
Kamipun selesai mandi dan lalu berpakaian kembali, dimas menuntunku kemali ke belakang villa, kami duduk berdua sambil menikmati keindahan sore yang indah itu.
" Aku bahagia banget sayang, aku janji ga akan mengkhianatimu ros" Ucap dimas sambil mengecup pucuk kepalaku, di belainya dengan lembut rambutku.
Aku pun menyandarkan kepalaku ke dada bidang dimas
" Tapi aku takut dimas kamu ninggalin aku, setelah bosan sama aku, kalau kamu ninggalin aku gimana nasib aku nanti" Kataku sendu
" Aku janji ma kamu ga akan ninggalin kamu, kamu segalanya buatku, kan aku sudah berjanji bila nanti aku sudah dapet kerja aku akan melamarmu, aku mau kamu menjadi ibu dari anak2ku kelak" Jawab dimas meyakinkanku, aku percaya dengan semua kata2 dimas, aku semakin mempererat pelukanku pada tubuh dimas.
Tak terasa waktu pun udah mulai gelap, aku pun mengajak dimas pulang
" Udah lewat maghrib dimas, sebentar lagi mau isya kita pulang yuk" Ajakku pada dimas
" Ya sudah kita pulang sekarang" Jawab dimas, lalu kami pun beranjak untuk pulang tapi ketika kami melewati kamar yang tadi tiba2 dimas menarikku masuk
__ADS_1
" Kita kan mau pulang dimas, udah malem nanti kakakku ngadu sama ibu" Rengekku
" Iya sayang ga lama kok sebentaar saja, aku masih kangen sama kamu" Ucap dimas, dia kembali menciumku dengan lembut dan lagi aku terbuai, aku tak kuasa menolak kemauan dan nafsu dimas karena akupun sangat menikmatinya.
Setelat satu jam akhirnya dimas benar2 mengajakku pulang, dengan tersenyum puas dia mencium keningku
" Ayo kita pulang sayang" Ajak dimas sambil merangkul bahuku, kami berjalan menuju motor yang terparkir depan villa, lalu kamipun berlalu pergi meninggalkan villa
Dalam perjalanan menuju pulang aku peluk erat tubuh dimas, sekarang aku sudah ga merasa canggung atau malu lagi, aku bahagia banget hatiku berbunga bunga sekali
" Jam berapa" Tanyaku
" Siangan sekitar jam 1 ros" Jawab dimas
" Ok deh" Jawabku antusias
__ADS_1
Hari2 yang kulalui teramat sangat indah, dimas hadir mengisi hidupku yang selama ini selalu sendiri
Dan perbuatan terlarang itu menjadi candu bagi kami, aku tak bisa menolaknya bahkan sangat tidak bisa.
Dan dimas selalu memberiku janji2 indahnya yang membuat aku semakun mabuk kepayang.
Bahkan disaat malam tiba aku selalu keluar diam2 dari rumah di jemput dimas, dan masuk ke kamar dimas dengan mengendap endap, hanya demi menyalurkan hasrat kami yang menggila.Aku benar2 sudah lupa daratan, terbuai dengan janji manis dimas yang selalu sukses membuat aku terlena.
Tak terasa sudah setengah tahun kami berpacaran, tiada hari yang tak bahagia disaat bersama dimas, dan ibuku juga ayah dimas tidak menaruh curiga, mereka mengira kita pacaran yang wajar2 saja dan tidak melewati batas, karena kakau depan mereka kami bersikaf seperti biasa agar tidak curiga
" Dimas kamu udah dapet lom kerjaannya" Tanyaku pada dimas, kebetulan sore itu dimas datang ke rumahku
" Belum sayang, tapi seminggu lagi temen aku mau ngasih kabar masalah kerja di kota" Jawab dimas sambil membelai rambutku
" Syukurlah, semoga saja kamu jadi kerjanya" Tukasku, aku berharap dimas secepatnya dapet kerja biar kita bisa segera menikah, aku khawati perbuatan kami di ketahui oleh orang tua kami, semoga saja ya alloh dimas secepatnya dapet kerja bhatinku
__ADS_1