Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 67 ~ Benar-benar Terkejut


__ADS_3

Malam ini juga Ken akan pergi ke luar negeri. tepatnya akan pulang ke rumah orang tua angkatnya, yang tak lain adalah mantan asisten Papanya dulu.


Ken sudah bertekat pergi meninggalkan negara ini. meninggakan semua kenangan yang telah ia ukir bersama seseorang yang sangat dia cintai. Bahkan tanpa mengucapkan kata perpisahan, Ken pergi meninggalkan Michele.


Ken tidak tahu bagaimana nantinya jika Michele selalu menunggu dirinya yang tak kunjung kembali. Dia berusaha kuat dan ikhlas melepas Michele. Meskipun sangat sulit. Tapi ini adalah pilihan yang tepat. Entah untuk selamanya atau hanya sementara.


Ken masih diam di rumah sewanya. Dia menunggu kedatangan Adel yang akan menjemputnya. Kemungkinan tengah malam nanti ia melakukan penerbangan menuju rumah orang tua angkatnya sekaligus dimana perusahaannya sekarang berada.


**


Sementara itu tampak seorang perempuan baru saja turun dari pesawat. Perempuan itu berjalan tergesa-gesa karena ingin segera bertemu dengan Ken. Ya, dia adalah Adel.


Adel terkejut saat mendapat kabar dari Ken untuk menjemputnya pulang. dia heran kenapa Ken harus minta dijemput segala. Biasanya pria itu akan pulang sendiri. Atau mungkin ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Ken.


Bruk


Adel berjalan tergesa tiba-tiba tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang sedang berjalan dengan arah yang sama dengannya.


“Sorry!” ucap Adel berusaha membantu pria itu bangun.


Mungkin Adel tadi berjalan dan tidak fokus, akhirnya menyenggol koper pria itu hingga membuat si pria ikut terjatuh.


“Tidak apa-apa, Nona.” Jawab pria itu yang sempat terpana dengan kecantikan Adel.


Adel pun berusaha meminta maaf dan mengganti rugi atas kejadian yang menimpa pria itu. maklum saja, Adel bukan warga negara asli di sini, jadi ia berusaha bersikap baik dan ramah jika melakukan kesalahan. Lalu pria itu meminta ganti rugi hanya dengan minum sejenak di café yang masih berada di bandara. Akhirnya Adel mengiyakan saja. karena pesawat yang akan membawanya pulang dengan Ken masih beberapa jam lagi.

__ADS_1


“Sekali lagi maafkan kesalahanku tadi, Ivan. Dan maaf, aku harus segera pergi.” Ucap Adel setelah menikmati minuman bersama pria yang bernama Ivan.


“Iya, nggak apa-apa. Aku juga harus segera pergi. Sampai jumpa di lain kesempatan.” Ucap Ivan sebelum melepas kepergian Adel.


***


Pagi ini Silvia dan Michele baru saja turun dari pesawat yang ia tumpangi selama kurang lebih satu setengah jam. Kedua wanita ibu dan anak itu segera menuju rumah sakit setelah mendapat kabar bahwa Xander sedang dirawat di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Silvia dan Michele segera menuju ruang perawatan Xander. Di sana juga sudah ada Ivan yang menunggui bosnya.


“Papa, kenapa Papa bisa seperti ini?” tanya Michele yang lebih dulu memeluk Xander.


Meskipun selama ini hubungan Michele dengan Papanya agak dingin, namun tetap saja ia khawatir setelah mendengar kabar buruk kalau Papanya mendapat luka tembak dari salah satu rekan bisnisnya.


Michele menangis tersedu dalam pelukan Papanya. Xander pun tersenyum melihat sikap hangat putri sulungnya. Dia merindukan sosok Michele yang selalu manja terhadapnya.


Michele bangun, mengusap air matanya lalu memberikan kesempatan pada Mamanya untuk memeluk Xander.


Meskipun keadaan Xander sudah membaik, namun wajahnya masih sedikit pucat. Luka bekas operasinya juga masih belum mengering. Jadi masih butuh waktu beberapa hari lagi untuk bisa diperbolehkan pulang.


Kini Silvia sudah duduk di kursi dekat brankar suaminya, sedangkan Michele duduk di dekat kaki Papanya.


Michele mananyakan bagaimana kronologi kejadiannya hingga membuat Papanya tertembak. Xander pun tidak mengatakan dengan jujur mengenai Ken. Dia hanya menjawab kalau pelaku penembakan itu sudah berhasil diamankan oleh polisi.


Sedangkan Ivan yang memilih duduk agak menjauh dari keluarga Xander, sejak tadi ia mengotak-atik ponselnya untuk menghubungi kontak seorang perempuan yang baru semalam ia temui. Yaitu Adel. Namun sayangnya sejak tadi ponsel Adel tidak aktif.

__ADS_1


Ivan mengingat-ingat wajah cantik Adel. Dia merasa sudah pernah bertemu dengan Adel sebelumnya. Namun dimana? Ivan bena-benar lupa. Dan tak lama kemudian ia teringat saat dulu di bandara ia bertemu dengan Ken bersama seorang perempuan. Dan perempuan yang bersama Ken itu adalah Adel.


“Jadi dia masih ada hubungannya dengan si OB gadungan itu. Lalu, apakah Ian juga berada di kota ini. tunggu dulu, apakah Tuan Xander terluka juga karena ulah Ian?” Batin Ivan berusaha menebak-nebak.


Tak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan muncullah tiga orang dengan wajah panik saat melihat Xander sedang terbaring di atas brankar. Ketiga orang itu yang tak lain adalah Tuan Aldo beserta istri dan anaknya, yang tak lain adalah Noah.


Kebetulan Tuan Aldo berada di rumah sakit ini karena orang tuanya yang tinggal berada di kota ini sedang sakit dan dirawat di rumah sakit yang sama dengan Xander.


Tunggu dulu, Ivan bahkan sampai terkejut saat melihat penampilan Noah yang berubah. Pria itu sudah tidak memakai kacamata lagi. bahkan penampilannya juga terlihat lebih keren darinya.


Mereka bertiga langsung mendekati brankar Xander. Michele yang melihat perubahan Noah, sama sekali tidak terkejut, karena hanya ada Ken di hatinya.


Mereka tampak berbincang hangat. Sedangkan Michele memilih sibuk dengan ponselnya tanpa ikut berbicara dengan keluarga Noah.


“Aku sudah memutuskan untuk menerima lamaran Noah pada Michele.” Ucap Xander dan membuat Michele yang sejak tadi tak mendengarkan pembicaraan itu benar-benar terkejut.


.


.


.


*TBC


Jangan emosi😂😂✌️

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2