Belenggu Derita

Belenggu Derita
Sakit


__ADS_3

"Ros badan kamu panas banget ya alloh" Teriak bibi sambil meraba keningku, aku perlahan membuka mataku yang terasa berat, badanku terasa lemas sekali dan kepalaku juga sakit.


"Aku belikan bubur dulu sama obat ya ros, kamu tunggu disini" Ucap bibi setelah melihatku bangun, aku cuma menganggukan kepalaku meingiyakan.


Tak lama bibi kembali ke kamar dengan membawa bubur dan segelas air putih


" Makan bubur dulu ros habis itu minum obat, badan kamu panas banget" Ucap bibi lalu duduk di sebelahku dan membantu aku duduk


" Iya bi" Jawabku singkat, aku makan bubur cuma tiga suap saja karena mulutku terasa pahit


" Kok ga di habisin ros?" Tanya bibi


" Udah bi mulutku terasa pahit, takut kalau di paksain malah keluar lagi" Jawabku lirih


" Ya sudah nih di minum obatnya" Lalu bibi menyodorkan gelas beserta obat untuk ku minum

__ADS_1


" Habis minum obat istirahat, kalau demam kamu ga turun besok kita ke dokter, kamu ga usah dulu kerja biar aku yang bilang ke bu mimin" Ucap bibi lalu membantu aku untuk berbaring kembaliLalu bibi membereskan mangkuk dan gelas bekas makan tadi dan membawanya ke dapur.


Tak lama bibi maduk ke kamar dan ceu romlah juga ikut masuk


" Sudah di kasih obat belum wit rosita nya?" Tanya ceu romlah


" Udah ceu barusan, kasihan panasnya tinggi banget" Jawab bibi


" Syukurlah, padahal tadi pagi sehat2 saja keliatannya mah, kok bisa sekarang demam tinggi begini wit, apa kalian panas2an wit?" Tanya ceu romlah lagi


" Mana ada lah ceu kita panas2an, tapi ada sesuatu yang membuat rosita jadi demam begini" Jawab bibi


Lalu bibi pun menceritakan kejadian yang membuat aku syok hingga sakit begini.


Ceu romlah serius menanggapi cerita bibi dengan sekali2 menggeleng gelengkan kepalanya dan menutup mulutnya yang kaget.

__ADS_1


" Begitu ceritanya ceu" Pungkas bibi


" Ya alloh ya robbi kasian amat kamu itu ros, tapi kamu jangan sedih percayalah gusti alloh itu maha adil, karma masih berlaku jangan lah kamu menangisi pria macam itu, sayang sekali air mata yang berharga ini keluar cuma menangisi pria tak punya hati itu" Ucap ceu romlah prihatin


" Iya ceu, aku akan berusaha untuk sabar dan melupakan rasa sakit hati ini" Jawabku lirih, aku tak kuasa lagi untuk tidak menangis.


" Menangislah sekarang sepuasmu sampai kamu merasa lega di hati, setelah itu hentikan jangan lagi kamu menangisinya, kamu harus kuat dan ceuceu percaya kamu kuat ros" Ucap ceu romlah menyemangatiku.


Aku tak kuasa menjawab, ku peluk ceu romlah dan ceu romlah pun membelai rambutku.


Bibi yang melihatku seperti itu ikut menangis, alhamdulillah aku merasa bersyukur disaat lagi terpuruk seperti ini aku di kelilingi oleh orang2 yang peduli padaku.


" Sudah sudah sekarang kamu istirahat ros, biar demam kamu turun dan kamu sehat kembali" Ucap ceu romlah sambil membantuku merebahkan tubuhku


" Iya ros, mudah2an setelah obatnya bereaksi demam kamu turun" Timpal bibi, aku mengangguk lemah, lalu akupun berbaring kembali.

__ADS_1


Ceu romlah dan bibi menungguku di kamar sampai aku tertidur, setelah melihatku tidur ceu romlah pun beranjak keluar


" Ceuceu juga msu tidur wit, nanti subuh harus bangun ke pasar, nanti kalau ada apa2 bangunin aku ya wit" Ucapnya sambil keluar dari kamar


__ADS_2