Belenggu Derita

Belenggu Derita
Resah


__ADS_3

Setelah tahu aku hamil dimas memperlakukan aku dengan sangat baik dan lembut, bahkan sekarang di rumah di pekerjakan seorang pembantu, perempuan paruh baya namanya bi nani.


Awalnya aku menolak karena aku juga masih sanggup, tapi dimas tidak mengijinkan aku mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri, akhirnya aku mengalah dan menuruti dimas.


" Ros, nanti malam aku ga pulang ya, ada acara bareng teman untuk membahas masalah pekerjaan" Ucap dimas sambil membelai rambutku.


" Pulang nya kapan?" Tanyaku sambil aku bangun untuk bersandar di ranjangku.


" Besok sore, ga apa2 kan aku tinggal?" Tanya dimas.


" Ga apa2 kok, aku baik2 saja ga usah cemas" Jawabku.


" Ya sudah aku berangkat sekarang, kamu baik2 ya di rumah" Ucap dimas sambil beranjak bangun lalu mengecup keningku.


" Iya dimas, hati2 di jalan nya" Jawabku, dimaspun keluar dari kamar, ku tatap punggung dimas sampai menghilang di pintu, ku tarik nafasku yang terasa berat dengan sangat dalam.


Aku berfikir lagi dan mengingat ngingat kejadian dulu sebelum ketahuan aku hamil, saat andi menyentuhku itu adalah masa suburku.


Sedangkan dimas melakukannya dulu itu di saat aku lagi bukan masa subur, ya alloh apa yang harus aku lakukan ??? Bhatinku, tiba2 pintu kamarku di ketuk bi nani dari luar.


" Neng ros, tidur ga neng? Tanya bi nani dari luar.


" Ga bi, masuk saja" Jawabku cepat, pintu kamarpun terbuka dan bi nani masuk.


" Makan malam sudah siap neng, apa neng ros mau makan di bawah apa bibi bawa kesini?" Tanya bi nani.

__ADS_1


" Aku turun saja ke bawah bi, pegel juga terus2an tiduran mah" Jawabku.


" Ya sudah mari bibi bantu takut neng ros pusing" Ucap bi nani.


" Ga usah bi, aku ga pusing kok, yuk kita turun" Tolakku, lalu akupun turun di ikuti bi nani ke meja makan, aku duduk sendirian sedang bi nani beranjak ke dapur.


Kupandangi lauk pauk yang terhidang di meja makan, selera makanku ga ada apalagi makan sendirian.


" Biii nanii" Panggilku.


" Iya neng" Sahut bi nani langsung kelua dari dapur.


" Temenin aku makan ya bi di sini" Ajakku, ku tatap bi nani penuh harap.


" Tapi neng, duh masa bibi ikut duduk makan di sini sama si neng?" Ucap bi nani kikuk.


" Baik atuh neng bibi temenin makan nya, apalagi neng ros lagi hamil harus banyak makan" Akhirnya bi nani mengalah dan ikut duduk bersamaku, aku anggukkan kepalaku dengan senyuman bahagia.


Aku makan cukup lahap apalagi di temani bi nani yang seusiaan dengan ibuku, serasa di temani makan oleh ibuku.


" Alhamdulillah kenyang, makasih ya bi udah nemenin makan" Ucapku.


" Iya sama2 neng, yang penting neng ros mau makan biar bayi nya sehat" Ujar bi nani.


" Oh iya, nanti mau di bikinin apa takut buat ngemil malam neng?" Tanya bi nani.

__ADS_1


" Kupasin mangga muda saja bi sama sambel rujaknya yang pedes, karena aku suka mual kalau malam2 itu" Jawabku.


" Ya sudah nanti bibi bikinin dan bibi anterin ke kamar ya" Jawab bi nani dengan senyuman khasnya, yang membuatku terasa dekat dengan ibu.


Aku pun beranjak naik ke kamarku untuk istirahat, takut kepalaku pusing lagi kalau lama2 duduk, kurebahkan tubuhku di atas kasur.


Kembali fikiranku berkecamuk mengingat hal yang tadi terfikirkan, entahlah aku harus bagaimana, berdosa iya aku merasa bersalah dan berdosa karena aku berstatus punya suami tapi melakukan hubungan terlarang dengan pria lain.


Cukup lama aku merenungi atas semua yang telah terjadi, entahlah aku bingung harus bagaimana menghadapinya nanti.


" Euleuh2 kenapa neng gulang guling begitu?" Tanya bi nani cukup mengagetkanku.


" Aduh bibi bikin kaget saja" Pekikku.


" Habisnya tadi bibi udah ngetuk pintu dan manggil2 neng ros" Ucap bi nani sambil meletakkan segelas susu dan mangga muda pesananku.


" Hehe maklum bi ga fokus" Ujarku tersipu.


" Kenapa atuh neng, di tinggal si aa nya mungkin ya?" Goda bi nani sambil tersenyum simpul.


" Ga juga bi, bahkan aku sudah biasa di tinggal2 pergi mah" Elakku, karena memang bukan karena itu.


" Ya sudah di minum susunya neng, ini mangga muda dan bumbu rujaknya, kalau nanti neng mau makan apa2 lagi, panggil bibi saja" Ucap bi nani.


" Iya bi makasih, ya sudah bibi sekarang istirahat" Ujarku.

__ADS_1


" Ya sudah bibi permisi dulu ya" Pamit bi nani, ku anggukkan kepalaku lalu ku raih gelas susu dan ku minum sampai habis.


Bi nani pun keluar sambil menutup pintu kamarku, kembali ku rebahkan tubuhku yang terasa lelah dan terasa cape.


__ADS_2