Belenggu Derita

Belenggu Derita
Musibah


__ADS_3

Tak terasa 1 tahun sudah usia firman anakku, dia semakin menggemaskan dan tampan, tapi semakin kesini kok mukanya ga mirip dimas, bahkan mukanya mirip seseorang, degh !!! sesuatu seperti memukul dadaku hingga terasa sesak.


Tapi kutepiskan segera perasaanku itu, aku tak ingin berprasangka yang aneh2 dalam hidupku. Karena dimas pun sangat menyayangi firman.


Pagi itu seperti biasa aku dan dimas sarapan, firman pun ikut duduk di pangkuanku karena bocah tampan itu sudah bangun dari subuh tadi.


" Habis sarapan aku mau keluar dulu ros, ada hal penting soal kerjaan" Ucap dimas sambil menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.


" Ya sudah, hati2 di jalannya" Sahutku.


" Pa..pa..pa" Celoteh lucu keluar dari mulut firman.


" Iya sayang papa, nanti papa tinggal dulu ya, dede jangan nakal, tunggu papa pulang" Ujar dimas sambil mencium pipi firman. Firman pun tertawa dengan lucu seolah ngerti apa yang di ucapkan dimas.


Selesai sarapan dimas pun langsung pamit berangkat, ku antar sampai teras depan sambil menggenfmdong firman.


" Nanti pulang jam berapa?" Tanyaku.

__ADS_1


" Aku usahain secepatnya, dadah sayang papa" Jawab dimas tak lupa mengecup keningku dan firman bergantian. Setelah dimas pergi aku kembali masuk dan duduk di ruang tv, kududukkan firman di sebelahku.


Firman sangat aktif dan sekarang sedang belajar berjalan meski masih tertatih tatih, ku awasi gerak geriknya takut jatuh dengan segera bisa ku tangkap. Dengan lucu firman memegang sofa lalu berjalan sedikit demi sedikit sambil terus berceloteh, sungguh menggemaskan sekali.


" Aih dede firman sudah pinter jalannya sekarang" Terdengar suara ceumpreng bi nani.


" Iya bi, makin pinter saja nih anak" Ujarku tanpa melepas pandangan dari anakku.


" Uluh2 cape ya, duh nangis pengen mimik ya tampan?" Celoteh bi nani ketika firman duduk karena kelelahan terus nangis.


" Iya bi kayanya pengen mimik, bibi buatin dulu susunya, kayanya ngantuk deh" Ujarku sambil menggendong firman.


Tak lama putra tampanku itupun tertidur dengan pulas, kupandangi wajah imutnya dengan perasaan bahagia, tak terasa akupun ikut tertidur di srbelah firman dengan pulas juga.


Aku terbangun ketika suara ponselku berbunyi, ku kucek mataku karena masih ngantuk, suara ponselkuasih berbunyi di atas meja, dengan mata masih ngantuk ku ambil dengan malas.


Aku" Assalamu'alaikum"

__ADS_1


Penelepon" Wa'alaikumsalam, ini denga ibu rosita?"


Aku" Iya pak, ini siapa dan ada perlu apa?"


Penelepon" Ini saya dari rumah sakit xx, mau mengabarkan suami ibu bapak dimas pratama mengalami kecelakaan"


Jedeeerrr !!!!


Serasa petir yang menggelegar di siang hari, aku benar kaget dan syok. Aku tak bisa mendengar lagi apa yang di katakan pihak rumah sakit itu.


Kepalaku tiba2 serasa berputar putar dan sakit, pandanganku terasa berkunang kunang dan mulai gelap. Aku terkulai lemas tubuhku merosot ke bawah dan jatuh pingsan, terakhir kudengar sebelum aku benar kehilangan kesadaranku adalah teriakan bi nani yang datang dari dapur.


" Neeeeng aduuuuh kenapaaaa???" Teriak bi nani.


Setelah itu aku tak ingat apa2 lagi, berita yang kudengar barusan benar2 membuatku syok yang teramat sangat.


***

__ADS_1


Hai hai maaf ya baru bisa up lagi, jangan lupa dukung terus karya aku ini ya.


Di tunggu like, rate, vote n komen'y, biar aku lebih semangat lagi, aku pasti feedback ya all 🤗🤗😘😍😍


__ADS_2