
Setelah perempuan itu pergi dimas menjadi lebih lembut sikafnya padaku, tak ada kata2 ataupun perlakuan yang menyakitkan seperti yang sudah2.
Sore hari dimas pulang dengan membawa paper bag, lalu dengan tersenyum manis memberikannya padaku.
" Apa ini?" Tanyaku heran.
" Itu gaun buat nanti malam sayang, kamu pakai ya dan dandan yang cantik, kita makan malam di luar jadi kamu ga usah masak" Jawab dimas lembut.
Aku malas sebenarnya untuk keluar tapi aku ga mau memancing kemarahan dimas, dengan terpaksa kuanggukkan kepalaku.
Aku pun masuk ke kamarku untuk mandi dan siap2, karena sekarang udh jam 6 lewat,
Selesai mandi kuambil gaun yang di kasih dimas, gaun berwarna merah yang sangat indah dengan punggung sedikit terbuka, ini pasti mahal bhatinku.
Setelah selesai aku turun untuk menemui dimas, nampak dimas sudah menungguku tanpa berkedip terus memandangku.
" Kamu cantik sekali malam ini ros, gaun itu sangat cocok untukmu" Puji dimas dengan senyum sumringah.
__ADS_1
" Biasa aja kok" Ucapku datar, kamipun pergi menuju sebuah restoran.
Seorang pelayan menyambut kedatangan kami dengan ramah.
" Selamat malam pak, ruangan yang bapak pesan tadi sudah saya siapkan, mari" Ucap pelayan itu lalu menunjukkan sebuah ruangan.
Ruangan yang sudah di persiapkan buat makan malam romantis dengan lilin warna merah menghiasi meja makan, mungkin kalau kondisinya kaya dulu aku pasti akan sangat terharu, tapi sekarang hatiku ini sudah mati rasa dengan semua tingkah dimas.
" Kamu pesan makan apa ros?" Tanya dimas
" Apa saja dimas aku ngikut" Jawabku datar, aku tahu dimas seperti ini karena ingin membuatku senang setelah kelakuan bejatnya kemarin itu.
" Kamu suka tempat ini ros?" Tanya dimas lembut.
" Iya dimas ini pasti sangat mahal" Jawabku dengan datar, hatiku sedikitpun tidak tersentuh, bahkan masih sangat sakit tapi kututupi semua itu.
" Maafkan aku ros, aku tahu kamu pasti belum bisa menerima semua yang terjadi, tapi aku terpaksa melakukannya" Ucap dimas lirih, aku tak mampu untuk menjawab semua perkataan dimas, kutundukkan wajahku untuk menahan jangan sampai airmataku keluar.
__ADS_1
" Aku harap kamu bisa bersabar ya sayang, aku janji aku akan mencari cara biar bisa terlepas dari si tua itu" Ucap dimas, di angkatnya daguku, matanya menatapku penuh permohonan.
" Entahlah dimas, aku ga tau sekarag gimana yang aku tau hatiku sangat sakit dan hancur" Ucapku lirih.
" Sssttt aku tahu sayang, maafkan aku" Ucap dimas, di kecupnya keningku ku pejamkan mataku untuk menguatkan hati ini.
Dimas ******* bibirku dengan lembut, dimas melepaskan pelukannya ketika pelayan mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan.
Kami makan tanpa bersuara, dimas bersikaf sangat manis padaku, sedikit2 menaruh lauk ke piringku, sampai perutku terasa penuh akibat kekenyangan.
Selesai makan kamipun beranjak pulang, semenjak turun dari mobil sampai masuk ke dalam rumah dimas tak melepaskan pelukannya, sampai di kamarpun pelukannya makin erat.
Aku merasa risih dengan sikafnya yang mendadak romantis, kami duduk di tepi ranjang, disandarkannya kepalaku didada dimas, aku tak bisa menolak karena percuma juga menolak.
" Aku cinta dan sayang sama kamu ros, tak lagi wanita yang kucintai selain kamu" Ucap dimas sambil membelai rambutku, kata2 dimas terasa sakit di hatiku, apalah arti cinta yang di ucapkannya kalau kenyataannya dia mempunyai wanita lain, bahkan terang2an didepanku tanpa perasaan.
" Kamu past lelah tidurlah, tapi ganti dulu bajumu gengan baju tidur" Ucap dimas, akupun bangkit dan mengganti bajuku dengan baju tidur, lalu kurebahkan tubuhku di sebelah dimas.
__ADS_1
"Tidurlah istirahat, aku akan keluar setelah kamu tidur" Ucap dimas sambil mengecup keningku lalu bibirku sekilas