Belenggu Derita

Belenggu Derita
Terpaksa menikah 2


__ADS_3

Tiga hari kemudian dimas menjemputku untuk pulang ke kampung, aku sudah ijin ke bu mimin untuk pulang dulu, bibi pun akhirnya mau ikut setelah kubujuk tiap malam.


Tiba di kampung aku langsung di sambut ibu dan adik2ku juga kakakku, melihat mereka yang tersenyum bahagia akupun tak kuasa untuk menunjukkan kesedihanku, ku perlihatkan senyuman termanisku buat keluargaku tercinta.


Tidak ada pesta yang mewah yang dipersiapkan, cuma pesta kecil mungkin bukan pesta tapi sebuah syukuran, karena aku ga mau ada pesta, meski dimas sudah memberi biaya buat pesta tapi aku tetap ga mau ada pesta, lebih baiknya uangnya di simpan ibu buat biaya sekolah adik2ku.


Malam hari sebelum acara akad di mulai, aku duduk termenung di kamarku.


Tiba2 bibi masuk dan duduk disebelahku, dia menatapku sendu, aku tersenyum pahit karena cuma bibi yang tau kondisi yang sebenarnya.


" Mungpung belum terlambat ros, kamu masih bisa membatalkan pernikahan ini" Ucap bibi perlahan, aku menggeleng pelan ku usap air mataku yang mengalir di pipiku.


" Ga bisa bi, semua harus aku jalani aku ga bisa mundur lagi" Ujarku lirih

__ADS_1


" Ya sudah sekarang kamu tidur ros, besok pagi kamu sudah harus bangun dalam keadaan fresh" Ucap bibi sambil beranjak keluar kamar, sebelum keluar bibi kembali menatapku sendu.


Pagi hari hari aku sudah bangun, meski cuma acara syukuran sederhana tapi aku tetap di make up tukang rias pengantin.


Acara akadpun di mulai aku berjalan gontai ke tengah rumah, disana sudah menanti pak penghulu juga dimas, ayahku juga datang menjadi waliku.


Selesai akad nikah lanjut acara makan2, gelak canda bahagia keluargaku juga teman2 dan tetanggaku terdengar menyakitkan bagiku, tapi aku berusaha untuk menyembunyikan semua rasa sakitku di hadapan mereka.


Malam hari acara pun selesai, setelah membersihkan diri aku bergegas masuk kamar untuk istirahat, badanku terasa sangat lelah, ku rebahkan tubuhku di atas kasur tak lama dimaspun masuk ke kamar.


" Akhirnya kamu jadi istriku ros" Kekeh dimas membuatku muak mendengarnya, aku pura2 tertidur biar dimas tidak menyentuhku.


" Aku tau baby kamu pura2 tidur, tenang saja untuk malam ini aku ga akan mengganggumu, besok berkemaslah kita langsung balik lagi ke kota, kita akan tinggal di rumahku" Bisiknya, aku malas untuk menjawab meskipun aku menolak tak akan ada gunanya.

__ADS_1


Pagi2 dimas membangunkanku menyuruhku cepat2 berkemas, dengan malas aku segera mandi dan membereskan baju2ku ke dalam koper.


Setelah selesai aku menghampiri ibuku yang sedang ngobrol dengan dimas.


" Udah beres sayang?" Tanya dimas dengan nada lembut, aku hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab.


" Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri ros, patuh dan menurutlah sama suamimu, karena suami itu adalah ladang pahala kita, jadilah seorang istri yang sholehah" Ucap ibu dengan lembut.


" Iya bu, insya alloh ros akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik" Ucapku.


" Bagus itu baru anak ibu, jadi kalian mau berangkat sekarang nak dimas?" Tanya ibu.


" Iya bu, dimas ga bisa lama2 disini bu maaf, kerjaan dimas sudah menunggu di kota, insya alloh jika ada waktu yang senggang kami pasti akan mengunjungi ibu" Jawab dimas.

__ADS_1


" Baiklah kalian hati2 di jalannya ya" Ucap ibu dengan sedih, kupeluk ibu erat sebelum aku berangkat.


Bibi tidak ikut kami kembali kekota, dengan alasan mau membantu ibuku membereskan bekas acara syukuran kemarin


__ADS_2