Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ternyata


__ADS_3

Saat aku lagi asyik menyantap gorengan bersama yuli, tiba2 seseorang berdehem halus, sontak membuat aku dan yuli menoleh ke arah suara itu.


Aku agak kaget ternyata andi yang datang, kutatap sosok yang selama ini selalu kurindukan itu, andi tersenyem sangat manis padaku.


" Bolehkah aku ikut bergabung di sini?" Tanyanya, seketika aku tersadar dari lamunanku.


" Oh i,iiya ndi silahkan" Jawabku gugup, yuli cekikikan melihatku yang kikuk, kusikut tangannya dengan sebal.


Andi pun duduk di sebelahku, aku agak menggeser tubuhku sedikit, tapi dengan cepat andi menahan tubuhku dengan tangannya agar tidak menjauh.


" Jangan jauh2 ros kumohon" Bisiknya lirih, akupun terdiam dan menggukkan kepalaku.


" Kalian udah lama disini?" Tanya andi pada kami.


" Lumayan sih ndi, mungkin bentar lagi pulang" Yuli yang menjawab, andi pun manggut2.


" Kalian sudah pada makan?" Tanya andi kembali.


" Sudah dong" Jawab yuli lagi karena dari tadi melihat aku hanya diam saja.

__ADS_1


" Perasaan yang jawab dari tadi yuli mulu, apakah bidadariku ini sedang sariawan kah?" Goda andi dengan senyum manisnya, kupukul pelan tangan andi dengan tersipu malu.


" Cie, ciee, cieee ada yang malu2 kucing tuh, kucing saja ga malu2" Ejek yuli menyebalkan, kupelototi yuli malah tertawa terbahak bahak melihatku.


" Ya sudah aku mau jalan2 dulu sambil melihat pemandangan, kalian bicara saja berdua" Ucap yuli sambil berdiri dan berlalu pergi, tinggallah aku dan andi berdua.


" Gimana kandunganmu sayang?" Tanya andi sambil menggenggam tanganku.


" Baik ndi" Jawabku singkat.


" Sudah periksa?" Tanya nya lagi.


" Sudah ndi" Jawabku pelan.


Tiba2 ponsel andi berdering, terlihat di situ nama nyonya tati farera memanggil, aku mengernyitkan dahiku heran siapa nyonya tati farera itu.


" Mamaku" Ucap andi pelan, aku semakin kaget kok mama nya kenapa di save nyonya fikirku bingung.


" Bentar yah aku mau angkat telpon dulu, mana video call lagi, ga apa2 kah ros kalau kamu aku kenalkan sama mamaku?" Ucap andi sambil bertanya padaku.

__ADS_1


" Jangan ndi, untuk saat ini jangan dulu, karena statusku ini ndi" Jawabku cepat.


" Ya sudah, meskipun aku pengen ngenalin kamu, tapi aku ngerti kok kamu belum siap" Ucapnya lembut.


Lalu andi pun menerima telpon dari mamanya, aku pun agak menjauh dari andi agar aku tak terlihat saat andi sedang video call dengan mamanya.


Terdengar andi yang sedang ngobrol dengan mamanya, dan suara itu kenapa ga asing di telingaku, kupasang kupingku dengan tajam, kenapa mirip sekali suaranya dengan perempuan itu??? bhatinku.


Andipun menutup telponnya lalu kbali menarik tanganku agar mendekatinya kembali, dengan perasaan yang tidak karuan aku pun beringsut mendekati andi.


" Kamu pasti heran ya kenapa aku save no mamaku dengan nyonya, karena aku merasa tidak punya mama" Tutur andi.


" Tapi seburuk buruk nya orang tua, beliau tetap mamamu" Ujarku pelan.


" Aku tahu ros, tapi sejujurnya aku tak suka dengan kelakuan mamaku, mungkin kalau kamu tahu apa yang terjadi, kamu pasti akan prihatin padaku" Tutur andi.


" Kenapa kamu bilang prihatin ndi?" Tanyaku penasaran.


" Ibuku terlalu sibuk dengan urusan duniawi, jarang pulang ke rumah, dan yang lebih membuatku tidak suka mamaku pacaran dengan laki2 muda" Ucap andi sendu.

__ADS_1


" Tapi mungkin itu semua beliau lakukan demi kamu ndi" Bisikku.


" Tiga hari lagi mamaku pulang dari luar negeri" Ucapnya lagi, aku agak kaget meggndengarnya, dimas pun sama tiga hari lagi pulangnya, sama juga dari luar negeri, aku menarik nafasku dengan kasar, kutepis semua prasangka burukku


__ADS_2