
Setelah membaik dokter mengijinkan aku dan putraku untuk pulang, dengan hati yang bahagia aku dan putraku juga dimas pulang ke rumah.
Sampai di rumah bi nani menyambutku dengan sumringah.
" Aduh neng lucu pisan itu si ganteng, alhamdulillah sehat selamet dua2nya, maaf bibi ga ke rumah sakit lagi, di rumahnya ga ada yang nungguin" Ujar bi nani sambil membawakan barang2 bekas di rumah sakit kemarin.
" Iya bi ga apa2 kok" Sahutku dengan tersenyum.
Kami langsung menuju kamarku di lantai atas, nampak di kamar sudah tersedia boks tempat tidur bayi warna biru, aku pun segera menidurkan bayiku di boks lalu kurebahkan tubuhku di kasur.
" Kamu pasti lelah ros, istirahat saja dulu. Aku mau ke bawah yah, nanti aku kesini lagi bawain kamu makan siang" Tutur dimas, aku anggukkan kepalaku dengan mata terpejam. Rasa ngantuk mulai menyerangku hingga membuatku tertidur.
Oeek..Oekk...
Aku terbangun mendengar tangisan bayiku, dengan cepat aku bangkit dan menggendongnya.
__ADS_1
" Cup..cup duh sayang kamu lapar ya" Ucapku, lalu aku segera menyusui bayiku, ada rasa sakit ketika mulut mungil itu menghisap putingku, sakit yang membuatku terasa benar2 menjadi seorang ibu.
Dimas masuk membawa nampan berisi makan siangku, lalu menaruhnya di atas meja. Dengan senyum bahagia dia menghampiriku dan duduk di sampingku.
" Sayang papa laper ya, mimi cucu yang banyak ya sayang biar cepet gede" Ucapnya sambil mengelus pipi putranya.
" Kamu udah nyiapin namanya belum dimas?" Tanyaku pada dimas.
" Sudah dong, untuk putraku yang tampan ini aku mau kadih nama firman, firman pratama" Jawabnya dengan antusias.
" Nama yang bagus" Sahutku senang.
" Narsis" Cebikku membuat dimas tergelak.
" Sini dede firmannya aku gendong, kamu makan dulu, udah laper kan?" Ujar dimas. Aku anggukkan kepalaku dengan cepat, karena memang perutku sudah keroncongan.
__ADS_1
" Tadi aku udah nelpon ayahku dan ibumu, ngabarin kamu sudah melahirkan, mereka nanti datang pas syukuran anak kita, tadinya mereka mau cepat2 kesini tapi aku bilang nanti saja pas syukuran dede, biar ga bulak balik, kasihan kan jauh perjalanan kesininya" Tutur dimas, akupun cuma manggut2 doang karena mulutku penuh dengan nasi.
Selesai makan aku kembali merebahkan tubuhku di kasur, dede firman udah kembali di tidurkan di boks bayi.
Dimas pun ikut merebahkan tubuhnya disampingku, dengan lembut tangannya memeluk tubuhku.
" Terima kasih sayang, aku bahagia sekali" Bisiknya di telingaku.
" Iya dimas, akupun sangat bahagia sekali" Sahutku cepat. Dimas mengecup kedua pipiku, keningku dengan lembut, lalu turun ke bibirku, di lumatnya dengan penuh perasaan, akupun tak terasa membalasnya. Setelah aku hampir kehabisan nafas baru dimas melepaskan aku.
" Kamu begitu menggemaskan sayang, aku sangat mencintaimu" Bisiknya mesra.
" Iya dimas aku tahu, aku juga mencintaimu" Sahutku lembut.
Dimas kembali memelukku dengan erat, dibelainya rambutku penuh kasih sayang.
__ADS_1
" Jangan pernah tinggalin aku ros, apalagi sekarang sudah hadir putra kita, kita akan mulai kembali semua dari nol, akan kutinggalkan si tua itu dan kita pindah ke kota xx ya" Tutur dimas, aku terharu sekali mendengarnya, tak terasa mataku berkaca kaca, aku anggukkan kepalaku menyetujui semua rencananya.
Dimas kembali mencium keningku bahagia, semoga saja semua rencana ini berhasil ya alloh gumamku dalam hati.