Belenggu Derita

Belenggu Derita
Semakin menjadi


__ADS_3

Byuuuuurrrr seluruh tubuhku basah, aku tersadar dari pingsan kulihat perempuan itu sedang berkacak pinggang di sampingnya tergeletak ember kosong bekas tadi menyiram tubuhku.


" Kamu itu tidur apa mati sampai untuk membuka pintu harus lewat jendela hah???!!" Teriaknya marah, aku marah semarah marahnya ingin ku terkam perempuan laknat itu, tapi aku ingat ancaman dimas yang membuatku tak bisa berkutik.


Tubuhku menggigil kedinginan sampai gigiku gemeletuk karena badanku yang benar2 basah kuyup di siram air.


" Eh denger ya selama aku disini aku yang menjadi tuan rumah, kamu harus ikutin apa mau aku!!!" Ucapnya ketus.


" Kamu enak2an tidur ga masak ga apa, sana cepat masak buat makan!!!" Hardiknya.


" Iii..iya nanti saya masak, tttapi saya mau ganti bbaju dduluu" Ucapku gemetar karena benar2 terasa dingin seluruh tubuhku.


" Cepetan jangan pake lama, aku mau mandi dulu, sebentar lagi dimas datang makanan sudah harus siap, FAHAM!!!" Ucapnya dengan sinis, aku anggukkan kepalaku, dengan menahan dingin perlahan aku bangun untuk mengganti bajuku yang basah, ya robb kuatkanlah hambamu ini jeritku dalam hati.


Bergegas aku turun menuju dapur, meski tubuhku masih gemetar tapi kupaksakan untuk masak, tak lama kudengar suara bel berbunyi.


" Rositaaaa bukain tuh pintu, aku lagi tanggung ganti baju!!!" Kudengar teriakan perempuan itu dari kamar dimas.

__ADS_1


Aku buru2 pergi ke depan untuk membuka pintu, dan ternyata dimas yang datang dia kaget melihat aku yang membuka pintu.


" Maafkan aku ros" Bisiknya lirih, kutatap muka dimas dengan penuh kebencian, tanpa menoleh lagi aku segera balik lagi ke dapur untuk memasak, terdengar suara perempuan itu yang baru saja keluar dari kamar dimas.


" Hai baby udah pulang?" Teriaknya genit.


" Sudah hany" Jawab dimas.


" Udah mandi dulu sana, aku mau buatkan kopi untuk kamu baby, habis itu kita nonton tivi sambil nunggu makan malam" Ucapnya manja membuatku serasa pengen muntah mendengarnya.


" Heh jangan lama2 masaknya aku udah laper banget ini" Aku anggukkan kepalaku.


" Apa kamu bisu hah, hmm atau kamu cemburu yaa, hahaha nikmatin saja selama aku disini dimas milikku!!!" Ucapnya dengan terkekeh, aku malas untuk menjawabnya ingin ku lempar mukanya dengan masakanku yang ada di wajan.


Tak lama diapun kembali ke ruang tv kutarik nafasku lega, sekuat tenaga kutahan amarahku karena perlakuannya yang semena mena itu, tak lama terdengar suara perempuan itu berbicara.


" Uuh baby kamu tampan sekali, hmm tubuhmu ini sangat wangi banget sayang" Ucapnya dengan nada genit yang sengaja biar aku mendengar.

__ADS_1


" Sengaja hany buat kamu" Jawab dimas mesra.


" Oooh baby so sweeeat banget, muuuaaahhh" Teriak perempuan itu lalu terdengar orang yang lagi berciuman, tubuhku bagai tersengat listrik mengejang kaku mendengarnya.


" Oh baby aku semakin ga tahan sama kamu yang gagah perkasa ini, ayo kita lakukan disini sebelum makan malam" Terdengar desahan perempuan itu.


" Yups hany segalanya buat kamu" Jawab dimas, lalu setelah itu terdengar lagi teriakan dan desahan perempuan tak tau diri itu, mereka bercinta di ruang tv dengan penuh gairah, mereka menganggapku tak ada di situ.


Desahan dan teriakan yang lagi bercinta terus terdengar menusuk telingaku serasa jantungku berhenti berdetak, hatiku bagai di tusuk jarum seribu sakitnya tak terperi.


Dengan cepat aku tata semua masakanku di meja makan, lalu perlahan aku melangkah menuju kamarku di atas, ya robb aku harus melewati ruang tv itu.


Aku harus kuat harus bisa jangan sampai terlihat lemah di depan manusia2 ga betahklak itu, ketika melewati ruang tv desahan dan teriakan perempuan itu makin kencang kudengar, kulihat sekilas dimas sedang mengerjai perempuan itu dengan penuh nafsu.


Aku berlari menuju ke atas dengan menahan tangisku, hancur sudah hatiku ini melihat suamiku sedang bercinta dengan perempuan lain di depan mataku.


Kujatuhkan tubuhku ke atas kasur dan akupun tak kuasa lagi menahan tangisku, sakittt bagai di sayat sembilu jiwaku bagai dikoyak2, hingga akhirnya aku tertidur kelelahan

__ADS_1


__ADS_2