
Kulalui hari2ku tanpa di temani bibi yang juga sahabatku, resah dan gelisah selalu melanda fikiranku, tiba2 kudengar suara ketukan di pintu.
" Siapa sih ga ngucap salam ga apa" Gumamku kesal, lalu kubuka pintu sekali tarik karena memang tak di kunci.
" Kkk kamu!!!" Kataku kaget, ternyata yang datang dimas.
" Kok kaget gtu, kenapa ros ?" Tanya dimas tanpa dosa
" Orang ga salam ga apa, permisi kek apa kek" Jawabku kesal
" Hehe kan surprise" Ucap dimas terkekeh
" Hadehhh ya sudah masuk" Tukasku, dimas pun mengikutiku duduk di kursi, dimas terus menatapku tanpa berkedip, membuatku gusar dan salah tingkah.
" Apaan sih liatnya kaya gitu?" Protesku
" Kamu cantik ros hari ini, setelah sekian lama kita sering bersama ternyata aku baru menyadari sekarang, kamu bener2 sangat cantik" Puji dimas, kulihat dari matanya memancarkan kejujuran dari ucapannya.
Aku makin salah tingkah dibuatnya, kuakui memang setelah kejadian itu aku merasakan debaran yang ga karuan ketika ketemu dimas.
Dulu setiap ketemu dimas aku cuek bebek ga merasakan apa2, tapi sekarang berbeda banget.
__ADS_1
" Ah itu mah cuma rayuanmu saja dimas, dari dulu aku ga ada perubahan pada wajahku ini" Sergahku malu
" Serius ros, jujur kamu sangat cantik" Puji dimas
" Hmm gombal ah, ngmg2 ada apa gerangan kok tiba2 datang kesini" Ku coba mengalihkan pembicaraan yang bikin jantungku makin dag dig dug.
" Kangen kamu ros, tadi malam sumpah aku ga bisa tidur kebayang kamu terus" Jawab dimas sambil menatap lekat padaku.
Aku makin menundukan kepalaku, malu banget (Malu malu tapi mau 😂)
Aku tak kuasa menjawab kata2 dimas barusan, sungguh kta2nya membuat aku melambung tinggi
" Kamu kangen juga ga ma aku ros?" Tanya dimas sambil mengangkat daguku, hingga mata kami saling menatap lekat, ya alloh wajah dimas begitu dekat dengan wajahku, aku makin salah tingkah
Aku berjalan menuju dapur dengan jantung yang berdebar debar kencang, ku atur nafasku sambil kubuatkan kopi untuk dimas.
Ku taruh kopi buatanku di atas meja tanpa melihat dimas
" Diminum kopinya dimas" Kataku
" Hmm aku pengen minum bibir kamu ros" Jawab dimas, lagi2 bikin aku deg2an
__ADS_1
" Ih apaan sih kamu itu bi..." Lom selesai aku bicara dimas tiba2 sudah membungkam mulutku dengan bibirnya, begitu lembut sampe akupun tak kuasa menolak, bahkan aku sangat menikmatinya.
Setelah nafasku mau habis baru dimas meleoaskan ciumannya
" Bibirmu sangat manis ros" Ucap dimas, berhasil dimas membuatku makin terbuai, kuakui dimas memang tampan bahkan sangat tampan.
" Nanti sore aku ajak kamu jalan ros, kamu mau ga ?" Tanya dimas
" Iya aku mau, tapi pulangnya jangan malam ya, ibu lagi ga ada lagi masak di orang hajatan kampung sebelah" Jawabku
" Iya sayang" Ucap dimas dengan mengedipkan matanya nakal, aku tersipu malu lalu kucubit tangan dimas.
" Auuuwww" Teriak dimas sambil terkekeh
" Ih lebay deh nyebelin banget, udah tuh di minum kopinya, ntar dingin lagi ga enak di minumnya" Tukasku gemas
" Ga apa2 dingin juga, kan ada kamu yang ngangetin aku sayang" Kembali dimas menjawab dengan kata2nya yang sukses membuat aku serasa terbang melayang layang di atas awan.
" Udah sih ih lebaynya, malu tau" Tukasku sebal
" Ya.ya.ya aku minum ya kopinya, habis ini aku pulang dulu, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan ros" Ucap dimas, aku cuma menganggukan kepalaku mengiyakan ucapan dimas.
__ADS_1
" Aku pulang dulu ya sayang, nanti sore aku jemput ok" Pamit dimas, aku anggukan kepalaku
"By sayang cup" Dimas kembali mengecup bibirku, ku pandangi kepergian dimas dengan hati yang berbunga bunga, ku tutup pintu dengan senyuman bahagia terukir di wajahku.