Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 98 ~ Babak Belur


__ADS_3

Pukul sepuluh malam. Michele baru bangun dari pingsannya. Wanita itu melihat sekeliling tampak asing. Setelah itu melirik pergelangan tangannya yang sudah terpasang selang infus.


“Sayang, kamu sudah bangun?” tanya Silvia cemas.


“Ma, memangnya Michele kenapa?” tanyanya sedikit bingung dan lupa ada kejadian apa sebelumnya hingga berujung terbaring di atas brankar rumah sakit.


“Kamu tadi pingsan saat ikut menemani Celine akan melahirkan. Mama sangat khawatir, tapi setelah itu Mama sangat senang setelah tahu kalau Mama akan mempunyai cucu lagi.” jawab Silvia dengan tersenyum simpul.


“Cucu lagi? apa maksud Mama?” Rupanya Michele masih belum mengerti.


“Iya, Sayang. Kamu sedang hamil. Bahkan usia kandungan kamu diperkirakan sudah tujuh minggu, dan kamu sama sekali tidak tahu?”


Michele menggeleng pelan. Bagaimana bisa selama ini dia tidak tahu dan lupa dengan tanda-tanda kehamilan. Tapi yang pasti dengan kabar ini, Michele sangat bahagia, akhirnya Tuhan mempercayakan dirinya lagi untuk diberi momongan.


“Ken dimana, Ma? Lalu, apa Celine sudah melahirkan?” tanya Michele setelah menyadari kalau di dalam ruangannya tidak menemukan keberadaan suaminya.


“Celine belum melahirkan. Dia masih berada di ruang bersalin. Kalau suami kamu masih sibuk, Sayang. Sudah, yang penting keadaan kamu baik-baik saja.” jawab Silvia.


Michele terdiam. Dia baru ingat kalau tadi setelah makan malam bersama keluarganya, tiba-tiba melihat Celine meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Setelah itu ia ikut pergi ke rumah sakit mengantar sekaligus menemani adiknya yang akan melahirkan. Dia juga menghubungi Ken, tapi sayangnya tidak ada jawaban. Sampai sekarang pun suaminya belum terlihat batang hidungnya. Perasaan Michele semakin was-was, takut terjadi hal buruk dengan suaminya.


Tak lama kemudian Xander masuk ke ruangan rawat Michele, pria paruh baya itu sejak tadi juga menunggu di depan ruang persalinan. Bergantian dengan sang istri. Kini Xander ingin melihat keadaan anak pertamanya yang sepertinya baru bangun.


“Sayang, Papa senang kamu sudah bangun. Selamat, ya akhirnya Papa akan mempunyai cucu kedua dari kamu.” Ucap Xander sambil memeluk Michele.


Kini Xander yang menemani Michele. Sedangkan Silvia akan bergantian ke ruang persalinan dimana Celine berada. Meskipun ada Aiden di sana, namun tetap saja seorang ibu ingin menemani anaknya yang sedang berjuang melahirkan cucunya.


***

__ADS_1


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda. Tampak seorang pria sedang duduk termenung dan dalam kondisi yang sangat kacau.


Ken meremat kuat rambutnya. Tangannya masih terkepal kuat ingin melampiaskan amarahnya, namun kepada siapa. Dia juga tidak tahu. Sedangkan tak jauh dari tempatnya duduk, ada seorang gadis. Lebih tepatnya mantan gadis, sedang tidur sambil terisak pilu setelah mahkotanya direnggut paksa oleh seseorang.


Ken benar-benar bingung sekaligus merasa bersalah. Bagaimana bisa ia lalai menjaga Adel yang sudah seperti adik kandungnya sendiri, hingga membuat perempuan itu dalam keadaan seperti sekarang ini. dia takut jika nanti kedua orang tuanya murka karena gagal menjaga Adel.


Sedangkan di dalam kamar mandi hotel dimana Ken berada saat ini terdengar gedoran pintu berulang kali dengan diiringi suara teriakan seseorang seperti sedang mengamuk. Namun Ken membiarkannya dan tidak akan membukakan pintu kamar mandi sebelum dokter datang menangani Ivan.


#Flashback On.


Ken masih sibuk menikmati makan malamnya bersama Vanda. Dia mengabaikan wanita itu walau sejak tadi terus menatapnya dengan tatapan nakal. Namun sambil makan, Ken berkirim pesan dengan seseorang untuk membuat bagaimana caranya Vanda keluar dari ruangan ini dan mendatangi Aldo yang sejak tadi menunggunya di dalam mobil. Karena Ken akan memberikan kejutan untuk Aldo dengan memnaggil istrinya setelah mengirim bukti perselingkuhan Aldo dengan Vanda.


Ken juga menghubungi Ivan. Karena setelah memastikan Aldo terpergok oleh istrinya, dia akan menyusun strategi untuk menghancurkan perusahaan Aldo.


“Maaf, Tuan Ken. Saya ijin keluar sebentar!” pamit Vanda setelah mendapat pesan dari seseorang yang tak lain adalah Aldo.


“Iya, silakan Nona.” Jawab Ken dengan tersenyum smirk.


“Kamu kerjakan ini dulu, Van!” ucap Ken sebelum keluar menyusul Vanda.


“Baik, Tuan.”


Ken lupa kalau tadi juga ada janji dengan Adel untuk membahas masalah perusahaannya sendiri. Ken juga meminta Adel datang ke restaurant yang sama. Karena rencananya setelah urusannya mengenai Aldo selesai, ia akan membahas perusahaannya dengan Adel.


“Ken!” panggil Adel yang baru saja memasuki restaurant.


“Del, sorry aku hampir lupa kalau ada janji dengan kamu. Tapi tunggulah sebentar, aku masih ada urusan. Kamu tunggu di ruangan VVIP no 7. Di sana juga ada Ivan. Setelah ini aku akan ke sana.” Ucap Ken.

__ADS_1


Setelah Adel pergi, Ken segera menyusul dimana Vanda dan Aldo sekarang berada. Dia menghentikan langkahnya tak jauh dari tempat parkir. Dan di sana suasana sangat ramai yang tertuju pada sebuah mobil yang tak lain mobil Aldo.


Tampak seorang wanita paruh baya sedang menarik paksa Vanda bahkan sampai menamparnya berulang kali. Sedangkan Aldo sendiri tampak kacau melihat istrinya memergoki dirinya yang sedang bersama Vanda.


Seseorang tiba-tiba datang menghampiri Ken. Dan orang itu adalah Noah.


“Apa ini ulah kamu?” tanya Noah to do point.


“Tenang saja, aku tidak marah. Justru aku sangat berterima kasih karena kamu telah membantuku.” Lanjut Noah dengan suara sendu.


Entah apa maksud dari ucapan Noah, Ken tidak mengerti. Dia hanya mengangguk saja. setelah itu melihat Noah pergi menghampiri Mamanya yang masih mengamuk ingin menyerang Vanda.


Cukup lama Ken menyaksikan pertunjukan itu. kini saatnya ia melanjutkan misinya yang sudah ia susun. Ken pun kembali ke ruangan VVIP dimana Ivan dan Adel menunggunya.


Sesampainya di depan ruangan VVIP, Ken tidak bisa membuka pintu itu. dan sepertinya ada yang mengunci dari luar. Ken terus mengetuk, karena dia berfirasat ada yang tidak beres di dalam ruangan itu.


Samar-samar Ken mendengar suara teriakan perempuan. Dia pun segera berlari meminta bantuan pihak restaurant untuk membuka pintu ruangan itu.


Betapa terkejutnya Ken saat melihat keadaan Adel dengan pakaian yang sudah terkoyak. Di sampingnya ada Ivan dengan nafas tersengal dan baru saja menggagahi Adel. Bahkan Ivan ingin melakukannya lagi tanpa peduli ada Ken di sana. Akhirnya Ken menghajar Ivan sampai babak belur dan meminta orang membawanya ke hotel terdekat. Dia juga menyelamatkan Adel.


#Flashback Off.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2