Belenggu Derita

Belenggu Derita
Dimas amnesia


__ADS_3

Aku masih setia tetap mengunjungi dimas, meski tidak bolah mendekat oleh nyonya tati, aku hanya boleh melihat dari kejauhan. Hingga suatu hari ketika aku baru datang ke rumah sakit, pengawal nyonya tati menyuruhku masuk ke ruangan dimas.


Aku bahagia sekaligus heran, kenapa tiba2 aku di perbolehkan masuk. Dengan hati yang berdebar ku buka pintu ruangan dengan pelan, nampak dimas sedang duduk bersandar dan sedang di suapi nyonya tati. Dimas menoleh ke arahku dengan kening yang berkerut, aku yang merasa bahagia melihat dimas yang sudah sadar dari koma, mendadak lemas melihat reaksi dimas.


" Dimass, alhamdulillah kamu sudah sadar" Ucapku lirih.


" Siapa kamu??!" Tanya dimas dingin, mataku membulat sempurna mendengarnya. Sedangkan nyonya tati tersenyum sinis padaku.


" Aku rosita dimas, istrimu!!" Pekikku tertahan, airmataku tumpah begitu saja tanpa bisa kutahan.


" Sayang siapa dia, dan kenapa mengaku istriku?" Tanya dimas pada nyonya tati.

__ADS_1


" Dia perempuan yang selalu mengejarmu sayang, sudah jangan kamu pedulikan, cepatlah sembuh aku sudah sangat merindukanmu suamiku" Jawab nyonya tati tanpa perasaan, sambil mengecup bibir dimas di depanku.


" Dimas, apa kamu tidak mengingatku??" Tanyaku lagi dengan terisak.


" Tidak!!! Keluar kamu jangan pernah mengganggu hidupku lagi!!" Bentak dimas sambil menatapku tajam.


Aku terperanjat kaget sampai aku bergerak mundur, airmataku semakin deras mengalir. Aku segera beranjak keluar dengan hati yang teramat sakit, hatiku terasa hancur dengan pengusiran yang dimas lakukan padaku.


Aku berlari keluar dari ruangan dimas dengan airmata yang terus mengalir deras, hingga tak terasa badanku limbung dan pandangan mataku menjadi gelap. Setelah itu aku tak ingat apa2 lagi.


" Kenapa kamu mengusirku dimas, apa salahku, apakah kamu tidak mengingatku bahwa aku ini istrimu, apa yang terjadi sama kamu" Ratapku pilu, airmata kembali mengalir di pipiku.

__ADS_1


" Akhirnya kau bangun juga, bikin repot saja??!!!" Sebuah suara yang ketus dan nyaring terdengar mengejutkanku, sontak aku menoleh ke sumber suara yang sangat aku kenal.


Terlihat nyonya tati masuk beserta dua orang pengawalnya menatapku tajam penuh kebencian, dengan angkuh dan tersenyum sinis dia berdiri di hadapanku.


" Kamu sudah lihat sendiri kan dimas tidak mengenalimu, dan aku beri kamu waktu seminggu untuk angkat kaki dari rumah itu, jangan sampai lebih dari seminggu karena aku tak akan segan berbuat kasar!!!" Harfiknya degan penuh ancaman. Aku terlonjak kaget mendengarnya, kejam sungguh kejam wanita ini tak punya perasaan mengusirku dari rumah dimas.


" Tttapi nyonya..." Belum selesai mulutku bicara dengan lantang nyonya tati memotong ucapanku.


" Tidak ada tapi2, eh dengar ya sudah untung aku berbaik hati memberi kamu waktu seminggu, pengawal bawa keluar wanita sialan ini sekarang!!!" Hardiknya, dua orang pengawal dengan sigap mendekatiku dan menarikku turun dari ranjang pasien.


Tubuhku yang masih lemas langsung terhuyung oleh tarikan pengawal2 nyonya tati yang berbadan kekar, dengan berlinang airmata aku tak kuasa melawan dan diam saja ketika mereka membawaku keluar dari rumah sakit, setelah sampai di luar rumah sakit di dorongnya tubuhku dengan kasar sampai aku terjatuh.

__ADS_1


"Pergilah dan jangan sampai kamu bertemu kami lagi, karena kami tak akan segan untuk berbuat kasar" Ucap salah satu pengawal itu, setelah itu mereka kembali masuk ke dalam rumah sakit.


Dengan sedikit sisa tenaga aku berusaha bangkit, kulangkahkan kakiku yang terasa lemas berjalan menyusuri jalan untuk mencari angkutan umum, aku tak peduli dengan pandangan orang2 yang melihatku dengan aneh. entah apa yang mereka fikirkan yang jelas saat ini hatiku benar2 sakit dan terluka dengan semua kejadian yang menimpaku.


__ADS_2