Belenggu Derita

Belenggu Derita
Di manjakan


__ADS_3

Semenjak kehamilanku dimas sangat memperhatikan semua kebutuhanku, apapun keinginanku dimas akan senantiasa menurutinya.


Dan sikafnya pun tak pernah lagi kasar atau marah2 seperti dulu, aku merasa hidupku menjadi lebih baik tanpa ada tekanan apapun dari dimas.


" Ros bentar lagi makan siang, kamu mau makan apa?" Tanya dimas lembut padaku yang sedang rebahan di ruang tv.


" Aku pengen makan baso yang di mall itu" Jawabku setelah agak lama berfikir.


" Ya sudah, aku keluar dulu ya" Ucap dimas.


" Ga ah, aku mau makan di tempat, tapi sebelumnya pengen nonton di bioskop dulu" Tolakku, dimas pun terdiam sambil menatapku.


" Mending di bungkus saja ya, karena aku ga bisa nemenin kamu nonton, lain kali baru kita nonton" Ucap dimas berusaha membujukku.


" Ya sudah aku ga mau makan apa2" Rengutku, entah kenapa semenjak kehamilanku moodku sering berubah ubah.


Dimas beranjak pindah lalu pindah duduk di sampingku.


" Serius sayang, aku ga bisa nemenin kamu, bentar lagi aku ada pertemuan penting, gimana kalau yuli yang nemenin kamu?" Tawar dimas, akupun langsung menyetujuinya.


" Iya ga apa2, ya sudah aku mau nelpon yuli dulu" Sorakku girang.


" Ga usah, biar aku saja yang nelpon" Ucap dimas, lalu dia bangkit dan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan menelpon yuli.


Tak lama dimas kembali lagi dan duduk di sampingku.

__ADS_1


" Sudah cepetan kamu siap2, kita jemput yuli lalu aku antar kalian ke mall, aku tunggu di mobil" Ucap dimas, aku segera bangkit dan pergi ke kamarku untuk siap2, betapa senang hati ini hari ini bisa nonton dan jalan2, setelah siap aku bergegas turun, dimas sudah menungguku di dalam mobil.


Dalam perjalanan dimas berkali kali melirik ke arahku dan tersenyum simpul, karena terlihat jelas mukaku yang di warnai kegembiraan.


" Kamu senang ros?" Tanya dimas tanpa menatapku.


" Iya dimas, aku senang banget" Jawabku dengan wajah yang berseri seri.


" Kamu kalau lagi seneng begitu tambah cantik" Puji dimas, aku pun terkekeh mendengarnya, basi lah kalau aku cantik kamu ga akan sama perempuan itu!!!, rutukku dalam hati.


Nampak yuli sudah menunggu di depan rumahnya dan melambaikan tangannya, lalu yuli masuk ke dalam mobil, dimaspun segera melajukan mobilnya menuju mall.


" Yul, nanti titpi istriku ya, tolong jagain" Ucap dimas, aku menatap tajam dimas.


" Iya,,iya ibu negara, hadeehhh yul semenjak hamil sering sensi istri cantikku ini" Tutur dimas sambil melirik yuli.


" Maklum lah orang ngidam ya begitu, harus sering2 ngurut dada haha" Ucap yuli dengan tergelak, aku mendelik sebal ku lempar yuli dengan tissue, tap akupun tersenyum membenarkan, akhir2 ini sering berkelakuan ga jelas.


" Sudah sampai, kamu hati2 ya sayang di dalam, ada apa2 telpon aku nanti pulangnya aku jemput" Ucap dimas sambil mengecup keningku.


" Iya dimas, nanti kalau sudah selesai aku telpon" Ujarku, lalu aku dan yulipun turun dan masuk ke dalam mall.


" Nonton dulu apa makan baso dulu ros?" Tanya yuli, aku pun berfikir sejenak.


" Hmm makan tapi aku belum laper yul, nonton juga masih ada waktu satu jam lagi, menurut kamu gimana yul?" Jawabku balik bertanya.

__ADS_1


" Iya sih jam nonton madih agak lama, makan aku juga belum laper, kita jalan2 saja dulu yuk sambil nyari cemilan" Jawab yuli.


" Pinter juga kamu, ya sudah kita beli es krim sambil jalan2 keliling mall" Ujarku.


Lalu kami menghabiskan waktu dengan berjalan jalan sambil nunggu waktu nonton tiba.


" Istirahat dulu yul, aku capek banget" Ucapku dengan nafas yang sedikit terengah.


" Ya sudah, kita duduk di samping bioskop itu saja ros" Tunjuk yuli ke sebuah bangku samping bioskop, kamipun segera duduk sambil menikmati es krim dan cemilan2 yang sengaja kami beli.


" Masih setengah jam lagi" Gerutuku.


" Sabarr sayang, orang sabar itu pantatnya lebar" Ucap yuli sambil tertawa, akupun ikut tertawa mendengarnya.


Dari kejauhan aku menangkap siluet seseorang yang sangat aku kenal, deeghh jantungku serasa berhenti berdetak, kupegang tangan yuli dengan erat.


" Aaawww sakit tau ros, jangan kenceng2" Ucap yuli sambil meringis karena tangannya yang aku cengkram kuat.


" Itu yul, anu kok bisa ada disini" Ujarku gugup.


" Anu apa apa dan siapa yang ada di sini, tapi aaww lepasin dulu tanganmu ros?" Pekik yuli karena cengkramanku yang makin kuat, aku tersadar dan buru2 kulepaskan tangan yuli.


" Ups sorry2 yul ga sengaja, saking aku kaget" Ucapku, ku usap tangan yuli yang kemerahan karena cengkramanku tadi.


" Sakit tau, kamu kenapa kaya ngelihat penampakan saja?" Tanya yuli sambil mengusap usap tangannya, ku edarkan pandanganku tapi orang yang tadi kulihat ternyata ga ada, ah mungkin cuma khayalanku saja tepisku dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2