Belenggu Derita

Belenggu Derita
Aku masih mencintaimu


__ADS_3

Andi duduk di sampingku dengan menatapku sendu, aku menundukkan kepalaku tak mampu membalas tatapan andi, hatiku berkecamuk tak karuan.


" Ternyata kalian sudah saling kenal, kapan kenalannya?" Tanya yuli dengan heran.


" Dulu kita ketemu ga sengaja yul, dia kekadihku yang hilang" Andi yang menjawab, mataku terasa panas dan berair, kata2 andi barusan membuat hatiku terasa sasak.


" Maksudnya ndi?" Tanya yuli.


" Nanti gue jelasin yul, sekarang bolehkan gue bicara sama sahabatmu sebentar?" Tanya dimas sama yuli, yuli menoleh padaku dan akupun menganggukkan kepalaku mengijinkan.


" Ya sudah, aku mau kesana dulu kebetulan ada sahabat gue ndi, kalian ngobrollah" Ucap andi sambil berlalu pergi, langkah kakinya sudah agak sempoyongan akibat minum wine.


" Maafkan aku ndi" Ucapku lirih, akhirnya mulutku ini bisa mengeluarkan kata2.

__ADS_1


Andi menatapku kembali di raihnya tanganku lalu di kecupnya dengan lembut, aku terperangah dengan perlakuannya yang ku kira akan berubah membenciku setelah apa yang terjadi.


" Aku tau semua tentang kamu dari bibi ros, kamu ga salah tapi aku yang salah, aku sudah meninggalkanmu dan ga ada di saat kamu membutuhkan perlindunganku" Ucap andi dengan mata yang berkaca kaca.


" Tidak ndi kamu ga salah, bukan karena kamu meninggalkanku dan tak melindungiku, ini semua takdir dari yang maha kuasa dan kita tidak ada jodoh ndi" Tepisku dengan menahan sakit di hati yang terasa menusuk, ya sakit hati ini mendengar ucapanku sendiri yang tidak ada jodoh dengan yang amat kucintai ini.


" Aku masih mencintaimu ros" Bisik andi.


Andi dengan cepat menarik tubuhku dan memelukku, di belainya rambutku seperti dulu yang sering dia lakukan, pelukkan dan belaian andi yang selalu kurindukan dan membuatku nyaman ini.


" Biarkan dulu seperti ini ros, aku rindu kamu sayang" Bisik andi lirih ketika aku mau melepaskan pelukannya, akupun terdiam kembali ku balas pelukannya karena akupun sangat merindukannya melebihi apapun.


" Jika kamu tak bahagia, kasih tahu dan datanglah padaku ros" Ucap andi lalu di tatapnya mataku, kulihat masih ada binar cinta di matanya padaku, ya tuhan seandainya kamu tahu penderitaanku dengan suamiku jeritku dalam hati.

__ADS_1


" Bahagiaku cuma kamu ndi, tapi aku harus berbakti sama suamiku demi orang tua" Ucapku lirih, ku ambil lagi 2 gelas wine yang sudah terisi penuh lagi, karena memang acara pestanya sudah mau berakhir dengan pesta wine.


Kusodorkan segelas buat andi, andi menatapku dengan tatapannya yang penuh kerinduan.


" Anggap saja malam ini kita merayakan pertemuan sekaligus perpisahan kita" Ucapku dan langsung kuteguk habis, kulihat andi pun meminum wine nya sampai habis, akupun tertawa senang melihatnya.


Pengaruh wine sudah membuatku mabuk, ku ambil lagi wine dan ku minum lagi sampai habis.


Aku ingin melupakan semuanya, apalagi kini pria yang kucintai ada didepanku, tapi aku tak bisa meraihnya itu membuatku terpukul.


" Ros kamu sudah terlalu mabuk, jangan minum lagi ya sayang" Bisik andi lembut di telingaku.


" Aku ingin melupakan sejenak semuanya ndi" Ucapku dengan penuh kesakitan, kupeluk andi dengan erat, fikiranku sudah mulai ga karuan, kucium andi dengan penuh kerinduan, aaaahhh wine ini sudah membuatku lupa keadaan, aku mabuk sangat mabuk

__ADS_1


__ADS_2