Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ungkapan perasaan andi


__ADS_3

Tak lama andi datang menjemputku, aku pun bergegas keluar tak lupa pamit dulu ke bibi.


" Bi aku berangkat dlu ya" Pamitku


" Iya hati2 pulangnya jangan malam2, inget kamu harus bangun dini hari" Ujar bibi mengingatkan, kuanggukkan kepalaku lalu akupun beranjak menemui andi.


Tampak andi sudah menunggu dengan senyum manisnya yang selalu terukir di wajah tampannya.


Andi membukakan pintu mobil mempersilahkan aku masuk, setelah itu diapun masuk ke mobil.


Andi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, akupun duduk manis di sebelahnya.


" Kamu udah makan belum ros, kalau belum kita makan dulu?" Tanya andi menoleh ke arahku.


" Aku tadi udah ndi, kamu?" Jawabku balik bertanya.


" Kebetulan sudah juga, ya sudah kalau kamu udah makan kita ke suatu tempat yang aku yakin pasti kamu suka" Jawab andi dengan mata yang berbinar, akupun menganggukkan kepalaku tanda setuju.

__ADS_1


Akhirnya mobil yang kami tumpangi tiba di suatu tempat yang sangat indah, andi memarkirkan mobilnya lalu kamipun turun, dengan bergandengan tangan kamipun berjalan ke atas melewati tangga yang terbuat dari batu2 gunung, cuacanya terasa dingin sekali.


Setelah sampai di atas terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan, kamipun mencari tempat duduk biar bisa bersantai disana.


" Kamu tunggu di sini ros, aku mau pesan dulu minuman hangat dan cemilan" Pamit andi.


" Iya ndi" Ucapku, setelah duduk di bangku yang terbuat dari rotan dan di desain sangat unik, aku memandangi sekelililngku, sungguh luar biasa, kerlap kerlip lampu dari kota terlihat jelas dari atas puncak, di tambah dengan hawa yang dingin dan sejuk.


Tak lama andi datang bersama seseorang yang membawakan minuman juga cemilan, hmmm tercium wangi minuman kesukaanku bandrek, cocok dengan kondisi puncak yang dingin nan sejuk.


" Kamu suka tempat ini ros?" Tanya andi sambil menatapku


Kami duduk saling menghadap dan tiba2 andi meraih tanganku, seeerrrr darahku terasa berdesir, aku seperti tersengat listrik dengan tegangan yang sangat tinggi, akupun semakin gugup ketika kulihat andi tengah menatapku sambil menggenggam tanganku.


" Ros, aku mau bicara sama kamu" Ucap andi lembut.


"Aaa apa ndi? Tanyaku gugup

__ADS_1


" Sebenarnya udah lama aku mau ngomong ke kamu, tapi waktunya yang dulu itu belum pas, hmmm sekarang kurasa adalah waktu yang tepat, akuuuu sebenarnya suka ma kamu ros dari rasa suka itu berangsur angsur menjadi cinta, apakah kamu mau jadi pacar aku ros?" Ujar andi, deeeggggh jantungku serasa berhenti berdetak, kutarik nafasku perlahan untuk menenangkan hatiku yang ga karuan, bahagia, senang juga sedih semua menjadi satu.


" Gimana ros, apa kamu mau menjadi pacar aku? tapi apabila kamu belum siap ga apa2 aku akan selalu sabar menunggu jawabanmu" Ujar andi sambil tetap memandang wajahku.


" Akuuu sebenernya juga suka sama kamu ndi, tapiii kamu orang berada sedangkan aku cuma seorang gadis kampung ndi" Ucapku lirih.


" Aku ga peduli kamu dari desa atau dari pkanet manapun ros, yang aku pedulikan adalah perasaanku ma kamu!!" Tegas andi


" Bagiku tak ada kata miskin atau kaya ros, semua manusia sama di hadapan alloh, gimana apa kamu mau jadi pacar aku ros?" Lanjut andi kembali bertanya padaku.


Kutatap mata andi terlihat kejujuran dan ketulusan di matanya.


" Ya ndi aku mau" Jawabku malu2, kutundukkan kepalaku ga berani menatao andi, karena sudah pasti mukaku akan merah menahan malu dan gugupku.


Andi tiba2 duduknya pindah ke sebelahku, di rangkulnya bahuku dengan lembut dan hangat.


" Alhamdulillah makasih ya ros" Ucap andi sambil meraih tanganku lalu di kecupnya, aku makin tersipu malu.

__ADS_1


Cuup tiba2 di kecupnya keningku, ya tuhan terasa mau pingsan aku saking kaget dan bahagianya hatiku.


" Aku sayang ma kamu ros" Bisik andi lembut di telingaku, aku sangat terharu dan bahagia ku dekap tubuh andi erat, andipun membalas pelukanku, ya tuhan semoga andi menjadi pelabuhan hatiku yang terakhir dan buat selamanya do'aku dalam hati.


__ADS_2