Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ditinggal dimas


__ADS_3

Siang itu aku lagi santai sambil nonton tv di ruang tengah sendirian, ibuku sudah berangkat ke pasar untuk jualan di pasar di bantu mella adikku, adik2ku yang lain entah pada kemana ga ada di rumah sepulang sekolah.


Tiba2 kudengar ketukan di pintu dan orang yang mengucap salam, suaranya sangat familyar banget, ya itu suara dimas.


Bergegas aku ke depan untuk membuka pintu sambil menjawab salamnya.


" Hai sayang" Sapa dimas


" Hai juga" Jawabku di tambah senyum manisku, dimas lalu duduk di sofa tamu aku pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk dimas, ku letakan di atas meja dan aku duduk di samping dimas


" Tumben datang ga ngabarin?" Tanyaku heran


" Aku sengaja ga ngabarin kamu ros, dadakan sih, ada hal penting yang mau aku sampein ke kamu" Jawab dimas santai


" Apa itu dimas?" Tanyaku pengen tau


" Besok aku mau pergi ke kota, temenku minta aku ngebantu dia di bengkel baruny, dengan keuntungan yang di bagi dua" Jawab dimas, lalu di raihnya tanganku dan di genggamnya erat.

__ADS_1


" Semoga ini awal yang baik buat kita sayang, aku akan menabung untuk pernikahan kita nanti, cup" Ucap dimas lalu di kecupnya kening aku.


Aku sungguh sangat terharu dan berharap semoga secepatnya bisa menikah dengan dimas.


" Alhamdulillah akhirnya kamu kerja juga, meski sebenernya aku sedih di tinggal kamu, tapi demi masa depan kita aku ikhlas" Ucapku dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Tenang ros, aku usahain sebulan sekali pulang biar bisa ketemu kamu" Dimas berusaha menenangkan aku


" Iya dimas, aku akan selalu menunggumu di sini" Ku peluk dimas dengan erat


" Nanti malam aku jemput ya, kamu jang dulu tidur" Bisik dimas, aku pun menganggukan kepalaku


" Iya dimas" Jawabku singkat, karena aku sudah terbiasa keluar malam2 tanpa sepengetahuan keluargaku.


Sepeninggal dimas aku kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton tv, hatiku resah memikirkan besok di tinggal dimas.


Hmm semoga semua ini jalan terbaik buatku dan dimas, tak terasa aku tertidur di depan tv.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum" Terdengar suara ibu mengucapkan salam, aku langsung terbangun dan menjawab salam ibu


" Ibu udah pulang" Tanyaku heran


" Udah nak, sekaranhmg ini udah jam 4, kamu udah sholat ashar belum ? Jawab ibu sambil bertanya padaku


" Astaghfirulloh belum bu" Jawabku cepat, buru2 aku ke kamar mandi untuk mandi lalu sholat, ibu melihatku sambil geleng2 kepala.


Selesai sholat aku langsung ke dapur untuk membantu ibu masak.


" Mella mana bu kok ga ikut ibu pulang?" Tanyaku


" Tdmadi ijin sama ibu mau beli buku dulu sama temannya, siapa tadi itu ibu lupa" Jawab ibu dengan kening mengkerut mencoba untuk mengingat nama teman adikku.


" Oh iya ibu baru ingat, si anu eeemmm yanti namanya, duuuh maklum udah tua ibu sekarang sering lupa" Ucap ibu setelah ingat nama teman mella adikku sambil tersenyum.


" Oh sama yanti bu, iya aku tau" Jawabku.

__ADS_1


Aku dan ibu sibuk di dapur masak untuk makan malam nanti, meski dengan lauk sederhana tapi aku sangat bersyukur, apalagi kalau melihat ibu yang di masa tuanya sibuk banting tulang jualan di pasar.


Sedangkan aku belum bisa membantu ibu, aku tak bisa mencari kerja dengan modal ijazah sekolah dasar


__ADS_2