
Kehadiran andi mampu membuatku lupa sejenak akan dimas dan perempuan itu, tidurku selalu lelap dan nyaman tanpa ada beban.
Tapi aku kembali harus berhadapan dengan dimas, ya dimas tiba2 pulang saat aku baru selesai masak buat makan malam.
Aku tertegun ketika membuka pintu berdiri sosok pria yang kubenci tapi menjadi suamiku.
" Hai sayang, kenopo bengong gitu kaya ngeliat setan saja kamu itu, kaget ya suamimu ini ga ngasih kabar dulu, sengaja kejutan untuk istri manisku" Ucap dimas yang membuat kembali kesadaranku.
" Aaaku fikir kamu ga akan kembali, ups!!" Aku menutup mulutku karena keceplosan, dimas menatapku tajam seakan ingin menelanku.
" Hmm bagus kamu ya, istri yang sangat baik mengharapkan suamimu ini ga kembali lagi, kamu mendo'akan aku mati ya??" Tukas dimas dengan berapi api.
" Ma,,maksuddd ku bkann begitu, aku kageet saja tiba2 kamu datang setelahh sekiiian lama tiada kabarr berita, mmmaaf jika aku salah bicara" Ucapku terbata bata, aku mundur ke belakang dengan perasaan takut.
Dimas tiba2 pandangannya melunak, di pegangnya bahuku dengan lembut.
" Iya ros kamu ga salah kok, wajar kamu marah karena aku ga ngasih kabar, maafkan aku tadi yang sedikit tersulut emosi, aku lapar kamu udah masak??" Tanya dimas mengalihkan pembicaraan.
" Sudah, kamu mandi dulu habis itu kita makan bareng" Jawabku, lalu kubawakan kopernya dan ku masukkan ke kamar dimas, lalu aku kembali ke kamarku untuk mandi.
__ADS_1
Selesai mandi aku mempersiapkan makan malam, untung tadi aku masak agak banyak hhh bhatinku.
" Hmmm wangi amat sayang, bikin aku pengen cepat2 makan" Seru dimas sambil duduk di kursi, segera ku ambilkan piring dan ku taruh nasi beserta lauk pauknya.
" Makanlah, maaf aku masak ga terlalu banyak, mudah2an cukup untuk kita berdua" Ucapku.
" Untuk perut cukup, tapi nanti kalau masih kurang aku mau makan kamu sayang" Ucap dimas sambil menatapku penuh kerinduan, deggh aku gugup bukan main membayangkan malam ini melayani suamiku, yang pasti srlama di luar negeri dia selalu bersama perempuan ga tahu malu itu.
Tapi aku berusaha tidak menujukkan kegusaranku, aku balas semua ucapan dimas dengan senyum yang kubuat manis semanis manisnya.
Selesai makan aku segera membereskan piring2 kotor dan langsung kucuci.
" Iya bentar" Jawabku, lalu cepat2 kubuatkan kopi, tak lupa juga cemilannya.
" Ini kopinya dimas, kalau ga ada lagi aku mau balik ke kamar" Ucapku sambil menaruh kopi, dimas menoleh ke arahku lalu tersenyum.
" Temani aku nonton disini, aku kangen sama istri manisku ini, kamu kangen juga kan?" Tanya dimas sambil menarik tanganku untuk ikut duduk di sampingnya, di peluknya tubuhku dengan hangat.
" Ttapi kamu pasti cape, kenapa ga istirahat?" Tanyaku berusaha mengalihkan perhatian dimas.
__ADS_1
" Aku mau istirahat di temani kamu, hampir tiga minggu kita berpisah sayang" Ucap dimas sambil membelai rambutku, dikecupku keningku lalu bibirku.
Malam itu dimas mencumbuku berusaha untuk membangkitkan gairahku, tapi aku tak bergairah sama sekali, hatiku membeku setiap ingat sama perempuan itu.
" Sayang jangan marah, maafkan aku yang ga bisa ngasih kabar ya" Bisik dimas di tengah2 cumbuannya.
Malam itu aku di hajar habis2an sama dimas, disaat aku tertidur kelelahanpun dimas tetap mengerjaiku, tak ada sedikitpun kenikmatan yang kurasa, yang ada hanya rasa sakit, sakit dan sakit terasa.
Aku tertidur di ruang tv dan bangun kesiangan, ketika kulihat jam ternyata sudah jam sembilan pagi, aku berusaha bangun tap badanku tak bisa bergerak dimas mengunci tubuhku dalam pelukannya yang erat.
" Dimas aku mau bangun bikin sarapan" Ucapku membangunkan dimas, tapi pelukan dimas makin erat.
" Sarapan ya, hmmm aku mau sarapan kamu dulu" Bisik dimas.
" Badanku pada sakit semua dimas, kamu dari semalam ga ada istirahatnya, aku cape" Ucapku ketus, tap dimas pura2 ga mendengar ucapanku, aku di cumbuinya lagi, g**a ini orang mau bolikin aku mati bhatinku.
Aku tak kuasa menolak hasrat dimas yang seolah ga ada puas2nya mengerjaiku, pagi ini pun dia kembali memuaskan hasratnya padaku dengan gairah yang meledak ledak.
Kuguyur tubuhku yang terasa remuk semua dengan air dingin, sakit di tubuhku tak seperti sakit di hatiku, kebahagiaanku cuma sesaat kemarin.
__ADS_1
Kini aku harus kembali lagi pada penderitaan dan tekanan bhatinku dari dimas.