Belenggu Derita

Belenggu Derita
Perpisahan 2


__ADS_3

" Ayo kita mandi ros, setelah itu kita sarapan" Ucap andi sambil mengecup keningku, dibopongnya tubuhku ke kamar mandi.


Di kamar mandi sekali lagi kami melepaskan kerinduan kami lumayan lama, aku dan andi tak pernah puas untuk meraih dan meraih lagi, selesai mandi aku di bawa andi menuju meja makan untuk sarapan, disitu nampak nasi goreng sudah tersedia.


" Bi mumun" Panggil andi, dengan tergopoh gopoh bi mumun datang.


" Iya den" Sahut bi mumun sambil menganggukkan kepalanya, lalu dengan cepat bi mumun pergi ke kamar tamu, tak lama bi mumun balik lagi dengan yuli yang terlihat sudah mandi.


Dengan cengengesan dia duduk di meja makan lalu menatap aku dan andi.


" Sorry ndi gue semalam malah tidur, jadi ngerepotin lu deh, eh tuan putri sudah waraskah sekarang?" Kekeh yuli sambil menggodaku.


" Ish kamu juga semalam tidak waras yul" jawabku dengan bersemu merah, ku lempar yuli dengan tissue, yuli tertawa terbahak bahak melihatku yang malu2.


" Sudah2 cepat kita sarapan, kalian pasti sudah lapar" Ucap andi menengahi kami, akupun dengan cemberut memakan sarapanku, yuli selalu menggoda dengan kedipan dan kerlingan matanya, aku pelototi yuli dengan mukaku yang pasti bagai kepiting rebus, dan yulipun semakin terkekeh melihatku.


" Nah sekarang kemana atau ke rumah siapa dulu aku mengantar pulang kalian?" Tanya andi menatapku dan yuli bergantian.


" Gue dulu lah ndi, secara rumah gue lebih dekat gitu" Jawab yuli dengan cepat sambil mengedipkan matanya ke arahku, gemas aku ingin mencolok matanya yang kedap kedip itu.


" Ya sudah, yuk sekarang aku antar kalian pulang" Ucap andi, lalu andi meraih tanganku dan menggenggamnya erat, kamipun berjalan menuju mobil andi, yuli duduk di belakang dan aku di depan dengan andi.


" Gue anter lu kemana nih yul?" Tanya andi sambil tetap fokus menyetir.

__ADS_1


" Ke jalan xx ndi" Jawab yuli cepat, aku diam tak bicara sepatah katapun karena yuli pasti menggodaku lagi.


" Ehm ehm, duh kayanya gue sariawan deh ndi" Ucap yuli pura2 berdehem, nah tuh kan mulai lagi deh nyebelin.


Andipun tertawa sambil menoleh ke arahku, aku menjadi salah tingkah di buatnya.


" Cie cie cieee ada yang malu nih" Kekeh yuli sambil mencolek pipiku.


" Apaan sih yul, kamu rese deh" Pekikku malu, yuli pun tertawa lagi melihat tingkahku, andi tersenyum melihat tingkah aku dan yuli, akhirnya sampai juga di rumah yuli, dan yuli pun turun dari mobil.


" Makasih ndi udah nganterin gue, titip si putri malu ya jangan di cubit takut nangis" Ucap yuli dengan terkekeh.


" Tenang yul gue pastiin putri hatiku ini sampai dengan selamat" Jawab andi sambil menatapku lembut, aku pun tertunduk malu.


" Ke jalan x3 ndi" Jawabku, selama perjalanan aku dan andi diam menikmati fikiran masing2.


" Ros, aku minta maaf atas apa yang sudah terjadi semalam" Ucap andi memecah keheningan di antara kami.


" Ga ndi kamu ga salah kok, akupun juga menginginkannya" Tukasku dengan cepat, andi menepikan mobilnya di tempat sepi yang tak jauh lagi dari rumahku.


" Aku akan selalu menunggu dan mencari cara agar kamu bisa terlepas darinya" Ucap andi di raihnya tanganku dan di kecupnya.


" Kita pasrahkan semuanya pada yang di atas, kalau kita memang berjodoh pasti akan ada jalan buat kita" Ujarku lirih.

__ADS_1


" Iya ros, aku akan menunggumu selamanya ros" Ucap andi.


" Jangan ndi, aku berdo'a semoga kamu mendapatkan perempuan yang lebih baik, biarlah cinta ini aku simpan dalam hati selamanya, cinta tidak selalu harus memiliki, dengan melihatmu bahagia aku pasti akan ikut bahagia" Ujarku dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca, sakit sekali hati ini mendengar ucapan yang keluar dari mulutku ini, yamg sangat bertentangan dengan hati sanubariku.


" Entahlah ros, aku ga yakin bisa mencintai wanita lain, karena kamu adalah separuh jiwa dan nafasku ros" Ucap andi sendu, aku segera memeluk andi dan menangis dalam pelukannya.


" Apakah kita akan bertemu lagi ros?" Tanya andi sambil menatapku penuh kesedihan.


" Entahlah ndi, aku takut dimas mengetahui dan mengatakan pada ibuku, aku takut sekali ndi, ibu adalah segala galanya buatku, aku ga mau membuat ibu bersedih dan kembali sakit jika mendengar semuanya" Ucapku sambil terisak.


Andi terdiam dengan rahang yang mengeras mendengar aku menyebut nama dimas, di belainya rambutku penuh kasih sayang.


" Baiklah ros, tapi aku mau kamu berjanji padaku" Ucap andi.


" Apa itu ndi?" Tanyaku


" Jika suamimu menyakitimu dan membuatmu menderita, carilah aku ros please, aku ga akan rela kamu tersakiti olehnya" Ucap andi parau.


" Tentu ndi, kamu kasih saja no kamu di yuli, nanti apabila terjadi sesuatu aku akan menghubungi yuli" Ucapku terharu.


" Baiklah ros, ingat janjimu ya" Ucap andi, di kecupnya kembali keningku dengan penuh kasih sayang.


Lalu andi kembali melajukan mobilnya menuju rumahku yang sudah tidak terlalu jauh lagi, berat hati ini kembali berpisah dengan andi.

__ADS_1


Tapi kita memang harus berpisah kembali, karena dinding yang menghalangi kami untuk bersatu terlalu tinggi dan kokoh, teramat sulit untuk di raih.


__ADS_2