Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ternyata 2


__ADS_3

Hari semakin sore, akupun mengajak yuli dan andi untuk pulang, karena aku merasa badanku terasa sangat lelah, entahlah fikirabku berkecamuk ga karuan.


Aku merasa sesuatu hal buruk akan terjadi, andi mengajask pulang bareng dengan mobilnya, akupun tak mau ambil pusing langsung menyetujuinya.


" Kamu kelihatan pucat ros, pusing kah?" Tanya andi sambil melirik ke arahku sebentar terus fokus kembali menyetir mobilnya.


" Ga kok aku baik2 saja, hanya mungkin aku agak sedikit kelelahan" Jawabku dengan mata terpejam.


" Aku pijitin ya ros biar enakan kepalanya" Ucap yuli menawarkan untuk memijitku.


" Ga apa2 yul serius, dengan tidur sejenak akan hilang kok" Tolakku dengan mata tetap terpejam.


" Ya sudah kamu istirahat saja, nanti kalau sudah sampai aku bangunin" Tukas yuli.


Andi menggenggam tanganku dengan erat, di belainya rambutku dengan lembut.


" Istirahatlah sayang" Bisiknya pelan lalu di kecupnya keningku.


Akhirnya sampai juga ke rumahku, akupun turun duluan karena yuli malam ini ga akan nginap di rumahku, ada pekerjaan mendadak jadi dia harus pulang.


Aku langsung masuk ke kamarku dan merebahkan tubuhku, tiba2 pintu kamarku di ketuk dan bi nani pun masuk ke kamarku dengan membawakan teh hangat.


" Di minum neng teh nya, biar badannya enakkan" Ucap bi nani.


" Iya bi makasih" Tukasku, kusesap teh hangat nya lalu ku letakan kembali di atas nakas.


" Oh iya neng, tadi den dimas nelpon bibi, katanya tiga hari lagi aden minta di jemput sama neng ke bandara" Tutur bi nani, aku mengernyitkan alisku bingung, aku belum pernah ke bandara terus nanti naik apa.


Bi nani mengerti dengan kebingunganku, dengan tersenyum manis lalu bi nani menjelaskan kembali.


" Tenang saja neng den dimas sudah nyuruh orang untuk menjemput neng ros, tadi nelpon ke nomor neng ga aktif katanya" Tutur bi nani.


" Tadi habis batrai bi, aku lupa ga bawa cassan" Tukasku.


" Ya sudah neng istirahat a

__ADS_1


saja, bibi mau balik ke dapur" Pamit bi nani, aku menganggukkan kepalaku dan kembali ku pejamkan mataku.


---------------------------------------------------------------------


Akhirnya tiba saatnya aku menjemput dimas ke bandara, aku sudah bersiap siap dan menunggu orang suruhan dimas menjemputku.


Entah ada apa tumben dimas menyuruhku menjemputku, hatiku agak was2 perasaanku sedikit tidak tenang.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama dan melelahkan akhirnya aku sampai di bandara.


" Masuk neng kita nunggunya di dalam" Ajak pak supir.


" Ga pak di sini saja, toh nanti juga dimas pasti keluarkan?" Tanyaku.


" Iya neng, tapi apa tidak kebih bagus kita nunggu di dala saja" ucap pak supir.


" Ga pak, aku kalau ngeliat ramai irang begini kepalaku pusing pak, ga apa2 di sini saja, akhirnya pak supir pun mengalah.


Sekitar setengah jam menunggu akhirnya yang di tunggu pun datang, tapi betapa aku kaget ketika melihat dengan siapa dimas berjalan dengan tangannya yang sebelah menggandengseorang perempuan yang sangat ku kenal.


Semakin lama mereka semakin dekat, dengan cepat aku menundukkan kepalaku melihat pemandangan yang menyeseakkan itu.


" Sudah lama ros nunggu?" Tanya dimas datar, aku menatapnya sekilas lalu ku tundukkan lagi kepalaku.


Perempuan itu mendekatiku dan berdiri di sampingnya sambil tetap tangannya menggenggam tangan dimas.


" Aku tahu kamu sekarang lagi hamil, hmm jadi aku akan mengalah tidak akan tidur di rumah kita, tapi tetap aku adalah nyonya yang utama bukan kamu!!" Sarkasnya dengan menyeringai, aku merasakan sakit yang teramat sangat di hatiku, lagi2 dimas hanya diam membisu dengan wajah tanpa ekspresi, membuatku geram dan marah.


Ku remas bajuku menahan kekesalan yang hampir memuncak, mataku sudah mulai berkaca kaca, tiba2 terdengar suara seorang laki2 yang sangat aku kenal.


" Mamaaa!!!" Teriak laki2 itu, sontak aku menoleh ke arah suara itu, andi dengan wajah yang merah padam menahan amarahnya sedang berjalan dengan cepat.


Aku terperangah mendengar andi memanggil perempuan itu mama, jadi dia itu mama andi yang waktu itu andi save di ponselnya NYONYA TATI FARERA!!!


Aku menutup mulutku dengan mata terbelalak, serasa petir yang menggelegar kudengar.

__ADS_1


Nyonya tati pun terlihat pucat pasi, segera dia melepaskan tangan dimas dengan cepat.


" A, aandii" Pekiknya dengan gugup, andi menatap nyonya tati dan dimas dengan tatapan penuh kebencian, lalu menatapku yang sudah tak kuasa lagi menahan tangisku.


" Coba jelaskan semua ini ma, apa hubungan mama dengan laki2 bre****k ini??!!!" Tanya andi dengan nada tinggi.


" Ini rekan bisnis mama sayang, kenapa kamu datang2 langsung marah2n" Jelas nyonya tati dengan senyuman manisnya, berusaha menutupi kegugupannya.


" Rekan bisnis apa sambil bergandengan tangan begitu, dan ini siapa nya laki2 bre****k itu??" Tanyanya lagi sambil menunjuk ke arahku.


" Dia, diaa mmm istrinya sayang" Jawab nyonya tati sedikit gugup.


" Apaaa??? Jadi dia istrinya dan mama dengan santai menggandeng suaminya??!!" Teriak andi penuh kemarahan, terlihat rahangnya yang mengeras.


Buuuggghhh!!!


Andi dengan cepat sudah memukul dimas tanpa ampun, nyonya tati berteriak kaget melihat andi yang tiba2 memukul dimas, aku hanya terdiam menyaksikan semuanya, fikiranku sudah ga karuan melayang kemana mana.


Andi kembali melayangkan kembali tinjunya tapi dimas dengan santai mengelak pukulan andi, nyonya tati sambil berteriak menghalangi andi dimas dengan badanya, dan dengan isyarat matanya segera memerintahkan pengawal2nya untuk membawa andi.


Dengan sigap para pengawal nyonya tati yang berjumlah empat orang langsung memegangi andi dan berusaha membawanya ke mobil.


" Lepaskan aku bre****k, biar kuhajar laki2 itu, bila perlu ku bunuh sekalian" Teriak andi penuh amarah.


" Maaf tuan muda, kami tidak bisa melepaskan tuan muda" Ucap salah satu pengawal, tenaga andi kalah banyak akhirnya bisa di bawa oleh pengawal2 mama nya.


" Bibirmu berdarah baby, maafkan putraku ya" Terdengar suara nyonya tati penuh kekhawatiran, di ambilnya sapu tangan dari tas nya, lalu di usapkan ke mulut bibir dimas yang pecah kena pukulan andi.


" Ga apa2 hany, kalau itu bukan putramu sudah habis ku hajar" Ucap dimas dengan nada dingin.


Pandanganku semakin mengabur, telingaku terasa berdenging ga karuan, akhirnya runtuh juga pertahananku, tubuhku terkulai lemas dan jatuh pingsan, dimas dengan sigap menangkap tubuhku gang hampir terjatuh.


---------------------------------------------------------------------


Maaf ya reader2 tersayangku semua jika tulisanku masih belum bagus dan benar, mari kita saling mendukung karya2 kita semua, jangan lupa like, komentar, rate dan juga vote nya ya, love u all 😍😍😍❤❤❤🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2