Belenggu Derita

Belenggu Derita
Kedatangan dia


__ADS_3

Pagi hari aku bangun dengan sangat lemas badanku pada sakit semua, aku segera bangun dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi aku turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan.


Kulihat dimas sudah duduk di meja makan dan di situ sudah tersedia sarapan.


" Ga usah masak aku sudah pesan sarapan tadi lewat online, ayo cepat sarapan" Ucap dimas, aku malas menanggapi dimas langsung aku pun makan tanpa berkata kata.


Selesai sarapan aku beranjak membersihkan piring2 kotor, tiba2 dimas berkata yang membuat tubuhku semakin lemas mendengarnya.


" Nanti bentar lagi si tua datang, ingat ros kamu jangan bikin ulah atau macam2, dia akan tinggal disini seminggu, apapun yang kamu lihat dan dengar anggap saja tidak ada" Ucap dimas dengan penuh penekanan.


Mukaku memerah menahan tangis, aku tak mampu untuk bicara lidahku terasa kelu, hatiku begitu sakit bagai ribuan jarum yang menusuk nusuk.


Aku pun berlari kembali ke kamarku, ku jatuhkan tubuhku di atas kasur, aku menangis sejadi2nya.

__ADS_1


Dimas masuk ke kamarku dan duduk di sampingku, dibelainya rambutku tapi buru2 ku tepis tangannya, aku jijik di sentuh oleh tangan kotornya.


" Aku tau hati kamu pasti sakit ros, tapi apa boleh buat semua ini demi masa depan kita juga, kamu hanya perlu bersabar dan menerimanya toh dia cuma seminggu disini" Ucap dimas lembut, tapi bagiku itu bagaikan sebuah siksaan yang menyakitkan, aku terus menangis meratapi nasibku yang entah sampai kapan semua ini berakhir.


Lalu terdengar suara bel pintu berbunyi, dimas pun turun ke bawah untuk membuka pintu, sudah kutebak pasti perempuan itu.


Aku berjinjit keluar kamar untuk melihatnya, di pintu yang sudah terbuka nampak perempuan paruh baya yang sedang memeluk dimas dengan senyum sumringah yang bagiku terlihat menjijikan.


" Baik hany, ayo masuk" Jawab dimas, digandengannya perempuan itu dengan mesra, aku tak sanggup lagi untuk mengintip, hancur sudah hatiku ini, buru2 aku kembali lagi ke kamar dan kukunci pintunya.


Sekitar beberapa menit terdengar suara langkah kaki menuju kamarku, dan suara pintu yang di ketuk, aku gemetar tak sanggup untuk membuka pintu, pintu makin keras di gedor sama dimas.


" Ros buka atau aku dobrak pintunya!!!" Teriak dimas, dengan tangan gemetar kubuka pintu kamarku lalu dengan cepat aku kembali ke kasurku.

__ADS_1


" Hmmm kayanya istrimu marah baby karena ahu datang hi hi" Terdengar suara perempuan yang centil sambil cekikikan seakan mengejekku, aku pura2 ga mendengar aku makin membenamkan wajahku ke bantal.


" Ya sudah baby biarkan saja istrimu begitu, mau tidak mau dia harus nerima aku disini" Ucap perempuan itu sinis.


" Iya hany apapun mau kamu" Ujar dimas tanpa peduli perasaanku.


" Mandiin aku baby sekarang sambil bermain, aku kangen banget sama kamu" Ucap perempuan itu sok manja, sengaja biar terdengar olehku.


" Ayo hany aku juga kangen" Jawab dimas, terdengar suara orang yang lagi berciuman lalu mereka keluar dari kamarku menuju kamar dimas, ingin ku maki2 mereka yang benar2 sudah seperti binatang tak punya perasaan, aku benci mereka benar2 menjijikkan.


Ketika kudengar kamar dimas sudah tertutup aku buru2 turun ke dapur untuk mengambil minuman buat di kamarku, aku ga sudi jika bertemu mereka makanya aku cepat2 membawa cemilan dan minuman untuk ku bawa ke kamarku.


Ketika melewati kamar dimas terdengar teriakan2 dan desahan dari orang yang sedang bercinta, hatiku terasa nyeri mendengarnya, setengah berlari aku pergi ke kamarku lalu kukunci dari dalam, ya alloh sungguh sangat menyakitkan apa yang mereka lakukan padaku, aku tak mampu lagi untuk berdiri kakiku lemas pandanganku gelap, akupun sudah tak ingat apa2 lagi derita dan rasa sakit yang kualami membuatku syok hingga aku jatuh pingsan

__ADS_1


__ADS_2