Belenggu Derita

Belenggu Derita
Mati rasa


__ADS_3

Hari ke hari sikaf dimas semakin manis padaku, aku berusaha untuk bersikaf manis juga meski dengan terpaksa.


Pagi itu aku bangun dan turun ke dapur untuk membuat sarapan, kulihat dimas belum bangun.


Kami memang tidur terpisah aku di kamar atas dan dimas di kamar bawah, kubuka kulkas ternyata sudah ga ada yang bisa di masak, bikin nasi goreng saja lah bhatinku.


Lalu akupun segera menyiapkan bahan2 untuk nasi goreng, sedang asyik membuat nasi goreng sebuah tangan memeluk pinggangku dari belakang, sontak aku terperanjat kaget.


" Aaaaaarrgg kamu ngagetin aku saja dimas!!" Teriakku.


"Hehe maaf sayang, habisnya masakanmu sangat wangi membuatku terbangun" Kekeh dimas.


" Ya sudah cepetan duduk nasi gorengnya udah mateng nih" Ucapku, dimas melepaskan pelukannya lalu mencium keningku setelah itu beranjak ke meja makan.


Kuakui kalau sikaf dimas itu sangat manis, tapi entah kenapa hati ini tak bahagia menerima keromantisannya itu.


Dimas makan dengan lahap sebentar saja nasi gorengnya habis tak bersisa.


" Mau nambah lagi nasi gorengnya?" Tanyaku

__ADS_1


" Iya ros sedikit lagi saja, nasi gorengnya enak banget" Puji dimas, aku tersenyum mendengarnya segera ku ambilkan lagi nasi gorengnya, lalu kusodorkan ke hadapan dimas.


" Nanti aku mau ke pasar dimas, stok di kulkas sudah ga ada yang bisa di masak" Ucapku sambil duduk kembali di kursi.


" Kenapa ke pasar sayang, ke supermarket saja" Ucap dimas.


" Mahal" Jawabku singkat, dimas terkekeh mendengar jawabanku, lau dia menatapku lembut.


" Beda tipis ros, lagian disini pasarnya jauh pasti akan repot, ada yang dekat cuma supermarket, nanti habis sarapan kita kesana oke" Ucap dimas lalu dia melanjutkan sarapannya.


Selesai sarapan aku bergegas siap2 untuk pergi belanja, dimas membawaku ke sebuah supermarket yang besar, aku belanja sesuai kebutuhan rumah yang sudah pada habis, lagi asyik belanja tiba2 ada yang memanggilku.


" Yuliiiii!!" Balasku bahagia, ternyata dia yuli sahabatku di desa, kami saling berpelukan karena sangat lama kita ga bertemu.


" Gimana kabar kamu sekarang ros, huuu nikah ga ngundang2 kamu" Tanya yuli.


" Sudah kok tapi kata ibu kamu sudah pindah ke kota, terus aku juga nikahnya dadakan yul" Ucapku


" Aish iya ros aku memang pindah ke kota ini karena pekerjaanku di sini, oh iya kamu sama siapa kesini?" Tanya yuli.

__ADS_1


" Dimas yul, tapi dia nunggu di mobil" Jawabku, kami ngobrol sambil belanja setelah sekian lama tak bertemu aku sangat senang bisa berjumpa yuli di sini.


" Aku sudah selesai belanja yul, aku pulang dulu ya takut dimas marah kelamaan nunggu" Ucapku.


" Iya ros, no kamu udah aku save kok, no aku juga di save ya" Jawab yuli.


" Udah kaleee dari tadi aku save" Kekehku.


" Haha iya ros tadi ga kelihatan" Ucap yuli dengan tertawa.


"Ya sudah aku duluan ya" Pamitku.


" Iya ros hati2 salam buat dimas ya" Ucap yuli, aku anggukan kepalaku lalu bergegas aku keluar menuju parkiran, dimas nampak tertidur di mobil, dia terbangun mendengar suara troly yang ku dorong berisi belanjaanku.


" Maaf lama, soalnya belanjanya banyak" Ucapku tak enak hati melihat dimas sampai tertidur begitu.


" Hmm ga apa sayang, nungguin istri belanja kan udah kewajiban suami" Ucap dimas lembut, akupun cuma mengangguk.


Setelah selesai memasukkan belanjaan ke mobil, kamipun pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2