Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ditinggal dimas 2


__ADS_3

Kulirik jam dinding yang nempel di tembok sudah menunjukan pukul 23.00, hhhh bentar lagi dimas menjemputku.


Kulihat adikku sudah tertidur dengan pulas nya, aku berjinjit sangat perlahan keluar kamar dan langsung menuju pintu untuk keluar


Suasana rumah sangat sepi karena semua penghuni sedang tertidur lelap semua, kubuka kunci pintu dengan hati2 dan menutupnya dengan hati2 juga.


Diluar kulihat dimas sudah menunggu di ujung jalan, ku tengok kiri kanan tak terlihat ada orang, lalu kuhampiri dimas, tanpa bicara kamipun betjalan kaki menuju rumah dimas yang terletak ga terlalu jauh dari rumahku.


" Akhirnya sampai juga" Bisikku lega, kami langsung masuk ke kamar dimas, di rumah dimas cuma tinggal sama bapaknya, ibunya tinggal terpisah di perkebunan teh, dan bapaknya bekerja di pasar.


Bapak dimas tidur di loteng jadi apapun yang terjadi di bawah beliau ga akan tau.


Di kamar tanpa ba bi bu lagi kami langsung melakukan hal yang biasa kami lakukan, bagi kami sudah bukan hal tabu tapi menjadi kebutuhan.


Kami sudah ga ingat lagi akan dosa terbuai oleh kenikatan dunia seasaat yang menyesatkan, pukul 03.00 baru kami berhenti, akuoun mengajak dimas untuk mengantarkan aku pulang.

__ADS_1


Di jalan arah pulang aku ga berhenti melirik kiri kanan takut bertemu tetangga.


" Sebelum berangkat kamu kerumah dulu kan dimas" Bisikku pada dimas


" Iya sayang" Jawab dimas dengan berbisik juga, akhirnya sampai juga di rumahku, pelan2 kubuka pintu rumah dan masuk dengan cepat.


Aku langsung kekamar dan merebahkan badanku di samping mella, hhh amaaan bhatinku, akupun tertidur dengan lelap karena badanku terasa sangat lelah.


Seperti biasa subuh aku bangun untuk mandi dan sholat berjama'ah dengan semua keluargaku.


" Kamu baik2 ya ros selama aku kerja di kota" Ucap dimas sambil membelai rambutku.


" Iya dimas, tapi kamu janji sebulan sekali pulang kesini, awas kamu jangan macam2 disana apalagi selingkuh" Jawabku dengan mata berkaca kaca


" Haha ga lah sayang, ga akan ada yang bisa menggantikan kamu, aku cinta mati sama kamu sueeerr" Ucap dimas kembali mengeluarkan rayuan mautnya sambil tertawa.

__ADS_1


Dan semua rayuan dimas sukses memvuatku percaya padanya, aku anggukan kepalaku mempercayai semua kata2 dimas.


" Senyum dong jangan cemberut saja, nanti cantiknya ilang lho" Ledek dimas nyandain aku.


Akupun tersenyum dengan senyuman yang paling termanisku.


" Nah gtu dong sayangku, cintaku, manisku emmuuah, ya sudah aku berangkat dulu ros" Akhirnya dimas pamit, aku peluk erat2 tubuhnya, kami berpelukan selama beberapa menit.


Akhirnya sebuah motor datang ke depan rumahku, rupanya teman dimas sudah datang untuk menjemput dimas dan mengantarkannya ke terminal.


Dengan berat hati kulepaskan pelukanku dan ku tatap kepergian dimas dengan hati yang sangat sedih.


Tangisku pecah ketika dimas sudah tak terlihat lagi dari pandanganku, kuberlari ke kamar dan menumpahkan semua kesedihanku dengan menangis, entah berapa lama aku menangis hingga aku tertidur pulas dikamar, aku bermimpi melihat dimas dari kejauhan, lalu aku kejar tapi dimas makin menjauh, aku panggil2 dengan putus asa tapi dimas acuh tidak menghiraukan panggilanku dan terus saja pergi.


" Dimaaas" Teriakku dan aku pun terbangun, badanku basa dengan keringat yang membanjiri tubuhku, syukurlah cuma mimpi bhatinku lega

__ADS_1


__ADS_2