
Film yang di putar pun akhirnya selesai, dengan enggan aku tegakkan kepalaku, sungguh terasa cepat sekali film itu selesai, aku masih ingin memeluk andi.
" Hei sejak kapan lu disini ndi" Tanya yuli setengah berteriak yuli yang baru menyadari kehadiran andi.
" Dari semenjak film di puter yul gue udah di sini, lu aja yang fokus nonton" Jawab andi santai.
" Dasar bucin lu ndi" Kekeh yuli.
" Jelas dong, gue ga akan menyi nyiakan kesempatan untuk bisa bertemu bidadariku ini" Ucap andi dengan tersenyum manis menatapku.
" Alaah lebay lu" Ucap yuli dengan terkekeh.
" Ssttt berisik yul, malu tau di dengar orang" Tukasku dengan muka yang memerah.
" Ya sudah kita karauke yuk di lantai atas, biar kalian juga bisa ngobrol aku yang nyanyi, gimana?" Tanya yuli sambil menatapku dan andi.
" Aku ikut saja yul" Jawabku
__ADS_1
" Gue apalagi dengan senang hati menerima ide pintar lu yul" Jawab andi dengan semangat.
" Emang gue udah pinter dari orok kalee" Ucap yuli dengan terkekeh.
Kamipun keluar dari bioskop lalu menuju lantai atas yang terdapat room buat karauke keluarga.
Yuli asyik berkarauke ria sendiri, rupanya selama ini yuli punya hobby menyanyi juga.
" Kamu mau nyanyi lagu apa ros?" Tanya andi sambil memelukku.
" Ga ah ndi, aku ga bisa nyanyi" Tolakku.
Andi mencium puvuk kepalaku dan keningku, lalu turun ke bibirku, kami saling mencurahkan kerinduan dalam ciuman yang panjang, hingga lupa kalau ada yuli bersama kami.
Tiba2 musik berhenti segera kami saling melepaskan pelukan, kulihat yuli sedang cemberut melihat aku dan andi.
" Hei bucin2, emang kalian fikir ga ada orang di sini, terus aku kalian jadikan kambing conge gitu??" Protes yuli, kamipun tergelak melihat tingkah yuli yang merajuk.
__ADS_1
" Oke oke yul sorry gue khilaf kirain ga ada lu, lanjut dong nyanyinya, nanti gue kasih permen" Ucap andi sambil menahan tawa.
" Si***n eman lu fikir gue bocah" Tukas yuli mengerucutkan bibirnya, yuli pun melanjutkan nyanyiannya dan kembali berjoget ria sendiri, aku dan andi kembali tergelak melihat tingkahnya.
Hari ini benar2 hari yang sangat istimewa, aku benar2 bahagia dengan kebersamaan ini, meskipun aku tahu apa yang aku lakukan ini salah, tapi aku tak kuasa menolak begitupun andi.
Kembali andi memelukku dengan erat, aku berusaha menolak karena takut yuli merajuk lagi, tapi andi mendekati telingaku.
" Biarkan aku memelukmu sejenak ros, itu cukup sebagai pengobat rinduku padamu" Bisik andi lembut, akupun diam tak menolak pelukannya.
" Makasih ndi" Ucapku lirih.
" Makadih buat apa ros?" Tanya andi.
" Makasih kamu masih mencintaiku, makasih kamu masih menyayangiku, aku benar2 merasa hidup lagi, meski aku tahu kebahagiaanku ini hanyalah semu tidak abadi" Tukasku sendu.
" Aku yang seharusnya berterima kasih ros, karena kamu masih menjaga hati dan cintamu untukku meski tubuhmu di miliki orang lain" Ucap andi lembut.
__ADS_1
" Iya ndi, aku akui aku tak bisa melupakanmu, kamu selalu ada di setiap nafas dan detak jantungku, aku tahu aku berdosa karena masih mencintai pria lain sedangkan aku sudah...." Ucapku lirih.
" Sssssttt jangan di lanjutkan lagi, kita nikmati kebersamaan kita sekarang, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya" Bisik andi, telunjuknya menempel di bibirku, aku menganggukkan kepalaku dan kembali memeluk andi penuh haru, andipun mbalas pelukanku dengan penuh kehangatan.