
Setelah acara makan2 itu aku dan andi semakin dekat dan akrab, aku kagum sama sikafnya yang lembut juga ramah, senyuman manis selalu terukir di bibirnya menambah ketampanannya.
Setiap malam andi selalu rajin ngirimin aku pesan, akupun sangat senang dengan perhatianny, apakah mungkin aku ini sedang jatuh cinta padanya?? Hhhh entahlah yang jelas aku sangat menikmatinya.
Kusimpan ponselku di atas nakas dengan senyum bahagia lalu beranjak ke tempat tidur, ku rebahkan tubuhku di samping bibi.
" Hei kesurupan apa kesambet kamu itu ros, senyam senyum sendiri" Seru bibi, aku terlonjak kaget ku fikir bibi sudah tidu.
" Astaghfirulloh bibi ngagetin aja, jantungku serasa mau copot tau" Teriakku kaget, bibi terkekeh melihatku yang kaget setengah mati.
" Makanya non jangan asyik sendiri, kamu fikir di sekelilingmu ini pada ngontrak" Seru bibi, tak ku jawab omongan bibi aku masih kesal padanya.
" Biasa kalau orang lagi jatuh cinta begitu, lupa sama sekeliling" Ledek bibi
" Apa sih bibi rusuh deh" Ujarku sebal, aku tersenyum sendiri setelah ku fikir2 iya juga sampe aku ga tau kalau bibi memperhatikanku dari tadi.
" Hayooo ngaku kamu" Seru bibi lagi, akupun tersipu malu karena kata2 bibi semua benar adanya.
" Iya iya aku ngaku deh, puasss!!!" Rengutku pura2 marah, bibi tertawa terbahak bahak sampai air matanya keluar, akupun ikut tertawa lucu juga bhatinku.
" Terus andi sudah nembak kamu belum ros?" Tanya bibi sambil menatap tajam setelah tadi puas tertawa.
" Kepo deh" Ucapku
__ADS_1
" Serius lah ros" Desak bibi
" Oke oke oke, belum bibiku sayang" Jawabku ngalah, bibi lalu manggut2kan kepalanya.
" Mungkin belum kali ros, nanti juga pasti nembak kamu" Ujar bibi, aku cuma menggedikan bahu saja menanggapi ucapan bibi.
" Ya sudah tidur ah bi ngantuk" Ucapku
" Ya sana tidur kamu kan dini hari sudah harus bangun, kalau aku kan ga" Tukas bibi, aku pun mulai memejamkan mataku karena memang sudah ngantuk banget.
Seperti biasa hari2ku berkutat seputar pasar, dapur dan mess, tapi yang berbeda sekarang dengan kehadiran andi yang sudah mencuri hatiku, selesai pekerjaanku di dapur aku biasa langsung mandi dan istirahat di kamar.
Drrrrtttt drrrttt drrrrtttt ponselku bergetar, ternyata andi yang nelpon, dengan hati berdebar debar ku angkat telpon.
Andi" Wa'alaikumsalam, ganggu ga ros?"
Aku" Ga kok ndi, kenapa?
Andi" Malam ini keluar yuk bentar mau ga?
Aku" Boleh, tapi ga bisa lama ya ndi, aku kan dini hari sudah harus bangun"
Andi" Iya ga lama kok, makan doank, ya sudah 10 menit aku jemput ya ros"
__ADS_1
Aku" Iya, aku siap2 dulu"
Kututup telpin dari andi dan bergegas aku ganti baju, bibi yang baru keluar dari kamar mandi menatapku heran.
" Mau kemana ros udah rapi gitu?" Tanya bibi
" Mau keluar bentar bi" Jawabku
" Sama siapa?" Tanya bibi lagi penuh selidik
" Andi" Jaeabku singkat, karena aku lagi fokus make up
" Ciee ciee ciee yang mau kencan nih" Ledek bibi.
" Iya dong" Jawabku sarkas
" Ya sudah aku do'ain semoga ini adalah kebahagiaanmu yang hakiki ros" Ujar bibi
" Amiiin yaa robbal'alamin" Jawabku bahagia, kupeluk bibi ku dengan erat
" Ya sudah cepetan takut andi keburu datang, aku anggukan kepalaku, tak lama aku selesai merias wajahku dengan riasan yang tipis.
Selesai semua aku duduk di samping bibi sambil menunggu andi datang menjemputku, kulirik jam tanganku tersisa 5 menit lagi, hadeeehh terasa lama bhatinku
__ADS_1