal. Tentunya Ken ingin menghabisi pria yang telah membunuh keluarganya. Dan Xander memutuskan untuk membantu Ken. Setidaknya melalui Ken lah ia bisa membalas budi baik Magana.
Ken tidak menyangka saat mendengar semua penjelasan Xander baru saja. Lalu, apakaha setelah ini hubungannya dengan Michele akan direstui oleh Xander.
__ADS_1
“Kamu adalah pria hebat. Sama seperti mendiang Papamu, Ken.” Kini Xande mengubah nama pangggilan Ken, bukan Ian lagi.
“Bahkan Papa kamu bisa menumpas lawan bisnis yang mempunyai niatan buruk dengan tangannya sendiri tanpa ada seseorang yang membantunya.”
Ken masih diam dan menyimak ucapan Xander.
“Kamu adalah Magana kedua. Setelah ini kamulah yang menggantikan Papa kamu menjadi pengusaha hebat dan cerdas. Namun tentunya kamu juga pasti akan mempunyai banyak musuh seperti Papa kamu.”
“Kamu tahu, Ken kalau Michele adalah anak perempuanku yang sangat aku sayangi. Meskipun aku mempunyai dua orang putri. Namun aku lebih menyayangi Michele.”
Ken hanya menganggukkan kepala tanpa tahu harus menjawab apa.
“Aku juga tahu kalau kamu sangat mencintai Michele. Tapi, maafkan aku, Ken. Aku tidak ingin nasib Michele berakhir sama dengan Mama kamu nantinya. Aku dan juga istriku tentunya tidak mau Michele hidup menderita karena kamu mempunyai banyak musuh yang ingin menumbangkan kamu. Bisa jadi Michele nanti akan menjadi korbannya.”
Mata Ken berkaca-kaca. Sudah tahu kemana arah tujuan pembicaraan Xander setelah ini. ia pun berpikiran sama. Dia tidak mau jika nantinya nasib Michele sama dengan Mamanya.
“Michele itu sangat suka dengan kebebasan. Jika kamu mencintainya, lepaskanlah dia! Kamu juga bisa menjalani hidup kamu dengan tenang, begitupun juga dengan Michele.”
“Setelah ini pergilah sejauh mungkin, dan jangan pernah menunjukkan informasi sedikitpun tentang keberadaan kamu. Apa kamu bisa, Ken?”
Sungguh Ken sangat berat dengan permintaan Xander. Namun hatinya juga lemah dan tidak mau jika nantinya Michele hidup menderita karenanya. Meskipun disuguhi dengan harta yang melimpah.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1