
Selesai masak dan bersih2 di dapur aku langsung mandi dan istirahat, kurebahkan tubuhku yang terasa agak lelah di kasur, kulirik bibi yang sudah terkelap di sampingku, kupejamkan mataku yang terasa sudah mulai ngantuk.
Tiba2 ponselku berbunyi kukihat notifikasi pesan masuk, aku heran siapa yang sms aku karena jarang ada yang sms ataupun nelpon, paling dari keluargaku di kampung, itupun kalau lagi ada penting.
Kubuka pesan masuk dan ternyata ANDI, hmm cowok yang waktu itu bhatinku.
Andi" Hai met malam"
Aku" Malam juga"
Andi" Lagi ngapain, masih inget aku ga?"
Aku" Lagi mau tidur, inget kamu yang waktu itu nganter aku"
Andi" Hehe iya betul, maaf ganggu ga nih?"
__ADS_1
Aku" Ga apa2 sih tapi aku ngantuk karena nanti dini hari harus bangun ke pasar"
Andi" Oh, ok deh met istirahat saja ya ros"
Aku letakkan kembali ponselku di atas nakas tanpa membalas pesan andi tadi, mataku sudah benar2 ngantuk.
Semenjak malam itu andi rajin mengirimi aku pesan bahkan tak jarang ngajak makan, tapi selalu aku tolak secara halus, jujur aku trauma sakit hati dulu masih membekas sangat dalam.
Meskipun sebenarnya dengan adanya perhatian dari andi, ada terselip rasa senang karena andi orangnya tampan dan yang utama dia sopan dalam berbicara.
" Kenapa kok bibi tiba2 ngeliat aku kaya gitu?" Tanyaku heran
" Gimana hubungan kamu sama andi itu?" Aku mengernyitkan dahiku heran
" Kok bibi tau?" Tanyaku balik, kulihat bibi menghela nafas
__ADS_1
" Waktu kamu lagi tidur aku bangun kebelet, kulihat ponsel kamu bunyi, ya bibi lihat takutnya ada penting dari keluargamu, ternyata dari andi, kamu sudah lama kenal sama dia?" Jelas bibi
" Oh eh ga lama sih bi mungkin ada lah sekitar mau dua bulanan, itupun kami bertemu ga sengaja d pasar, habis itu kami ga pernah bertemu cuma sebatas sms2an doang" Jawabku agak gugup
" Terus gimana perasaan kamu, kulihat dia tertarik sama kamu, dari cara dia perhatiin kamu meski cuma di sms?" Tanya bibi, aku tertegun mendengarnya, jujur aku masih sangat trauma dengan dimas dulu, luka di hati ini masih belum sembuh entah sampai kapan.
" Entahlah bi aku masih takut untuk menjalin hubungan dekat ma cowok, apalagi keadaan aku sudah tidak suci lagi" Bisikku lirih hampir tak terdengar.
" Ikuti apa kata hatimu ros, yang lalu biarlah berlalu, kamu berhak mendapatkan kebahagiaan lagi, kapan2 bibi mau ketemu dengan dia, bibi pengen tau gimana orangnya dan juga gimana hatinya, kalau cuma untuk main2 mending ke laut aja" Ucap bibi tegas
" Kemarin2 sering ngajak makan di luar bi bahkan aku di suruh ngajak teman, katanya biar aku ga takut ketemu sama dia bi" Ucapku
" Lusa kita kan libur, bibi pengen ketemu sama dia, nanti kalau dia ngajak makan kamu setujuin aja ros" Aku anggukan kepalaku mengiyakan.
Kulihat bibi sudah mulai tidur terdengar dari dengkurannya, akupun mencoba untuk tidur tapi mata ini sulit untuk tidur, terbayang wajah andi yang tampan, meskipun baru satu kali bertemu tapi orangnya sangat sopan dalam bersikaf.
__ADS_1
Ga ada salahnya jika aku mencoba untuk dekat lagi dengan seorang cowok, mungkin untuk sementara berteman dulu itu lebih baik gumamku dalam hati dan tak terasa mataku pun terpejam