Belenggu Derita

Belenggu Derita
Terbelenggu


__ADS_3

Hari2 yang kulalui sekarang sungguh sangat menyakitkan dan menyiksa hidupku, ingin aku lari dari semua ini tapi aku ingat ibuku yang pasti akan syok jika tahu bagaimana hubunganku dulu sama dimas.


Dimas makin menjadi dan merajalela, dia selalu memaksa dan memaksa tanpa perasaan, aku semakin benci pada sosok yang bernama dimas, ya alloh sampai kapan aku harus terus seperti ini, ingin kuakhiri hidupku tapi alhamdulillah imanku masih kuat.


Hingga suatu hari seperti biasa dimas menyuruhku datang ke villa tempat biasa, aku datang dengan keterpaksaan.


Sesampainya di villa dimas menyambutku dengan seringainya yang menjijikkan.


" Hai sayang" Ucapnya dengan senyum penuh kemenangan, aku tak menjawab malas rasanya.


Tiba2 dimas mencengkram daguku dengan kasar matanya tajam menatapku.


" Kamu sudah mulai bertingkah baby, hmmm mau melawanku??!!" Ucapnya penuh penekanan, dihempaskannya tubuhku di atas kasur dengan kasar.


Entah kenapa hatiku yang sudah mulai lelah menghadapi semua ini membuatku berani sama dimas.


" Aku cape dengan semua ini dimas, kamu selalu mngancamku dan menekanku tanpa perasaan, lebih baik aku mati saja daripada terus2an kamu perlakukan begini!!" Ucapku putus asa.


" Oh jadi kamu mau mati ros, oke silahkan tapi dengan syarat kamu mati depan keluargamu, ayo aku antar sekarang!!!" Tukas dimas marah, lalu dia menarik tanganku keluar.

__ADS_1


Aku sontak terkejut dengan sekuat tenaga ku hempaskan tangan dimas, aku berlari masuk kembali ke kamar, dimas menatapku tajam penuh amarah.


" Tidak dimas jangan lakukan itu, aku hanya cape dengan semua ini" Ucapku penuh ketakutan, kusembunyikan tubuhku di balik selimut.


" Ok minggu depan kita pulang ke kampung, kita menikah di sana, biar kamu seutuhnya milikku" Bisik dimas sambil duduk di sampingku.


Aku kaget mendengar kata2 dimas barusan, kugelengkan kepalaku, aku tak kuasa menahan tangisku yang akhirnya pecah juga setelah semenjak tadi ku tahan.


" Tidak dimas kita tak bisa menikah" Isakku.


" Kenapa ga bisa, tentu saja bisa!!!" Ucap dimas tegas.


" Sa..aakiit dimaas" Ucapku menahan sakit


" Dengarkan dan jangan kamu membantah, aku ga bisa meninggalkan perempuan tua bangka itu, dia yang membiayai hidupku, jadi dia adalah tambang emasku!!!" Ujar dimas penuh amarah.


" Lalu aku kamu anggap apa dimas??" Tanyaku putus asa, dimas menyeringai dan terkekeh mendengar pertanyaanku.


" Kamu tentu saja hidupku ros, cuma kamu yang akan aku jadikan istri, suka ataupun tidak aku ga mau di bantah, faham!!!" Tegas dimas.

__ADS_1


" Aku sudah nelpon bapak di kampung untuk menyiapkan pernikahan kita, dan bapak juga sudah menemui ibu dan bapakmu, seminggu lagi kita pulang sayang" Ucap dimas, aku menutup mulutku kaget mataku melotot seakan tak percaya apa yang sudah dimas lakukan.


Aku ga bisa membayangkan kehidupanku jika nanti menjadi istri dimas, yang sudah jelas dia itu menjadi simpanan tante kesepian, dan aku harus menerima semua itu.


Aku makin terisak sakit sekali hati ini, dimas benar2 tak punya hati nurani, dia memaksaku untuk menelan dan menerima semuanya.


" Kamu jangan khawatir ros, yang aku cintai cuma kamu, kalau si tua bangka itu itu cuma sebagai ladang duitku" Ucap dimas tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Aku tak kuasa menjawab lidahku terasa kelu, ya alloh gimana andi yang sangat aku cintai kalau tahu aku mengingkari janji, aku tak sanggup membayangkan semuanya.


" Berhenti nangis ros, kalau kamu masih nangis kaya sekarang, aku akan membatalkan pernikahan kita ini, tapi aku akan mengirimkan rekaman video kemesraan kita sama keluargamu!!" Ancam dimas sambil memperlihatkan ponselnya disitu terlihat sebuah rekaman jelas aku dengan dimas.


Mataku membulat tak percaya atas kegilaan dimas, tubuhku terasa lemas tak bertenaga.


" Stop baby jangan menangis lagi ok, aku ga mau hari ini di suguhi dengan isak tangismu, aku ingin saat ini bergumul indah denganmu, setelah selama ini aku selalu melayani si tua bangka itu!!" Ujar dimas dengan menatapku tajam, aku berusaha sekuat hati dan tenagaku untuk tidak menangis, aku takut ancaman2 dimas terbukti.


" Layani aku dengan baik sekarang sayang, jangan menangis lagi ataupun membantah" Ucap dimas dengan penuh penekanan.


Hatiku menjerit sakit, sungguh semua perlakuan dimas tidak berperasaan, aku sungguh2 tak sanggup lagi menghadapi kelakuan dimas yang seperti iblis berwujud manusia

__ADS_1


__ADS_2