
Pagi hari aku bangun seperti biasa ku membuat sarapan,
menu kali ini nasi goreng yang ku pilih, setelah selesai ku tata di meja makan.
Tak lama dimas keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapih, aku agak heran biasanya dia pakai pakaian santai, dimas tersenyum melihatku menatapnya dengan kernyitan di dahiku.
" Wangi amat masakanmu ini sayang, bikin aku jadi laper" Ucapnya sambil duduk, aku tak menjawab lalu kusodorkan ke hadapan dimas sepiring nasi goreng, dimas langsung memakannya dengan lahap, kami sarapan tanpa bersuara.
Setelah selesai sarapan aku membereskan piring2 kotor ku taruh di tempat cuci piring.
" Ros duduklah sini, ada hal penting yang mau aku bicarakan" Ucap dimas lembut, akupun duduk di hadapan dimas, ku tatap heran ada penting apa yang di maksud dimas.
" Hari ini aku mau ke luar negeri ros selama seminggu, si tua memintaku datang kesana, kamu ga apa2 kan aku tinggal?" Tanya dimas.
" Ga apa2, pergilah" Jawabku singkat, aku keberatan atau ga sama saja ga ada bedanya tetap saja pergi bhatinku.
" Aku tahu kamu sebenarnya ga mau aku pergi kan?? tapi ini semua terpaksa aku lakukan demi kita dan keluarga kita juga, kuharap kamu sabar aku akan mencari cara untuk bisa terlepas dari si tua" Ucap dimas lembut sambil berdiri menghampiriku, dikecupnya pipi dan keningku lembut.
Lalu dimas bergegas masuk ke kamarnya dan keluar lagi dengan membawa koper.
__ADS_1
" Taksi sudah menungguku di luar, pakailah ATM ini untuk semua kebutuhanmu" Ucap dimas sambil menyodorkan sebuah kartu ATM.
" Fasswordnya tanggal dan tahun kelahiranmu" Ucapnya lagi, aku anggukkan kepalaku.
Aku mengantar dimas sampai naik taksi, setelah taksi itu pergi aku kembali ke kamarku, aku bingung mau ngapain tanpa ada dimas, ah iya ku telpon saja yuli siapa tahu dia bisa menemaniku gumamku.
Kebetulan yuli lagi libur kerjanya dan dia mau datang ke rumahku untuk menemaniku, aku gembira sekali mendengarnya.
Ding dooong,, suara bel pintu berbunyi, itu pasti yuli bhatinku, aku bergegas turun mbuka pintu, ternyata benar yuli yang datang.
" Hai cepat banget yul langsung datang" Sapaku penuh kegembiraan, kami saling berpelukan lalu mrangkul pundak yuli untuk masuk ke rumah.
" Kamu duduk dulu aku ambil dulu minum" Ucapku, yuli menganggukkan kepalanya sambil duduk di sofa.
Aku kembali menghampiri yuli sambil membawa minuman dan cemilan buat kita ngobrol nanti.
" Dimas kemana ros, kok ga kelihatan?" Tanya yuli.
" Dia lagi ada pekerjaan di luar negeri yul, barusan tadi berangkat, makanya aku nelpon kamu, aku bete sendirian" Jawabku.
__ADS_1
" Wah hebat banget sekarang dimas, pekerjaan apa gitu ros sampai harus ke luar negeri" Tanya yuli lagi, aku bingung mau jawab apa, ga mungkin aku ceritain yang sebenarnya ke yuli.
" Aku juga kurang faham sih kerjaannya apa yul, yang penting halal saja lah hehehe" Jawabku sambil tertawa, yuli pun manggut2 mendengar jawabanku.
"Betul ros, apapun kerjaan suami yang penting halal" Ucap yuli, kami pun ngobrol bercengkrama ngalor ngidul, sudah lama ga bertemu terobati sudah kangen kami, sekali2 ada hal lucu yang membuat kami tertawa senang.
" Oh iya ros, besok temanku ulang tahun dan aku di undang juga, kamu mau ga nemenin aku kesana?" Tanya yuli sambil menatapku penuh harap, aku berfikir keras ikut apa ga nya besok, tapi aku harus ijin dulu ke dimas.
" Aku ga bisa janji yul, tapi nanti aku ijin deh ke dimas, mudah2an di ijinin, lagian aku juga bete di rumah" Jawabku.
" Semoga saja ngijinin ya ros, kalau dimas ga percaya kasih saja no aku" Ucap yuli
" Iya yul tenang saja" Ucapku, menjelang sore yuli pamit pulang, aku antar yuli ke depan.
Taksi sudah menunggu depan rumahku, yulipun masuk ke dalam taksi.
" Kalau dimas ngijinin besok malam jam 7 aku jemput kamu ya, kabari aku gimana2nya ros, daaaagh" Ucap yuli sambil melambaikan tangannya.
" Daaaaaghhh. iya yul" Balasku, akupun kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1