Belenggu Derita

Belenggu Derita
Masak seublak


__ADS_3

Aku terbangun ketika bi nani mengetuk kamarku dan memanggil namaku, dengan malas2an aku beranjak bangun untuk membuka pintu kamarku yang memang aku kunci.


Tok...tok...tok


" Nemg ini belanjaannya sudah ada" Terdengar suara bi nani.


" Iya bi" Sahutku, nampak bi nani tetsenyim padaku.


" Apa bibi saja yang buatin, neng ros mah nunggu di kamar saja?" Tanya bi nani sambil mengikuti langkahku ke dapur.


" Ga bi, aku pengen buat sendiri, nanti bibi mah bantu ngulek saja" Jawabku, bi nani pun manggut2 mengerti.


Segera aku menyiapkan bahan2 untuk pbuatan seublakku, bi nani membantuku dengan mengulek bumbu, sedang aku sibuk ngerebus ceker sama tulang ayam.


Akhirnya masakanku selesai juga, tercium aroma seublak yang sangat wangi menggugah seleraku.


Dengan cepat akupun melahap seublak yang ku buat barusan, benar2 nikmat rasanya, sedangkan bi nani jangankan makan seublaknya di suruh nyicip rasa saja langsung bergidik ngeri melihat warna merah cabai di kuah seublakku.


Saking asyiknya aku menyantap seublak, aku tak menyadari dimas yang memperhatikanku sambil geleng2 kepala melihat ku makan seublak.

__ADS_1


Hanya beberapa menit seublak semangkuk penuh habis masuk ke perutku, aku tersenyum puas dengan seublak buatanku.


Tiba2 terlihat sebuah tangan menaruh segelas susu di meja, aku segera menoleh ke si empu nya tangan, terlihat dimas sedang menatapku kesal.


" Minum segera susunya, biar netral efek pedas di perutmu itu" Perintah dimas, aku segera menenggak habis susu itu dan kuletakkan kembali gelas kosongnta di atas meja makan.


Setelah itu aku bangkit dari dudukku dan pergi menuju kamarku, perutku sudah sangat kenyang dan ingin segera merebahkan tubuhku di ranjang terindahku.


Setelah sampai segera ku baringkan tubuhku di kasur, ku tatap langit2 kamarku dengan mata yang sudah mulai terasa ngantuk lagi.


" Kamu mau makan apa lagi ros?" Tanya dimas mengagetkanku yang sedang sedikit melamun.


Dimas duduk di sebelahku dan membelai rambutku, wajahnya sekarang tidak menunjukkan lagi rasa marah dan kesalnya.


" Ya sudah kamu istirahat lagi saja" Bisik dimas.


Kalau mau ada yang di beli, aku di ruang tv ya" Sambung dimas.


" Iya dimas" Jawabku singkat,

__ADS_1


Aku benar2 sudah sangat mengantuk, kupejamkan mataku dan dengan cepat aku sudah tertidur pulas.


--------------------------------------------------------------------


Dimas POV


Setelah melihat rosita tidur dimaspun dengan perlahan keluar dari kamar, dan bergegas pergi ke ruang tengah untuk nonton.


Dengan fikiran yang berkecamuk di fikran dimas, membuatnya menjambak jambak rambut nya sendiri.


" Maafkan aku ros yang sudah egois, tapi aku benar2 ga mau kamu di ambil orang, aku takut kamu bertemu si br*****k andi, aaaarggh dasar ba****n" Umpat dimas dengan penuh amarah dan kekesalan yang di pendam.


" Aku ga akan membiarkan milikku di sentuh atau di ambil orang, segala cara akan aku lakukan demi membuatmu tetap disini bersamaku selamanya sayang, maafkan jika aku sudah membuatmu sakit hati, maafkan aku yang belum benar2 membuatmu bahagia sayang" Gumam dimas.


Dimas pun lalu merebahkan tubuhnya di sofa, sambil matanya fokus menatap layar televisi, di ambil nya remot tv lalu mencari cari chanel tv yang dimas sukai.


Tapi semua ga ada yang menarik malah srmakin membosankan, lalu di matikannya tv lalu bangkit berdiri.


" Ah sial benar2 bikin pusing semua" Sungutnya sambil berlalu pergi menuju kamarnya untuk menenangkan fikirannya yang lagi kalut.

__ADS_1


__ADS_2