Belenggu Derita

Belenggu Derita
Melahirkan


__ADS_3

Tak terasa perutku sudah membesar dan usia kehamilanku memasuki 9 bulan, aku sangat kesulitan untuk bergerak karena bayi dalam perutku sangat aktif.


Pagi selesai sarapan aku jalan2 depan rumah, seperti kata ibuku kalau hamil besar harus sering jalan2 di pagi hari, biar proses melahirkan lancar katanya. Setelah mulai terasa cape aku kembali masuk ke rumah dan duduk selonjoran di ruang tv.


" Udah jalan2nya ros?" Tanya dimas sambil menatapku.


" Sudah, ga kuat lama keburu capek" Sahutku dengan nafas sedikit terengah.


" Aku ambilkan dulu minum ya, tunggu bentar" Ujar dimas lalu bangkit dan menuju dapur, tak lama dimas kembali membawa segelas besar jus mangga.


" Minumlah biar seger dan capeknya hilang" Ucap dimas sambil menyodorkan gelas jus, aku pun langsung meminum jusnya karena memang sangat haus. Lalu ku taruh gelas yang tinggal setengah lagi jusnya di atas meja.


Dimas duduk dan memijit mijit kakiku, kupejamkan mataku menikmati pijitan dimas yang sangat nyaman terasa, semenjak hamil dimas selalu memanjakanku. Tiba2 perutku terasa mulas dan seperti pipis di celana, aku kaget kok bisa aku pipis di celana.


" Dimas aaaku kaya pipis di celana ya, dan perutku juga mulas" Ucapku agak gugup karena malu.


" Ga apa2 sayang, namanya juga lagi hamil, yuk aku bantu ke kamar mandi" Ucap dimas dengan terkekeh.

__ADS_1


Akupun bangkit berdiri di bantu dimas, tapi kembali perutku terasa mulas di tambah sakit dan kaya kram kurasa.


" Aw dimas perutku sakit dan kram" Pekikku sambil kupegangi perutku.


" Bii, bii naniii!!" Teriak dimas memanggil bi nani, tak lama bi nani datang dengan tergopoh gopoh dari dapur.


" Iya den ada apa?" Tanya bi nani, dilihatnya aku yang lagi meringis menahan sakit.


" Loh den itu neng ros sepertinya mau melahirkan, waduuh udah pecah ketubannya, cepat bawa ke rumah sakit den" Tutur bi nani sambil memeriksa keadaanku.


" Ya sudah bi tolong jagain dulu rosita, aku mau nyiapin mobil dulu" Ujar dimas sambil bergegas keluar untuk menyiapkan mobil, tak lama dimas kembali dan segera menggendongku.


" Iya den" Sahut bi nani, dengan cepat bi nani mengambil semua perlengkapan bayi dan menyusul dimas ke mobil.


" Tahan sayang sabar ya" Ucap dimas mencoba menenangkanku yang sedang menahan sakit, mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit dengan sigap aku langsung dibawa keruang bersalin, dimas pun ikut masuk atas permintaanku.

__ADS_1


" Awww sakiiit" Pekikku, dimas pun meneteskan airmata melihatku yang lagi kesakitan.


" Tolong dok istri saya kesakitan" Ucap dimas.


" Iya pak, masa2 mau melahirkan memang sakit, bapak beri semangat istri bapak ya, sebentar lagi kok istri bapak udah bukaan 9" Tutur dokter dengan tersenyum.


Setelah perjuangan menahan sakit hampir 3 jam, akhirnya bayiku pun lahir dengan selamat, mataku terpejam karena terasa sangat lelah.


" Selamat ya bu, pak, bayinya laki2 dan sangat tampan" Ujar dokter.


" Alhamdulillah akhirnya kamu lahir juga nak" Seru dimas, di kecupnya keningku.


" Makasih sayang" Bisiknya di telingaku.


" Silahkan pak bayinya di adzanin dulu" Kata dokter, dimas pun dengan cepat mengadzanin bayi mungilnya.


Setelah selesai dokter dan perawatpun membersihkan tubuhku dan bayiku, setelah itu aku di pindahkan ke ruangan lain.

__ADS_1


Aku sangat bahagia sekali, rasa lelah dan sakit yang tadi kurasa sekarang hilang musnah entah kemana. berganti dengan haru dan bahagia yang tak terhingga dengan kehadiran putraku.


__ADS_2