
Pagi2 sekali dimas sudah pergi tanpa membangunkanku yang masih terlelap, akupun tak mau ambil pusing dengan kepergian dimas, bagiku pamit atau ga sama saja.
Selesai mandi aku turun untuk sarapan, nampak bi nani sedang sibuk mencuci piring.
" Pagi neng" Sapanya ramah ketika melihatku duduk di meja makan.
" Pagi juga bi" Sahutku, ku tatap satu2 makanan yang ada di meja makan, entah kenapa pagi ini melihat nasi goreng ataupun roti bakar yang terhidang membuatku mual.
" Kenapa neng, pusing lagi?" Tanya bi nani melihatku yang sedang memijit pelipisku.
" Iya bi, melihat nasi goreng ma roti tawar membuatku mual, ngidam memang merepotkan ya bi" Keluhku, bi nani tersenyum manis ke arahku.
" Itulah indahnya menjadi seorang ibu neng, penuh kenikmatan di saat ngidam, mengandungnya, melahirkannya dan mengurusnya kelak" Tuturnya dengan lembut, akupun manggut2 mengerti.
" Terus neng mau sarapan apa?" Tanya bi nani.
" Mungkin bubur ayam tanpa kecap manis enak kali ya bi" Jawabku sambil membayangkan bubur ayam.
__ADS_1
" Baik bibi akan beli sekarang, ada di ujung komplek ini neng, enak katanya" Ujarnya lalu segera pergi keluar untuk membeli bubur pesananku.
Aku pun beranjak menuju ke ruangan tv sambil menunggu bi nani datang, ku ambil ponselku iseng2 ku kirim yuli pesan mengabarkan kalau dimas lagi ke luar negeri seminggu lamanya, tak kuduga yuli langsung membalas dengan cepat bahwa akan meluncur sekarang ke rumah.
Aku senyum2 sendiri di buatnya, cepat tanggap juga sahabatku ini bhatinku.
" Ini neng buburnya di makan" Ucap bi nani tiba2 mengagetkanku yang terlalu asyik dengan ponselku.
" Oh iya bi, cepat amat perasaan" Ujarku heran, bi nanipun terkekeh mendengar ucapanku.
Segera aku sarapan dan kulahap sampai habis buburnya, terasa enak dan nikmat sampai tak ada sisa sedikitpun di mangkuk, lalu ku taruh mangkuk kosongnya di meja, setelah minum aku merebahkan tubuhku sambil nonton tv.
Tak terasa aku tertidur di ruang tv, aku terbangun ketika mendengar seseorang memanggil namaku, kubuka mata dengan enggan, samar2 kulihat yuli sedang cengengesan melihatku.
" Sialan kamu yul, ngagetin doang" Makiku sambil kulempar yuli dengan bantal sofa.
" Habisnya kamu tidur sambil ngiler" Ucapnya sambil terkekeh, mataku melotot mendengar aku ngiler.
__ADS_1
" Masa sih?" Tanyaku sambil mengelap mulutku, ga ada bersih sialan aku di kerjain si yuli.
Yuli tertawa terbahak bahak melihat tingkahku, akupun akhirnya ikut tertawa juga karena merasa lucu.
" Ngomong2 suami kamu dinas lagi ros ke luar negeri nya?" Tanyanya sambil menatapku serius setelah puas tadi tertawa.
" Iya kali yul, entahlah lagian aku juga ga peduli kok dan ga mau tahu" Jawabku acuh, yuli manggut2 karena dia sudah faham dengan apa yang selama ini terjadi antara aku dan dimas.
" Aku belum sarapan ros, laper tau" Rengek yuli.
" Siapa suruh kamu buru2 kesini dodol" Ejekku.
" Iiish kamu jahat juga ternyata" Ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya, aku tertawa melihatnya, sahabatku ini memang orangnya sangat lucu.
" Sudah sana ke dapur, ada nasi goreng sama roti bakar di meja makan" Ucapku kasihan melihat yuli mengusap ngusap perutnya.
" Asyik dah akhirnya aku nemu juga nih sarapan" Ucapnya riang, lalu sambil bernyanyi nyanyi kecil yuli pergi ke dapur, aku selalu merasa terhibur jika yuli datang, dia selalu bisa membuatku tertawa dan melupakan sejenak semua permasalahan yang ku alami selama ini.
__ADS_1