
Seminggu aku sakit dan akhirnya kesehatanku pulih, itu berkat ketelatenan ibuku jmdan juga bibiku yang selalu merawatku.
" Alhamdlillah akhirnya kamu sehat kembali ros, aku kangen jalan2 sama kamu" Ucap bibi antusias
" Iya bi alhamdulillah berkat kalian yang begitu telaten merawatku" Jawabku bahagia
" Ya sudah kita jalan2 yuk bentar lagi sore nih, kita makan bakso mas paijo aku yang traktir" Ajak bibi
" Berangkaaat" Jawabku semangat 45, kami pun langsung berangkat jalan kaki menuju lapangan dekat kantor kepala desa, tempat dimana mas paijo mangkal jualan baksonya.
Cuma beberapa menit kami berjalan akhirnya sampai juga.
" Mas pesan baksonya 2" Ucap bibi
" Nggeh cah ayu, campur apa gimana" Tanya mas paijo sama kami berdua
" Aku baksonya aja mas, di bening ya jangan pake saos dan sambel" Jawabku
__ADS_1
" Aku campur mas, pake saos juga sambel yang banyak, kasih cuka dikit" Jawab bibi semangat
" Tumben neng rosita ga pedes2, biasanya pedasnya cetar membahenol tuh" Tanya mas paijo heran
" Ga mas, aku baru sembuh dari sakit, jangan dulu makan yang pedes2" Ujarku, tak lama bakso pesanan kami sudah selesai di buat, kami makan dengan lahap.
Bakso mas paijo memang mantul (mantap betul) pake banget, selesai makan bakso kami duduk di pinggir lapangan sambil ngeliat anak2 lagi main layang2
" Ros aku mau nanya sesuatu ma kamu, tapi kamu jangan sedih janji ya" Bibi memulai pembicaraan, aku sudah tau arahnya kemana pertanyaan bibi, aku tersenyum
" Insya alloh ga bi, soal dimas kan?" Tanyaku
Aku tersenyum lalu ku jawab " Iya bi itu benar, awal2 aku sangat sedih, tersiksa, fikiranku kacau ga karuan sampai badanku abis akibat mikirin dimas, lama2 aku sakit kan bibi juga tau, tapiii aku harus tegar menghadapi ujian ini bi, kalau emang dimas jodohku pasti kita akan ketemu lagi" Jawabku panjang lebar
" Syukurlah ros, kamu jangan sampai terpuruk kamu harus kuat" Ucap bibi ngasih semangat
" Iya bi, meskipun aku sudah tidak suci lagi, tapi aku ga boleh putus asa bi, ku pasrahkan segalanya pada yang maha kuasa" Tukasku dengan sepenuh hati
__ADS_1
" Bagusss itu baru rositaku" Teriak bibi senang, akupun tersenyum bahagia ku peluk bibiku dengan erat
" Aku juga mulai sekarang berusaha belajar melupakan dimas bi" Kataku pada bibi
" Ya harus ros, meskipun sulit tapi pasti kamu bisa, banyak jalan menuju roma" Ucap bibi sambil tergelak, aku pun ikut tertawa bersama, alhmdulillah akhirnya aku bisa bangkit dari keterpurukanku, kekecewaanku yang di tinggal dimas.
Aku yakin akan rencana alloh, pasti akan ada hikmah di balik ujian dan cobaan yang ku alami sekarang.
" Bentar lagi mau maghrib, pulang yuk bi" Ajakku
" Ayo ros, tapi nanti mampir dulu ke warung" Ucap bibi
" Mau beli apa bi?" Tanyaku
" Pengen beli mie instan sama telor, udah lama ga bikin mie tek tek ala2 gituh hehe" Jawab bibi sambil tertawa.
Kami berjalan arah pulang ke rumah, tak lupa kami juga mampir dulu ke warung untuk membeli keinginan bibi tadi.
__ADS_1
Kuakui bibiku ini pandai masak persis banget kaya ibu, apapun yang di bikin pasti rasanya akan terasa enak dan nikmat