Belenggu Derita

Belenggu Derita
Tamu tak di undang


__ADS_3

Pagi2 aku bangun dan kulirik ke sampingku dimas sudah tak ada, dengan malas aku bangun. Tubuhku terasa lemas sekali setelah kejadian tadi malam dengan dimas.


Kupaksakan kakiku berjalan ke kamar mandi, setelah mandi badanku terasa segar kembali. Aku turun ke bawah untuk membuat sarapan karena perutku sudah mulai terasa lapar.


" Pagi neng" Sapa bi nani dengan ramah.


" Pagi juga bi" Sahutku dengan riang.


" Neng mau sarapan apa?" Tanya bi nani.


" Aku pengen bubur ayam bi" Sahutku.


" Kebetulan bibi ini lagi bikin bubur neng, mudah2an rasanya sesuai dengan lidah neng ros" Ujar bi nani sumringah.


" Wow kebetulan banget, bibi tahu saja deh" Ucapku gembira.


" Tunggu ya neng, bentar lagi siap" Ujarnya, akupun menganggukan kepalaku.


" Oh iya bi dimas kemana?" Tanyaku karena tak melihatnya sejak tadi.


" Aku di sini sayang, hmm merindukanku ya" Goda dimas yang tiba2 muncul di belakangku dan memeluk pinggangku.


" Apaan sih jangan kaya gini malu tahu" Ujarku tersipu malu, bi nani terkekeh melihatku muka ku yang memerah seperti tomat.

__ADS_1


" Ga apa2 ros, bi nani juga pernah muda, iya ga bi?" Ucap dimas sambil cengengesan lalu duduk di sampingku.


" Taraa buburnya sudah siap" Ucap bi nani sambil menghidangkan dua mangkuk bubur ayam, baunya wangi sekali menyeruak masuk ke hidungku, membuat jiwa laparku kembali meronta ronta ( hehe..).


" Hmm wangi sekali bi, pasti enak banget, sambelnya donk bi" Seruku, dengan cekatan bi nani menyodorkan semangkuk kecil sambal buburnya.


" Jangan banyak2 sayang sambalnya, nanti kamu sakit perut, kasihan dedeknya" Tutur dimas khawatir melihatku yang menuangkan sambal lumayan banyak ke buburku.


" Ga apa2 kok, ini juga kemauan bayinya" Tukasku, dimas pun hanya diam memperhatikanku yang sedang menyantap bubur dengan rakus.


" Enak banget bibi, besok mah sarapannya bikini bubur lagi saja ya" Ucapku sambil menyendokkan bubur ke mulutku.


" Pelan2 ros, lagian itu masih panas" Ujar dimas sambil mengernyitkan keningnya melihatku makan bubur yang masih panas.


" Ah kenyang juga" Tukasku setelah bubur yang kedua habis, kusesap teh hangat dengan nikmat.


Selesai sarapan aku rebahan di ruang tv sambil nonton acara kesayanganku, dimaspun ikut merebahkan tubuhnya di sampingku, dengan lembut di belainya rambutku dan mengecup keningku.


" Habis ini pengen cemilan apa" Tanya dimas lembut.


" Aku pengen salad buah, juga sop buah n juga cheese cake" Sahutku dengan membayangkan semua yang kusebitkan tadi.


" Siap ratuku, aku keluar dulu ya nyari pesanan kamu" Pamit dimas, aku anggukkan kepalaku.

__ADS_1


Dimaspun bangkit dan berlalu menuju keluar, tak lama terdengar deru mesin mobil, aku kembali melanjutkan nonton tv dan akhirnya tertidur pulas depan tv.


Samar2 terdengar suara mobil berhenti, aku bersorak girang kufikir itu pasti dimas bawa pesananku tadi, dengan semangat kulangkahkan kakiku menuju pintu. Tanpa menunggu lama aku langsung membuka pintu dengan cepat.


Ceuklek...


" Cepat amat dim....kaakamu" Seruku riang tapi tiba2 sungguh membuatku kaget bukan kepalang, ternyata yang datang bukan dimas.


" Kamu fikir memang siapa yang datang hah??!!!" Terdengar suara lantang dari mulut seorang perempuan.


Ya yang datang ternyata nyonya tati farera, dengan cepat aku balik badan hendak masuk tapi sebuah lengan dengan cepat mencengkram tanganku dengan kuat.


" Mau kemana kamu, mau lari dari hadapanku hmm jangan mimpi, aku belum selesai bicara!!" Bentaknya, tatapan mata sinisnya terasa menusuk ke jantungku.


" Aapaa mau kamu sebenarnya?" Kupaksakan bibir ini untuk bertanya meski dengan gemetar.


" Aku kesini cuma mau bilang, aku ijinkan dimas bersamamu tanpa ada aku sampai bayi ini lahir, tapi setelah lahir nanti tentu aku akan kembali" Sarkasnya dengan angkuh.


Tak terasa bulir air mata bergulir di pipiku dengan deras, aku tak sanggup lagi untuk bicara, kupegang daun pintu dengan erat untuk menopang tubuhku yang terasa lemas.


" Dan satu hal lagi, ternyata kamu dulu kekasih andi anakku, dan aku juga tahu apa yang selama ini terjadi di antara kalian di belakang dimas, hmm aku tak akan buka mulut tenang saja, asal kamu tidak macam2 dan ikuti perintahku" Ancamnya dengan seringai yang mengerikan buatku, lidahku terasa kelu, keringat dingin keluar dari tubuhku, kepalaku terasa pusing dan pandangan mataku menjadi gelap.


Pegangan tanganku ke daun pintu mulai terlepas, tubuhku merosot kebawah dengan lemas, aku sudah tak ingat apa2 lagi, sungguh semua yang di katakan perempuan itu membuatku syok yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2