Belenggu Derita

Belenggu Derita
Perpisahan


__ADS_3

Pagi hari aku bangun dengan kepala yang sangat pusing, ku pijit2 kepalaku yang terasa sakit, ku buka selimut yang menutup tubuhku hendak turun dari tempat tidur.


Tap betapa kagetnya aku ketika menyadari tubuhku yang polos, aaaarrgh apa yang terjadi semalam bhatinku, ku ingat2 apa yang terjadi semalam.


Kulihat di sofa seseorang yang lagi tidur, andiii !!! pekikku tertahan, aku ingat kejadian semalam yang betapa liarnya aku, ku jambak rambutku sendiri betapa malu nya aku.


Kudekati andi yang sedang tertidur pulas, ya tuhan betapa tampannya andi, tak terasa airmataku berlinang menahan sakit di hati yang terasa menusuk nusuk .


Aku segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku, setelah selesai aku mencari bajuku, lho kok ga ada??? gumamku panik.


Segera ku selimuti tubuhku yang polos, rambutku yang basah ku bungkus dengan handuk, kulihat andi terbangun dan menatap ke arahku, aku menundukkan kepalaku tak kuasa membalas tatapan mata andi.

__ADS_1


" A,,aku mencari bajuku ndi, tapi ga ada?" Dengan gugup aku bertanya.


" Semalam aku nyuruh bi mumun mencuci bajumu ros, bentar aku ambilkan" Jawab dimas, dimas lalu keluar tak lama dia kembali lagi dengan membawa bajuku yang sudah terlipat rapi.


" Pakailah, aku mau mandi dulu, selesai sarapan aku akan mengantar kalian pulang" Ucap andi.


" Iya ndi" Ujarku lirih, aku masih bingung harus bersikaf bagaimana setelah kejadian semalam, tak lama andi keluar dari kamar mandi, aku terkesiap melihat tubuh andi yang berotot dengan perutnya kotak2 rata, tubuhnya terbalut handuk dari pinggang ke bawah, rambutnya yang basah menambah maskulin dan tampan.


Andi yang terpana melihatku dengan sigap meraih tubuhku yang hampir terjatuh, wajahku memerah menahan malu yang luar biasa, wajah andi sangat dekat dengan wajahku, deru nafasnya terasa menerpa wajahku membuat jantungku berdegup kencang.


Entah siapa yang memulai bibir kami saling menyatu, aku terbuai dengan kelembutan andi.

__ADS_1


Andi melepaskan ciumannya lalu berusaha menjauh dariku, dengan cepat kupegang tangannya dan ku tarik agar mendekatiku.


" Tidak ros, aku ga mau kejadian semalam terulang lagi, aku mencintaimu dengan tulus bukan nafsu" Ucap andi serak dengan nafas yang memburu.


" Aku tahu ndi kita tidak boleh melakukannya, tapi setiap dekat denganmu aku terasa nyaman dan terasa indah, biarkan aku sejenak bersamamu sebelum kita berpisah" Ujarku sendu, mataku sudah berkaca kaca menahan tangisku yang mau meledak.


Andi langsung memelukku dan membelai rambutku, di kecupnya keningku.


" Janganlah menangis ros, aku tak sanggup melihat air matamu, yang terjadi padamu adalah kesalahanku yang sudah meninggalkanmu" Ucap andi, di kecupnya pipiku, keningku, hidungku dan bibirku, dengan cepat kupeluk leher andi agar ciumannya di bibirku tidak terlepas.


Kami larut dan terbuai dalam gelora cinta kami yang menggebu, kali ini aku melakukannya dengan sadar, betapa indah dan nikmat kebersamaanku dengan andi, srjenak aku melupakan semua penderitaan dan tekanan bhatinku selama ini.

__ADS_1


Aku sadar hanya andilah kebahagiaanku, tapi takdir berkata lain aku harus hidup dengan pria yang tidak ku cintai.


__ADS_2