Belenggu Derita

Belenggu Derita
Ancaman dimas 2


__ADS_3

Pulang dari acara nonton aku sudah ga bersemangat, aku pengen cepat2 pulang untuk istirahat, aku pamit pada bibi juga teman2 yang lain pulang duluan dengan alasan kepalaku pusing, bibi dan yang lain pun tidak keberatan aku pulang duluan.


Mereka masih asyik jalan2 di mall karena waktu memang masih siang, aku berdiri di pinggir jalan untuk menyetop angkot, tiba2 sebuah mobil warna hitam berhenti di depanku, lalu kaca mobilnya perlahan turun terlihat dimas mengisyaratkan aku untuk naik mobilnya, deggg jantungku serasa mau copot melihat orang yang di dalam mobil itu.


" MASUK!!!" Perintah dimas, dengan kaki gemetar aku mengikuti perintahnya, di dalam mobil kami sama2 diam membisu, aku begitu takut melihat dimas yang tampak sangat menyeramkan buatku.


Dimas membawaku ke sebuah villa di pinggir kota yang ga terlalu jauh dari mall tadi


" Turun" Ucap dimas sambil menatapku tajam, aku segera turun dari mobil.


" Kenapa kamu membawaku kesini dimas?" Tanyaku pelan, dimas tak menjawab di tariknya tanganku masuk ke dalam villa itu dan langsung membawaku ke salah satu kamar yang ada di situ.


" Tunggu disitu" Perintah dimas, aku anggukkan kepalaku penuh ketakutan, dimas lalu keluar kamar tak lama dia maduk lagi dengan membawa minuman di taruhnya di atas meja.

__ADS_1


Lalu dia merebahkan tubuhnya sambil menatapku tajam


" Apa kamu mau terus2an berdiri disitu ros, duduk sini jangan berdiri disitu" Ucap dimas sambil menepuk kasur menyuruhku duduk di sebelahnya.


Dengan perlahan aku langkahkan kakiku dan duduk di kasur sebelah dimas, tiba2 tangan dimas memeluk pinggangku, aku terkejut sontak mau berdiri tapi tangan dimas menahanku kuat membuatku jatuh keseimbangan dan tubuhku jatuh menimpa tubuh dimas.


Dalam keterkejutanku tiba2 dimas menggulingkan tubuhku dan secepat kilat dimas sudah berada di atas tubuhku, setelah sadar aku berusaha memberontak.


" Lepaaasss dimasss lepaskaaan akuu" Teriakku marah, tapi dimas malah semakin mengunci kaki dan tanganku.


" Terus mau kamu apa dimass, ga cukupkah kamu nyakitin aku, kamu hancurkan perasaanku, sekarang mau kamu apa?" Tanyaku dengan berlinangan airmata.


" Sssst aku kangen sama kamu sayang" Jawab dimas sambil berusaha mencium bibirku, sontak aku memalingkan wajahku menghindari bibir dimas

__ADS_1


" Jangan coba menyentuhku ba****n" Ungkapku dengan jijik, tiba2 dimas melepaskan cengkramannya dengan kasar


" Baik jika itu mau kamu, sekarang juga aku akan pulang ke kampung untuk menceritakan semuanya, hmmm oh iya apa perlu juga aku menceritakannya pada kekasihmu tercinta si andi itu!!!" Bentak dimas, aku terperangah kaget mendengar dimas menyebut nama andi


" Jangan kasih tau andi dimas kumohon andi ga tau apa2, juga keluargaku apalagi ibuku aku ga akan sanggup melihat ibu yang pasti syok dimas" Aku lalu bangkit dan berlutut memohon pada dimas, dengan angkuhnya karena merasa menang dimaspun duduk di kasur dengan menatapku tajam.


" Oke aku ga akan bilang sama keluargamu, tapi kamu harus nurutin semua kemauanku sayang" Ucap dimas dengan nada lembut yang aku tau itu palsu.


" Kamu mau kan patuh sayang?" Tanya dimas pelan, dengan terpaksa kuanggukan kepalaku.


" Kemarilah rositaku sayang" Ucap dimas sambil menarik tanganku, aku pun bangun dan menghampiri dimas, tiba2 dimas memelukku dan menciumku kasar, aku tak kuasa melawan aku hanya bisa diam dengan berlinang air mata.


" Aku kangen kamu ros, kamu milikku ga boleh ada yang miliki kamu selain aku" Bisik dimas dengan suara serak yang sudah dipenuhi dengan nafsu ib**snya.

__ADS_1


Ku hanya mampu menangis menerima perlakuan dimas yang mengerjaiku dengan kasar, sakit di tubuhku tak sebanding dengan sakit di hatiku, bayangan ibuku dan andi melintas di benakku, ibuuuu maafkan anakmu ini, andiiii maafkan aku jeritku dalam hati


__ADS_2