Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 46 ~ Tatoo


__ADS_3

“Itu… dia… Ange…lica sahabatku waktu SMP.” Jawab Michele dengan suara terbata dan air mata yang mengalir semakin deras.


“Apa yang kamu katakan, Chel? Coba ulangi ucapan kamu!” tanya Ken mengabaikan Michele yang sedang katakutan.


“Dia Angelica sahabatku. Jadi… dia adik kamu, Ken?” jawab Michele.


Ken segera memeluk Michele dengan erat dan menenagkan perempuan itu yang masih tampak terkejut. Ken juga mengambilkan air minum untuk Michele agar lebih tenang.


Setelah cukup tenang, Michele mengusap sisa air matanya. dia masih menatap album foto dimana yang menunjukkan Angel tampak tersenyum manis.


Ingatan Michele kembali pada sosok Angel. Gadis ceria dan baik hati yang telah menjadi sahabatnya sejak masih duduk di kelas satu sekolah menengah pertama. Keduanya sama-sama gadis cantik dan juga pandai. Lalu Michele mengingat saat terakhir pertemuannya dengan Angel.


Saat itu Michele tengah berjalan berdua keluar dari kelas setelah bel pulang sekolah berbunyi. Michele bisa melihat raut kesedihan Angel karena Papanya habis meninggal ditambah dengan keadaan Mamanya yang sakit-sakitan.


“Kamu yang sabar ya, Ngel! Aku yakin kamu adalah gadis kuat.” Ucap Michele sambil memeluk sahabatnya.


“Maafkan semua kesalahanku ya, Chel kalau selama ini aku banyak mengeluh padamu. Kaarena hanya kamu tempat aku mencurahkan isi hatiku.” Sahut Angel dengan mengeratkan pelukannya pada Michele.


Michele tidak menyangka kalau setelah mereka berdua saat itu adalah pertemuan yang terakhir kalinya.


#Flashback Off.


Ken saat itu memang sengaja memakamkan adiknya secara tertutup. Meskipun media dan juga pihak sekolah mengetahui kematian Angel, namun ia tidak mengijinkan semua orang untuk ikut hadir dalam pemakaman itu. mungkin ada alasan lain hingga membuat Ken harus melakukan pemakaman secara tertutup itu. Bahkan ia sama sekali tidak peduli dengan pihak kepolisian yang ingin menyelidiki kasus kematian Angel, karena ia sudah bertekat akan menemukan pembunuh itu dengan caranya sendiri.


“Jadi kamu sahabat adikku, Chel? Maaf. Apakah Angel berpesan sesuatu padamu?”


“Dia hanya bilang kalau sedang bersedih setelah Papanya meninggal dan Mamanya sakit-sakitan. Dan ternyata saat itu adalah pertemuan terakhir kita.” Jawab Michele kembali terisak.

__ADS_1


“Apa cuma itu saja yang kamu tahu, Chel?” Ken kembali bertanya seperti sedang mengintrogasi Michele.


“Aku… aku.. tidak tahu, Ken. Serius aku tidak tahu.” Jawab Michele dengan suara terbata dan raut mukanya terlihat ketakutan. Hal itu justru membuat Ken sangat penasaran, dan sepertinya Michele telah mengetahui sesuatu.


“Kamu jangan bohong, Chel! Kamu pasti tahu sesuatu. Cepat katakan!” Ken mencengkeram kuat kedua bahu Michele hingga perempuan itu semakin ketakutan.


Melihat reaksi Michele seperti itu, Ken sangat bersalah. Tapi dia harus memaksa kekasihnya untuk bicara tentang kematian adiknya. Kemudian Ken menarik Michele ke dalam pelukannya.


Drt..drt..drt..


Tiba-tiba saja ponsel Michele bergetar ada panggilan masuk. Dan ternyata itu dari Xander. Michele memberi kode pada Ken agar diam sejanak dan mengangkat panggilan Papanya.


“Iya, Pa?”


“…..”


“Tidak, Pa? tadi Michele langsung ke apartemen Jessie setelah menemui Papa dan Mama. Ada apa, Pa?”


“…..”


Ken hanya diam dan menyimak obrolan Michele dengan Papanya. Bahkan kekasihnya itu rela berbohong demi menutupi kejahatannya. Sungguh Ken sangat beruntung memiliki kekasih seperti Michele. Dan dia juga bertekat akan mengakhiri pekerjaan itu setelah menemukan titik terang pembunuh Papa dan adiknya.


Michele menutup panggilannya. Dia mengatakan kalau Aiden berhasil diselamatkan, walau pria itu masih menjalani operasi.


“Apa kamu akan kembali menghabisi Aiden, Ken?” tanya Michele.


“Tergantung dari kamu.” Jawab Ken dan membuat Michele bingung.

__ADS_1


“Kalau kamu memberiku petunjuk atas kiematian Angel, aku tidak akan menghabisi Aiden. Tapi hanya memberikan efek jera saja untuk kesalahan yang berbeda.” Jawab Ken.


Michele tidak ingin menanyakan lebih tentang kalimat terakhir Ken. Tapi dia lebih fokus dengan kematian Angel. Apakah dia harus menceritakan semuanya pada Ken. Tapi dia ingat dengan ancaman orang yang telah menculik Angel saat itu.


“Aku.. aku sangat takut, Ken. Aku takut.” Ucap Michele dengan suara bergetar.


“Tenanglah, Chel! Aku janji akan melindungimu. Aku juga tidak akan membiarkan seorang pun melukaai kamu.” Ujar Ken kembali menenangkan kekasihnya.


Akhirnya Michele pun menceritakan kejadian dimana saat itu hanya dirinya dan Angel yang sedang berdiri di depan gerbang sekolahan. Mereka berdua juga sama-sama menunggu jemputan. Setelah itu tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka berdua. Seorang pria mencurigakan keluar dari mobil dengan mengawasi sekitar. Lalu dengan gerakan cepat orang tersebut menarik paksa Angel dan membawanya masuk ke dalam mobil. Michele yang terkejut segera berteriak berharap ada yang menolongnya. Entah kenapa satpam sekolahan juga tidak ada di posnya saat itu.


“Hei, gadis cantik! Mau kemana kau?”


Seorang pria tiba-tiba mencengkeram tangan Michele yang hendak berlari meminta pertolongan. Pria itu kemudian mengancam Michele akan membunuh semua keluarganya jika berani membocorkan penculikan itu. Akhirnya Michele mengangguk ketakutan. Setelah itu pria tadi langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Michele seorang diri.


“Dan, saat mendapat kabar kematian Angel, pihak kepolisian memanggilku untuk memintai keterangan sebagai saksi. Maaf, Ken aku terpaksa berbohong karena takut dengan ancaman pria itu.” ucap Michele dengan nada sedih.


“Nggak apa-apa. Aku paham. Lalu, apakah kamu mengingat wajah pria itu?” tanya Ken.


“Tidak. Kejadian itu sudah lama, Ken. Maafkan aku. tapi aku hanya tahu kalau pria yang mengancamku memiliki tatoo pada tangannya.” jawab Michele.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Hayooo sudah tahu kan siapa?


Happy Reading‼️


__ADS_2