Belenggu Derita

Belenggu Derita
Kesan pertama 2


__ADS_3

Tak lama makanan yang di pesan pun datang, aku dan bibi saling pandang bingung.


" Andi ga salah ini banyak amat yang di pesan!!!" Pekik bibi


" Ga apa2 bi, aku kan ga tau selera kalian apa, ya sudah yuk kita mulai makan" Ucap andi, kami pun mulai makan dengan lahap karena memang sengaja ga makan tadi di mess.


" Tuh kan masih sisa banyak ini" Tukas bibi


" Habisin bi sayang" Ucapku


" Aish kaya yang iya saja kamu itu, asal berdua yo kita habisin" Tantang bibi, aku sontak saja angkat tangan ku gelengkan kepalaku sambil tertawa.


" Ga akan sangguplah, ini saja udah kekenyangan pake banget" Ucapku


" Sudah ga apa2 kalau ga habis, di bungkus aja ros buat teman2nya di mess" Ujar andi


" Setuju pake banget, pasti orang mess bakalan senang di bawain makanan seenak ini mh" Ucap bibi antusias, akupun setuju dengan idenya andi.


Selesai makan kami duduk2 santai sambil melihat pemandangan yang indah di situ.


" Jika mau ngasih makan ikan bisa di sini, siapa yang mau?" Tanya andi

__ADS_1


" Aku mauuu ndi, huuh pasti seru dan asyik ini mah" Teriak bibi semangat


" Ya sudah kalian tunggu di sini, aku mau ke sana dulu ngambil pakan ikannya" Ucap andi, tak lama andi datang membawa pakan ikan lalu di kasihkan ke bibi.


Dengan suka cita bibipun langsung menuju kolam ikan, byuuurrr suara ikan2 di kolam yang ribut berebut makanan.


" Kamu ga ikut ngasih makan ikan ros?" Tanya andi sambil menatap ke arahku.


" Ga ndi, ngeliat bibi aja juga udah cukup" Jawabku


" Gimana kapok ga jala sama aku?" Andi kembali bertanya


" Ga atuh justru senang banget, ini baru pertama kali aku ke tempat kaya gini" Jawabku


Tiba2 andi meraih tanganku dan menggenggamnya, akupun ga bisa menolak kubiarkan andi menggengam tanganku.


" Nanti kalau libur lagi kerjanya, kita jalan lagi mau ga?" Tanya andi


" Insya alloh ya ndi" Jawabku sambil menunduk.


" Ros, kamu takut ya ma aku?" tanya dimas di angkatnya daguku, pandangan kami saling beradu, wajahku merona karena malu dan gugup

__ADS_1


" Ya sudah ga apa2 kalau kamu belum mau jalan lagi ga apa2 kok ros, aku ngerti kita ini baru kenal" Ujar andi lembut, lalu matanya kembali menatap bibi yang lagi berjalan ke arah kami.


Buru2 kulepaskan tanganku dari genggaman andi, karena kalau sampi bibi tau habislah aku jadi bulan bulanannya, andi pun tersenyum melihat tingkahku yang gugup.


" Hey kenapa wajahmu itu merah ros?" Tanya bibi terkekeh


" Siapa kalee yang merah, biasa2 saja kok" Elakku dengan tersipu, bibi malah cekikikan melihat aku yang malu malu kucing.


" Masih betah apa mau pulang?" Tanya andi sambil menatap kami


" Pulang aja ya bi" Ucapku


" Ya sudaah ayo kita pulang" Tukas bibi sambil mengedipkan matanya ke arah andi.


Andipun memanggil pelayan dan menyelesaikan pembayaran.


Kamipun berjalan menuju mobil, bibi terlihat sangat senang karena terus saja bersenandung.


" Ada lagi yang mau di beli ga ros?" Tanya andi


" Ga ndi udah cukup kok" Jawabku, aku malu jika terus2an di traktir sama andi.

__ADS_1


" Ok deh ros" Tukas andi dengan senyum manisnya yang selalu terukir di bibirnya, aku sangat bahagia hari ini, apakah mungkin aku sudah mulai menyukai dimas, ah entahlah yang jelas hatiku berdebar debar di kala melihat senyumannya, jantungku berdetak cepat ketika andi menatapku.


Hehe maaf ya apabila novelku ini kurang menggigit ceritanya, maklum ini karya pertamaku, jangan lupa dukungannya ya 😊😊😊 TERIMA KASIH buat yang sudah mampir ngasih like, rate dan vote'y akupun nanti akan mampir juga di karya2 kalian


__ADS_2