Belenggu Derita

Belenggu Derita
Perpisahan membawa petaka 3


__ADS_3

Kami berempat sudah bener2 mabuk, bibi asyik dengan dedi, tiba dimas berbisik ke telingaku dan menarik aku ke kamar yang tadi, aku tak kuasa menolak


Kejadian tadi pun terulang dan terulang lagi, tapi aku sangat menikmatinya.


Setelah sekitar satu jam kami keluar dari kamar, nampak bibi bengong melihat kami, dia menundukan kepalanya, aku menjadi gugup ga tau mau bilang apa


" Emmm wit tadi rosita mengeluh sakit kepala, makanya gue ajak ke kamar biar dia bisa istirahat, ga ngapa ngapain kok suer hehe" Ucap dimas


" Hmmm serius kalian, awas aja kalau bohong " Jawab bibi


" Udah sih wit uuuh lu juga tadi sama si dedi di kamaemr sebelah, gue juga tau kok hehe iya ga ded" Ucap dimas sambil ketawa.


Bibi dan dedi sama2 melotot ke arah dimas tapi ga berani ngomong apa2 l, terlihat muka mereka memerah kaya udang rebus

__ADS_1


" Udah ini adalah rahasia kita berempat, jangan sampai orang tua ataupun yang lain tau, oke!" Ucap dimas


" Ok dim, jangan sampai lah nyokap bokap gue tau, bisa bahaya lah gue" Tukas dedi


" Sip, ya sudah mulai nanti kita kencan berempat aja, ga usah ngajak2 ygmang lain, iya ga sayang" Jawab dimas sambil melirikku


" Apaan sih dim" Jawabku malu


" Ya sudah kita beres2 bentar lagi pulang, udah jam 5 sore takut kemaleman di jalan, kalian bangunin mereka" Perintah dimas padaku dan bibi samvil menunjuk teman2 yang masih pada tidur.


Akhirnya kamipun semua pulang, jam 9 lewat kami baru sampai di rumah, dimas dan dedi langsung pulang, aku pun bergegas ke kakamar mandi untuk membersihkan badanku yang terasa lengket, setelah selesai mandi ku rebahkn tubuhku yang terasa sangat pegal di atas kasur, tak lama bibipun sama sudah selesai mandi dan merebahkan tubuhnya di sampingku.


" Maafkan bibi ros, gara2 bibi kamu jadi ikut dapet masalah" Ucap bibi dengan mata berkaca kaca

__ADS_1


" Ga apa2 bi itu semua juga salah aku juga, aku yang ga bisa menahan diri hingga terbuai oleh rayuan dimas hiks hiks" Jawabku tak terasa bitiran2 bening keluar dari mataku


" Terus rencana kamu sama dimas gimana ros?" Tanya bibi, aku tak kuasa menjawab pertanyaan bibi, ku puas2in dulu untuk menangis, sekarang ketika pengaruh mabuk sudah hilang, aku benar2 menyesal aku ga tau gimana nasib aku kedepannya


" Ros apa dimas mengatakan sesuatu setelah apa yang terjadi dengan kalian" Bibi kembali bertanya setelah agak lama membiarkanku menangis.


Aku teringat kata2 dimas tadi siang yang akan bertanggung jawab tapi tiak sekarang2 ini, dimas minta waktu sampe dia mendapat pekerjaan yang tetap dulu.


Kuceritakan pada bibi apa yang tadi siang dimas katakan, bibi mendengarkan tanpa bicara separah katapun, kemudian dia menghela nafas dengan berat


" Hhh semoga aja ros dimas ga bohong dan benar2 tanggung jawab, bibipun sama dedi hampir kebablasan tapi alhamdlillah ga sampai terjadi" Jawab bibi sendu


" Ya sydah kita tidur bi aku ngantuk" Ajakku

__ADS_1


" Iya ros" Jawab bibi, aku membalikkan badanku memunggungi bibi, jujur fikiranku kalut, kejadian tadi sama dimas sungguh2 membuat aku menyesal, aku takut dimas nanti mempermainkanku, aku takut nanti dimas mencampakanku, aku takut dimas ga bertanggung jawab.


Semua fikiran2 burukpun terus menghantui fikiranku, akupun menangis dan menangis lagi sampai akhirnya akupun tertidur juga


__ADS_2