
Seminggu sudah dimas ada di rumah, aku kembali melakukan aktifitas seperti biasa, seperti biasa aku bangun subuh lalu sholat dan langsung turun ke dapur untuk membuat sarapan.
Kubuka kulkas lalu memilih bahan2 untuk membuat nasi goreng, sedang sibuk meracik bumbu tiba2 kepalaku pusing dan mual, aku segera lari ke kamar mandi dan muntah.
Kupijit pijit keningku untuk menghilangkan rasa pusing yang menderaku.
Dimas masuk ke dapur dengan mengernyitkan dahinya.
" Kenapa ros, sakitkah kamu?" Tanya dimas dengan nada khawatir.
" Ga kok, kayanya cuma masuk angin doank" Jawabku masih menahan pusing.
" Sudah ga usah masak, pesan online saja, kamu istirahat saja" Ujar dimas sambil menuntunku kembali ke kamarku.
Aku cuma menurut saja karena memang kepalaku sangat pusing, aku duduk bersandar di kasur dan kupejamkan mataku.
Dimas sangat khawatir melihat keadaanku yang sangat jarang sakit.
__ADS_1
" Ke dokter ya berobat, atau mau aku kerokin?" Tanya dimas.
" Ga usah ke dokter ah, nanti juga sembuh sendiri, kerokin saja" Jawabku.
" Ya sudah, tapi kalau nanti sudah di kerok masih pusing kita berobat saja" Akhirnya dimas mengalah.
Di ambilnya minyak zaitun dan uang koin, lalu dengan cepat dibukanya bajuku lalu dengan telaten punggungku di keroknya, selesai di kerok punggungku dipijitnya dengan lembut.
Tak terasa akupun tertidur, pijatan dimas terasa nyaman sekali, tapi aku seperti mimpi dimas memasuki aku dengan lembut, entahlah antara mimpi dan nyata terasa beda2 tipis dan nikmat, aku terbangun ketika terasa ada yang ******* bibirku, ku buka mataku dan dimas tersenyum manis.
" Maaf sayang, aku ga kuat menahan gairahku melihatmu tertidur, aku janji ga akan lama dan lembut" Bisiknya penuh gairah.
Dimas mengecup keningku dan mbelai rambutku dengan lembut, lalu diapun berdiri memakai pakaiannya kembali.
" Istirahatlah, nanti sarapannya aku bawa kesini saja, biar kamu bisa istirahat" Ujarnya, aku anggukkan kepalaku dengan mata yang terpejam.
Tak lama dimas kembali masuk membawa nampan, di taruhnya di meja lalu membangunkanku yang sedikit terlelap.
__ADS_1
" Ros bangun sarapan dulu" Ucap dimas, dengan malas kubuka mataku dan berusaha untuk duduk.
Kami sarapan di kamar karena kepalaku masih agak pusing untuk turun ke dapur.
Selesai sarapan perutku terasa mual lagi, dengan segera aku lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua sarapan yang kumakan tadi.
" Ayo ke dokter ros, wajahmu pucat sekali" Ujar dimas khawatir melihat wajahku yang pucat, aku berusaha menolak dengan menggelengkan kepalaku.
" Tidak ada bantahan lagi, ayo segera berangkat sekarang!!" Ucapnya dengan tegas, akupun terpaksa patuh dan ikut apa kata dimas.
Setelah sampai di klinik terdekat, aku segera di periksa oleh seorang dokter perempuan yang ramah dan murah senyum.
" Kenapa dengan istri saya dok, wajahnya pucat sekali dan pusing, makan saja tadi keluar lagi dok?" Tanya dimas cemas.
" Bapak ga usah khawatir, istri bapak tidak apa2, selamat saat ini istri bapak sedang hamil dan di saat hamil muda memang sudah biasa di sertai mual dan pusing, nanti saya kasih resrp vitamin dan obat pusingnya ya pak" Jawab dokter itu dengan tersenyum ramah.
" Hamil dok, alhamdulillah sayang akhirnya" Ucap dimas dengan mata yang berbinar binar, dipeluknya aku dengan erat dan di kecupnya keningku, dokterpun yang melihat ikut tersenyum melihat tingkah dimas.
__ADS_1
" Ini resepnya pak jangan lupa diminum sesuai anjuran ya" Ucap dokter.
" Iya dok terima kasih, kami permisi dulu" Pamit dimas, kamipun keluar dari ruangan dokter, setelah menebus resep kami langsung masuk ke mobil untuk pulang.