
Dari hari ke hari kulalui dengan penuh isak tangis, tak ada kebahagiaan dalam rumah tangga aku dan dimas, aku di tuntut untuk patuh dan mengikuti keinginan dimas, jika aku tak menuruti tangannya akan langsung melayang ke pipiku.
Genap 3 bulan kami menikah suatu hari dimas memanggilku, dengan cepat aku menghampiri dimas karena aku ga mau dimas marah lagi.
" Ada apa dimas?" Tanyaku sambil duduk di hadapannya, dimas menatapku tajam seakan ingin mengetahui apa yang ada dalam isi kepalaku.
" Aku mau membicarakan suatu hal penting, kuharap kamu bisa di ajak kerjasama dan ga bikin ulah, karena ini semua juga demi masa depan kita" Jawabnya setelah lama dia menatapku tajam.
" Apa itu?" Tanyaku lagi, kupandangi dimas penuh selidik.
__ADS_1
" Besok si tua bangka akan datang kesini, dia baru saja selesai mengurus bisnisnya di luar negeri, dia tau aku menikah dan dia tak mempermasalahkan itu, rumah ini dia yang beli khusus buat pertemuan kita, jadi apabila dia kesini aku harap kamu menerimanya dan tidak macam2, ingat semua yang kita nikmati ini dari dia ros!!!" Jawab dimas dengan tegas, bagaikan mendengar petir di siang hari yang kurasakan, aku sungguh2 tak percaya dimas bicara seperti itu.
" Jadi maksud kamu aku harus diam saja melihat kamu gimana2 sama dia dimas??" Tanyaku setengah berteriak.
" Ya, kamu tidak boleh membantah ataupun marah" Jawab dimas santai.
" Terus kamu anggap apa aku ini, seorang istri yang harus menyaksikan suami sendiri dengan perempuan lain bahkan serumah??" Teriakku putus asa, dimas menyeringai dan mencekal tanganku dengan kencang.
" Aaawww sakiiit dimaaas, lepasin tanganku" Ujarku dengan menahan sakit.
__ADS_1
" Ingat kamu jangan membantah dan turutin semua kata2ku, kalau kamu membantah aku akan melakukan apapun untuk menyakitimu dan keluargamu, dan jangan pernah berfikir untuk meninggalkan rumah ini, ingat itu!!Ancam dimas di hempaskannya tanganku dengan kasar.
Aku berlari ke kamar sambil terisak, kujatuhkan tubuhku di atas kasur, ku menangis sejadi2nya, rasa sakit, hancur dan terhina semua menjadi satu, aku tak sanggup membayangkan apa yang menjadi keinginan dimas tadi, dimana dia letakkan hatinya sebafai manusia, benar2 ga berakhlak sama sekali.
Karena merasa cape akibat menangis akhirnya aku tertidur, dalam tidurku aku merasa ada yang membelai tubuhku dan mencium cium bibirku, kubuka mataku dan kulihat dimas sedang berada di atas tubuhku dengan seringai liciknya.
Aku berusaha untuk mberontak karena aku merasa muak setelah apa yang dia ucapkan tadi siang.
" Hentikan dimas aku ga sudi kamu sentuhhh" Ucapku tertahan, tapi dimas ga peduli dia semakin meraja lela akibat penolakanku, dirobeknya bajuku ditariknya bra dan cd ku dengan kasar, aku cuma bisa menjerit tertahan dengan semua perlakuan kasarnya.
__ADS_1
" Aku akan menghukummu malam ini ros" Ujar dimas di sela kegiatannya, penyatuan yang dimas lakukan malam ini terasa sangat menyakitkan dan sangat kasar, teriakanku yang minta dimas untuk berhenti ga dipedulikan sama sekali, akhirnya aku hanya bisa terkulai lemas karena kehabisan tenaga, kupejamkan mataku dengan dengan berurai air mata